Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Zakat Fitrah

Sebagai seorang Muslim kita tidak asing dengan kalimat Zakat Fitrah. Kadangkala Rasulullah saw memakai kata padanan yang lain, yaitu Sedekah Fitrah. Diriwayatkan,

عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعْدٍ مُؤَذِّنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصَدَقَةِ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ سُلْتٍ

Dari Umar bin Sa’d -mu’adzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mengeluarkan sedekah fitrah (zakat fitrah) dengan satu sha’ kurma, atau satu sha’ biji gandum, atau satu sha’ sult (semacam gandum).” (H.R. Ibnu Majah) [1]

Hukum Zakat Fitrah

Diriwayatkan,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ

Dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fithri satu sha’ dari kurma atau sha’ dari gandum bagi setiap orang yang merdeka maupun hamba sahaya (budak), laki-laki maupun perempuan dari kaum Muslimin. (H.R. Bukhari) [2]

Dari hadits tersebut Rasulullah saw sangat menekankan untuk menunaikan zakat fitrah.

Zakat Fitrah wajib bagi setiap Muslim, baik itu pria, wanita, dan anak-anak, sehingga bayi yang baru lahir pun diperintahkan untuk dikeluarkan zakatnya. [3]

Awalnya zakat fitrah hukumnya wajib sebelum turun wahyu mengenai syariat zakat. Diriwayatkan,

عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَدَقَةِ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ تُنْزَلَ الزَّكَاةُ فَلَمَّا نَزَلَتْ الزَّكَاةُ لَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا وَنَحْنُ نَفْعَلُهُ

Dari Qais bin Sa’d ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menunaikan zakat fitrah sebelum turunnya ayat zakat, maka ketika ayat zakat telah turun beliau tidak memerintahkan ataupun melarang kami, sementara kami tetap melakukannya.” (H.R. Ibnu Majah) [4]

Besaran Zakat Fitrah

Menurut Hadits di atas, besaran Zakat Fitrah adalah 1 sha’ dikonversi ke dalam makanan pokok di Indonesia, maka sebanding dengan sekira 2,75 Kilogram bahan makanan pokok.

Keutamaan Zakat Fitrah

Diriwayatkan,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ ...

Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin… (H.R. Abu Dawud) [5]

Diriwayatkan,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ ...

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, ia sebagai pensuci dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor orang yang berpuasa, dan sebagai pemberian makan kepada orang-orang miskin… (H.R. Ibnu Majah) [6]

Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda,

“Allah Taala telah memintanya agar hal-hal ini untuk dikerjakan dengan secara permanent, untuk memperhatikan dan menolong keperluan darri orang-orang yang memerlukannya, memberi makan kepada orang-orang yang lapar. Berjalan pada jalan ketakwaan kami itu harus meningkatkan standard dari peribadatan kami. Ramadhan ini yang di mana kami sudah mendapatkan pelatihan untuk merasakan lapar, maka puasa Bulan Ramadhan ini yang di dalamnya kami itu diingatkan untuk memperhatikan orang-orang lain; di mana kita diingatkan untuk membayar fidiyah, zakat fitrah dsb. Puasa ini di dalamnya juga kami diingatkan untuk melakukan shalat ekstra nawafil serta untuk melaksanakan shalat fardhu pada waktunya; di mana kami pun diingatkan untuk menyelesaikan pembacaan seluruh Kitab Suci Al-Qur’aan. Setelah berakhirnya bulan ini maka sekarang kami diminta untuk merayakan Hari Id.” [7]

Kapan Zakat Fitrah Ditunaikan

Diriwayatkan,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ ... مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah… Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya sedekah diantara berbagai sedekah. (H.R. Abu Dawud) [5]

Zakat Fitrah harus diserahkan kepada yang membutuhkan sebelum Idul Fitri. Kadang-kadang terjadi bahwa Zakat Fitrah diserahkan mendekati shalat Idul Fitri atau setelah shalat Idul Fitri, namun akan lebih baik untuk menyerahkan Zakat Fitrah jauh sebelum Idul Fitri sehingga orang miskin dan yang membutuhkan dapat menggunakannya untuk merayakan Idul Fitri tepat waktu. [3]

Apa yang Dikeluarkan Sebagai Zakat Fitrah

Diriwayatkan,

سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُا كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ

Ia mendengar Abu Sa’id Al Khudri berkata; “Kami membayar zakat fithri berupa satu sha’ gandum atau kurma atau satu sha’ keju atau anggur kering.” (H.R. Muslim) [8]

Diriwayatkan,

سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ

Dia mendengar Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata: “Kami mengeluarkan zakat fithri satu sha’ dari makanan atau satu sha’ dari gandum atau satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari keju (mentega) atau satu sha’dari kismis (anggur kering) “. (H.R. Bukhari) []

Diriwayatkan,

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ إِذْ كَانَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ

Dari Abu Sa’id dia berkata; “Kami mengeluarkan zakat fitrah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih ada di antara kami sebesar satu sha’ makanan, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma, satu sha’anggur kering atau satu sha’ susu kering.” (H.R. An-Nasa-i) [9]

Catatan Kaki