Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Alquran - Puasa - QS An-Nur (024) ayat 56

وَعَدَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ کَمَا اسۡتَخۡلَفَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ۪ وَ لَیُمَکِّنَنَّ لَہُمۡ دِیۡنَہُمُ الَّذِی ارۡتَضٰی لَہُمۡ وَ لَیُبَدِّلَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِہِمۡ اَمۡنًا ؕ یَعۡبُدُوۡنَنِیۡ لَا یُشۡرِکُوۡنَ بِیۡ شَیۡئًا ؕ وَ مَنۡ کَفَرَ بَعۡدَ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ ﴿۵۶﴾

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal saleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka; dan Dia pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan pasti Dia akan memberi mereka keamanan dan kedamaian sebagai pengganti sesudah ketakutan mencekam mereka. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang durhaka.”

Keterangan:

Oleh sebab ayat ini berlaku sebagai pendahuluan untuk mengantarkan masalah khilafat, maka dalam QS. 52: 55 berulang-ulang telah diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa Kaum Muslimin akan dianugerahi pimpinan rohani maupun duniawi.

Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Rasulullah Saw serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khilafat adalah jelas dan tak dapat menimbulkan salah paham. Oleh sebab kini Rasulullah Saw satu-satunya Hādī (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah, di antara banyak keunggulan yang lainnya lagi, merupakan kelebihan Rasulullah Saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah rohani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Keterangan Tambahan:

Ayat ini disebut ayat “istikhlaf”. Di dalamnya hal ini dijelaskan, bahwa sebagaimana Allah Swt selalu menjadikan khalifah-khalifah sesudah kewafatan nabi dimasa lalu, sesudah kewafatan Rasulullah Saw pun hal ini akan terus berlangsung. Khilafat itu mengambil cahaya dari nabi dan menyebarkannya. Setiap kali seorang Khalifah akan wafat, Jemaat diliputi perasaan takut, yang dengan karunia-Nya, berkat Khilafat akan merubahnya menjadi perasaan aman. Maka tanda kebenaran Khilafat ialah ia merubah rasa tidak aman menjadi rasa aman. Inilah yang disabdakan oleh Hadhrat Masih Mau’ud As di buku ‘Al-Wasiyat’, bahwa sesudah wafatnya seorang nabi atau Khalifah, untuk sementara waktu Jemaat akan merasakan bahwa sekarang musuh akan memadamkan cahaya kenabian itu. Tapi di ayat istikhlaf ini ada janji yang qath‘i, bahwa setiap kali musuh akan gagal. Tujuan kenabian adalah tegaknya tauhid di dunia. Ini juga tanda kebenaran Khilafat, bahwa tujuan akhirnya adalah tegaknya tauhid.

Baca juga: Tafsir Khalifah V (aba)