Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Khilafat

Kata Khilafat atau Khilafah berarti penggantian atau sistem kepemimpinan atau sistem kekhalifahan bagi kaum Mukminin di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah atau tablig Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpin kekhalifahan disebut dengan Khalifah.

Khalifah dan Khilafat

Persamaan

Khilafat dan Khalifah dari segi bahasa berasal satu akar kata, yaitu kholafa-yakhlufu yang berarti menggantikan, mengangkat, mengikuti, mengambil tempat. [1]

Perbedaan

Khilafat adalah merupakan bentuk masdar atau kata benda yang berarti suksesi, Kekhalifahan atau Jabatan Khalifah.[2] Sedangkan Khalifah adalah orang yang memimpin dalam Sistem Kekhalifahan atau Khilafat.[3]

Khilafah dan Khilafat

Kata Khilafah dan Khilafat mempunyai arti yang sama dalam bahasa arab. Hanya terdapat perbedaan bunyi karena peletakan kata tersebut.

Janji Allah tentang Berdirinya Khilafat

Dalam Alquran, Allah Ta’ala berjanji kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal shaleh akan menjadikan kekhalifahan. Dengan khilafat, Allah Ta’ala akan menegakkan agama Islam. Dia juga akan memberi mereka keamanan dan kedamaian setelah datang ketakutan kepada mereka. Khilafat akan membimbing kaum Mukminin untuk beribadah kepada-Nya, dan akan menghilangkan kemusyrikan dalam diri orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang durhaka kepada khalifah, Allah akan menjadikannya orang fasik.[5]

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba), Khalifatul Masih V (aba) menyampaikan,

Dengan kata lain, Allah telah membuat janji ini dengan orang-orang ini, atau kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini saja yang akan mendapat manfaat dari sistem Khilafat, dan orang-orang ini akan mendapatkan keselamatan, perdamaian dan keamanan, rasa takut orang-orang ini akan diganti dengan perdamaian dan keamanan, yakni orang yang beriman dan melakukan perbuatan baik dan memenuhi tuntutan ibadah dan siapa yang menjauhi segala macam syirik, atau menyekutukan sesuatu dengan Allah dan siapa yang bersyukur untuk berkat besar dan karunia Allah ini yang telah diberikan kepada mereka dalam bentuk Khilafat.

Seperti yang saya katakan, Allah Ta’ala telah memulai sistem Khilafat ini dalam Ahmadiyah di dan sistem ini tidak dapat dimulai di tempat lain. Para Ahmadi sungguh beruntung karena, dengan menerima Hadhrat Masih Mau’ud as., mereka telah diberkati dengan karunia Khilafat.[6]

Pentingnya Khilafat

Kita mengetahui bahwa sebagai makhluk sosial, manusia harus hidup bersama atau berkelompok. Secara alami, manusia memerlukan seorang Imam atau Pemimpin. Secara umum kepemimpinan itu dibagi menjadi dua. Kepemimpinan yang mengurus masalah dunia dan pemimpin yang mengurus masalah ruhani.

Dari segi ruhani, merupakan sunatullah atau kebiasaan Allah Ta’ala bahwa Dia senantiasa memberikan bimbingan kepada manusia. Salah satu cara-Nya dalam membimbing adalah lewat diutusnya seorang Khalifah di Bumi. Inilah yang dinamakan khalifatullah, yaitu para Nabi atau Rasul.

Para Nabi atau Rasul itu adalah manusia biasa. Beliau-beliau itu mempunyai umur terbatas. Sedangkan kita mengetahui bahwa manusia-manusia sepeninggal para Nabi atau Rasul harus senantiasa diberikan bimbingan. Oleh karena itu, jika Allah menghendaki, maka Dia akan memperpanjang nikmat ruhani tersebut dengan cara memberikan karunia khalifaturrasul setelah wafatnya Nabi atau Rasul.

Selain khilaafatan ‘alaa minhaajin-nubuwwah atau khilafat yang berdiri setelah kenabian –Jika Allah Ta’ala menghendaki– akan dibuat kekhalifahan dengan corak Kerajaan. Akan tetapi kekhalifahan dengan corak ini, pemimpinnya lebih cocok disebut sebagai raja daripada sebagai khalifah.

Nubuwwatan Khilafat

Sesuai sabda nubuwwatan dari Rasulullah saw, dalam riwayat Ahmad [7] dan Abu Dawud [8], urutan-urutan khilafat dalam Umat Islam dapat disimpulkan sebagai berikut,

  1. khalifatullah

  2. Khilafat ‘alaa minhaajin-nubuwwah, Khilafat dengan pondasi kenabian khalifaturrasul

  3. Khilafat bercorak kerajaan

  4. Khalifatullah Al-Mahdi, atau dikenal dengan Imam Mahdi dan Al-Masih yang dijanjikan yang dikenal dengan Al-Masih Al-Mau’ud

  5. Khilafat ‘alaa minhaajin-nubuwwah, Khilafat dengan pondasi kenabian khalifaturrasul

Fakta Sejarah Khilafat

  1. khalifatullah, yaitu kenabian Rasulullah saw.

  2. Khilafat ‘alaa minhaajin-nubuwwah, Khulafaur-rasyidin

    • Hadhrat Abu Bakr Ash Shiddiq (ʿAbdullāh ibn Abī Quḥāfah) - 08 Jun 632 M s.d. 23 Ags 634 M (2 Tahun)
    • Hadhrat ʻUmar ibn Al-Khattāb - 23 August 634 M s.d. 7 November 644 M (10 Tahun)
    • Hadhrat ʻUthmān ibn ʻAffān - 11 Nov 644 M s.d. 17 July 656 M (12 Tahun)
    • Hadhrat ʻAlī ibn Abī Ṭālib - July 656 M s.d. 28 January 661 M (5 Tahun)
  3. Khilafat bercorak kerajaan, diantaranya:

    • Bani Umayyah di Damaskus (661-750 M)
    • Bani Abbasiyah di Baghdad (750–1258 M)
    • Bani Fatimiyah (909–1171)
    • Bani Abbasiyah di Kairo (1261-1517 M)
    • Bani Utsmaniyah (1517–1924 M)
  4. Khalifatullah Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.

  5. Khilafat ‘alaa minhaajin-nubuwwah, Khalifatul Masih

    • Hadhrat Maulana Al-Hajj Hakim Nuruddin - 27 Mei 1908 M s.d. 13 Maret 1914 M (6 Tahun)
    • Hadhrat Mirza Al-Hajj Basyiruddin Mahmud Ahmad - 14 Mar 1914 M s.d. 08 Nov 1965 M (51 Tahun)
    • Hadhrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad - 9 Nop 1965 M s.d. 9 Jun 1982 M (17 Tahun)
    • Hadhrat Mirza Tahir Ahmad - 19 Jun 1982 M s.d. April 2003 M (21 Tahun)
    • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad - 22 April 2003 s.d. sekarang

Hari Khilafat

Di dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah, tanggal 27 Mei dikenal sebagai Hari Khilafat.

Khilafat Sebagai Kudrat Kedua

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as) menjelaskan dalam bukunya Al-Wasiyat, bahwa kenabian merupakan Kudrat pertama dan Khilafat merupakan Kudrat Kedua

Catatan Kaki