Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Nuzulul-Quran di Bulan Ramadhan

Alquran diturunkan di Bulan Ramadhan

Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ...ـ

“Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil. …” (QS Al-Baqarah [2]: 186 dengan basmallah)

Dalam suatu hadits diriwayatkan bahwa Alquran diturunkan 24 Ramadhan,

أُنزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَ أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنِ مِنْ رَمَضَانَ وَ أُنْزِلَ الْإِنْجِيْلُ لِثَلَاثِ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَ أُنْزِلَ الزَّبُوْرُ لِثَمَانِ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَ عِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

“Suhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat diturunkan pada enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tiga belas malam dari Ramadhan dan Zabur diturunkan delapan belas Ramadhan dan Al-Quran diturunkan pada dua puluh empat Ramadhan.” (H.R. Al-Albany) [1]

Diturunkan Berulang-Ulang Setiap Ramadhan

Diriwayatkan dalam Hadits Sahih al-Bukhari,

أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ...وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ...

Bahwa Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “… dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau (saw) pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam…”. (HR. Bukhari) [2]

Dalam riwayat lain dijelaskan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ ... فَقَالَتْ أَسَرَّ إِلَيَّ إِنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُنِي الْقُرْآنَ كُلَّ سَنَةٍ مَرَّةً وَإِنَّهُ عَارَضَنِي الْعَامَ مَرَّتَيْنِ وَلَا أُرَاهُ إِلَّا حَضَرَ أَجَلِي ...

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anhu berkata; … Fathimah berkata; “Beliau (saw) bercerita kepadaku bahwa: “Jibril ‘alaihis salam datang membacakan Al Qur’an satu kali dalam setiap satu tahun lalu dia ‘alaihis salam membacakan kepadaku dua kali untuk tahun ini dan aku tidak melihatnya melainkan sebagai isyarat bahwa ajalku sudah akan datang… (H.R. Bukhari) [3]

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:

“Akar ibadah terletak dalam tilawat Qalam Ilahi. Sebab jika kalam Zat Yang Dicintai dibaca atau didengar maka pasti menimbulkan kecintaan bagi orang yang mencintai-Nya dan menciptakan kelezatan dan keharuman baginya.” [4]

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda lagi :

“Nasihat penting bagi kamu sekalian adalah; Janganlah kamu meninggalkan Alqur’an sebagai benda yang dilupakan; sebab, justru di dalam Alqur’anlah terdapat kehidupan-mu. Barangsiapa yang memuliakan Alqur’an dia memperoleh kemuliaan di langit. Barangsiapa lebih mengutamakan Alqur’an dari segala Hadis dan dari segala ucapan lain, akan diutamakan di langit. Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, tidak ada Kitab lain kecuali Alqur’an dan bagi seluruh Bani Adam kini tidak ada seorang Rasul juru syafa’at selain Muhammad Mustafa saw.”. [5]

Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda,

Karena keagungan bulan Ramadhan ini ganjaran puasanya juga sangat tinggi dan besar sekali [6]. Namun ganjaran itu bagi orang-orang yang memenuhi hak-hak puasa berkaitan dengan Alqur’anul Karim. Dan hak-hak itu adalah sambil berpuasa harus banyak-banyak membaca Al Qur’an, merenungkan dan menela’ah arti dan tafsirnya. Sebab sejauh yang saya ketahui dan sesuai dengan penelitian saya bahwa banyak sekali orang-orang yang tidak memenuhi hak-hak Al Qur’an atau tidak membacanya dengan teratur dan sungguh-sungguh. Yang seharusnya membaca Al Qur’an dengan penuh perhatian, mereka tidak melakukannya. Jika membacanya juga namun hanya sedikit saja. Maka, perlu mendapat perhatian kearah ini. [7]

Jadi, suri teladan Hadhrat Rasulullah saw dan sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala kita harus berusaha minimal satu kali tamat membaca Alqur’an selama bulan Ramadhan sambil merenungkannya. Barulah kita akan mampu mengamalkan firman Allah Ta’ala. [7]

Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda,

“Di dalam Ramadhan ini Alquran harus dibaca dan direnungkan maknanya dan bagian yang telah dihafal mungkin telah lupa, sekarang ulangilah dan hafalkanlah kembali. Usahakan dan amalkanlah perintah-perintah yang masih belum dilaksanakan.” [7]

Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda,

Ramadhan juga mengingatkan kita bahwa ajaran Al-Qur’an al-Karim adalah lengkap dan meliputi semuanya. Memang, pengingat ini hanya bermanfaat bila kita memahami ruh dan intinya. Jika tidak, Ramadhan datang setiap tahun dan ia akan terus datang insya Allah dan juga akan terus mengingatkan tentang hal-hal itu. Dan ketika datang juga, memang telah datang berkali-kali serta akan senantiasa datang. Kita hanya akan senang untuk mendengarkan mengenai pentingnya kedatangannya, tetapi manfaatnya akan disadari sepenuhnya ketika kita melaksanakan pentingnya (bulan ini) dalam amal perbuatan kita. [8]

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. juga memberikan nasihat kepada kita, sabdanya:

“Perdalamlah Al-Qur’an Syarif karena di dalamnya terkandung ilmu semuanya. Segala jenis rincian kebaikan dan keburukan diterangkan di dalamnya, termasuk juga masalah yang berkenaan dengan kabar-kabar pada zaman yang akan datang dan lain-lain. Ketahuilah dengan pasti bahwa dia ini (AlQur’an) menyampaikan suatu agama yang tidak ada keberatan bisa ditujukan padanya karena berkat-bekat dan buah-buahnya segar. Injil tidak menjelaskan agama dengan sempurna. Ajarannya mungkin sesuai dengan masa itu tetapi jelas tidak cocok untuk setiap zaman dan untuk setiap situasi. Keunggulan ini hanya dimiliki oleh Al-Qur’an Majid karena di dalamnya Allah Ta’ala telah menjelaskan obat penawar untuk setiap penyakit dan telah memberikan tarbiyat bagi semua tingkatan kemampuan manusia, keburukan apapun telah dijelaskan beserta cara untuk menjauhinya juga telah diberikan. Oleh karena itu, teruslah membaca Al-Qur’an Majid dan selalulah berdoa serta berusaha dan jagalah tindakan kalian agar sesuai dengan ajarannya.” [8]

Catatan Kaki