Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Alquran - Puasa - QS Al-Mujadalah (058) ayat 5

فَمَنۡ لَّمۡ یَجِدۡ فَصِیَامُ شَہۡرَیۡنِ مُتَتَابِعَیۡنِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ یَّتَمَآسَّا ۚ فَمَنۡ لَّمۡ یَسۡتَطِعۡ فَاِطۡعَامُ سِتِّیۡنَ مِسۡکِیۡنًا ؕ ذٰلِکَ لِتُؤۡمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہٖ ؕ وَ تِلۡکَ حُدُوۡدُ اللّٰہِ ؕ وَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ ﴿۵﴾

Maka, barangsiapa tidak mendapatkan seorang hamba sahaya ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur, dan barangsiapa tidak mampu berbuat demikian, ia harus memberi makan kepada enam puluh orang miskin. Dan yang demikian itu supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah batas-batas peraturan yang ditetapkan Allah; dan bagi orang-orang kafir ada azab yang sangat pedih.

Tafsir:

Hukuman tegas yang disebut di dalam ayat-ayat ini menunjukkan betapa beratnya kejahatan menyebut istri sendiri “ibu.” Pertalian batin dengan “ibu” adalah terlalu suci untuk dipermainkan.