Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Khalifatul Masih

Khalifatul Masih berasal dari dua kata, yaitu Khalifah dan Al-Masih. Jadi Khalifatul Masih berarti khalifah atau pemimpin yang menggantikan Al-Masih yang ke-dua, yaitu Nabi Isa (as) yang kedatangannya dijanjikan oleh Rasulullah (saw).

Al-Qur’an, yang diyakini umat Islam sebagai Firman Allah, telah menjanjikan umat Islam yang baik dan benar dengan ganjaran ‘Khilafat’ di mana seorang Khalifah (Penerus spiritual), ditunjuk oleh Allah untuk melanjutkan pekerjaan seorang Nabi. Ini adalah jabatan terpilih di mana Ruh Kudus mengawasi proses pemilihan. Khalifah Islam adalah manusia yang diutus Tuhan di muka bumi.

Saat ini Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah satu-satunya organisasi Islam di dunia yang bersatu di tangan satu pemimpin, yang dikenal sebagai Khalifah. Khalifatul Masih adalah penerus Hadhrat Masih Mau’ud, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian (as). Setelah kewafatnya di tahun 1908, lembaga Khilafat didirikan kembali dalam Islam pada tanggal 27 Mei 1908. Pada tahun 2008 Jemaat Muslim Ahmadiyah merayakan 100 tahun Khilafat.

Lembaga Khilafat adalah sumber persatuan, semangat, organisasi, kemajuan Komunitas dan fokusnya pada perdamaian. Hazrat Mirza Masroor Ahmad adalah Khalifah kelima dari Jemaat Muslim Ahmadiyah. Meskipun Khilafat sama sekali bukan institusi turun-temurun, Yang Mulia Mirza Masroor Ahmad juga adalah cicit dari Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah. [1]

Para Khalifatul-Masih

Para khalifah setelah wafatnya Al-Masih Al-Mau’ud yaitu:

  1. Hadhrat Al-Hajj Hakim Nuruddin ra

  2. Hadhrat Al-Hajj Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. Beliau mempunyai gelar Mushlih Mau’ud.

  3. Hadhrat Al-Hafiiz Mirza Nasir Ahmad ra

  4. Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (rh)

  5. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba)

Sabda Hadhrat Masih Mau’ud a.s.

Kemajuan Jemaat

Hadhrat Masih Mau’ud (as) menyampaikan secara tersirat tentang terpenuhinya kemajuan jemaat di zaman Hadhrat Masih Mau’ud (as) dan sebagian lagi di masa Khalifah Ahmadiyah,

Tuhan berfirman kepadaku, bahwa banyak musibah akan terjadi dan banyak bala-bencana akan turun ke bumi ini. Sebagian akan terjadi di masa hidupku dan sebagian lagi sepeninggalku. Dia akan memberi kemajuan kepada Jemaat ini, sebagian akan terjadi di tanganku dan sebagian lagi kemudian sesudah aku tiada. [2]

Khalifah Ahmadiyah atau kekhalifahan Al-Masih akan Berlangsung Hingga Hari Kiamat

Hadhrat Masih Mau’ud (as) bersabda,

Maka janganlah kamu bersedih hati karena uraianku yang aku terangkan di hadapanmu ini. Jangan hendaknya hatimu jadi kusut, karena bagimu perlu pula melihat Kudrat yang Kedua. Kedatangannya kepadamu membawa kebaikan bagimu, karena ia selamanya akan tinggal bersama kamu, dan sampai hari kiamat silsilahnya tidak akan berakhir. Kudrat yang Kedua itu tidak dapat datang sebelum aku pergi; akan tetapi bila aku pergi, maka Tuhan akan mengirimkan Kudrat yang Kedua itu kepadamu, yang akan tinggal bersama kamu selama-lamanya; sebagaimana janji Allah Ta’ala dalam “Barāhīn-e-Ahmadiyah”. Dan janji itu bukan untuk aku, melainkan untuk kamu, seperti firman Allah Ta’ala:

“Aku akan menjadikan Jemaat ini, yakni pengikut-pengikut engkau menang di atas golongan-golongan lain sampai kiamat.” [3]

Sabda Hadhrat Khalifatul Masih V atba

Berkenaan dengan periode pertama Islam, dan setelah mengetahui dari Allah, Rasulullah s.a.w. telah mengumumkan bahwa Khilafat Rasyidah akan berakhir setelah jangka waktu tertentu. Tetapi sehubungan dengan Khilafat yang akan dimulai pada kebangkitan Islam di akhir zaman, beliau telah diberi kabar suka dari Allah bahwa Khilafat ini akan tetap selamanya. [4]

Khilafat Ahmadiyah mempunyai corak yang sama dengan Khulafaur-Rasyidin, yaitu khilaafatan ‘alaa minhaajin-nubuwwah Sebagaimana sabda Huzur V (aba),

Sebagaimana telah saya katakan sebelumnya bahwa risalah wasiyyat ditulis pada tahun 1905 dan sejak itulah nizam Al-Wasiyat telah mulai dijalankan. Akan tetapi dengan mengutip ayat istikhlaf beliau telah menjelaskan pula dalam risalah itu tentang Khilafat Ahmadiyah yang berdiri tiga tahun kemudian, yang sampai hari ini tanggal 27 Mei 2011 sudah berusia 103 tahun lamanya. Dan nizam Khilafat ini adalah nizam yang dianugerahkan Tuhan kepada kita setelah 1400 tahun lamanya mengalami kekosongan. [5]

Catatan Kaki