Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Idul Fitri

Mengapa Idul Fitri Dirayakan?

Seperti namanya, secara bahasa Idul Fitri berarti “hari raya berbuka puasa.” Ini adalah perayaan yang menandai akhir bulan suci Ramadhan dan dilaksanakan pada 1 Syawal. Hari yang menggembirakan ini berfungsi sebagai hadiah bagi mereka yang merayakan puasa dan menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah selama bulan Ramadhan yang beberkah. [1]

Apa yang Dilakukan ketika Hari Idul Fitri?

Di akhir Ramadhan, seseorang hendaknya memulai hari mereka dengan menjalankan shalat Tahajud, shalat Subuh dan tilawat Al-Qur’an. Namun, seseorang tidak boleh berpuasa pada hari tersebut (1 Syawal). Seseorang hendaknya mandi, memakai pakaian yang bagus, wangi-wangian, dan salat Idul Fitri berjamaah yang sebaiknya dilakukan di area terbuka atau masjid sebelum matahari mulai terbenam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ ... وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

Dari Anas bin Malik berkata, “Pada hari raya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berangkat untuk melaksanakan shalat hingga beliau makan beberapa butir kurma.” … “Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil.” (H.R. Bukhari) [2]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhuma, ia berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ‘Id, beliau mengambil jalan yang berbeda (antara berangkat dan kembali).” (H.R. Bukhari) [3]

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Id?

Dalam rakat pertama shalat Idul Fitri, setelah membaca tsanaa (doa iftitah), imam mengucap 7 (tujuh) takbir [Allahu Akbar] dengan suara keras sebelum memulai membaca Surah al-Fatihah. Imam dan jamaahnya harus mengangkat tangan hingga telinga dan menjatuhkannya setiap saat. Setelah takbir, ta‘awuz, sang imam membacakan Surat al-Fatihah dan sebagian dari ayat/surat Al-Qur’an dengan suara keras dan menyempurnakan rakat seperti yang disunnahkan.

Pada rakat kedua, imam mengucapkan 5 (lima) takbir dan kemudian melanjutkan rakat kedua seperti rakaat pertama. Setelah shalat selesai, Imam menyampaikan khotbah setelah shalat Id seperti yang dilakukan sebelum shalat Jumat.

Diriwayatkan,

عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ فِي الْأُولَى سَبْعًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَفِي الْآخِرَةِ خَمْسًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ

Dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir dalam dua shalat Ied, pada raka’at pertama tujuh kali sebelum membaca ayat dan pada raka’at kedua lima kali sebelum membaca ayat. (H.R. Tirmidzi) [4]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي الْأَضْحَى وَالْفِطْرِ ثُمَّ يَخْطُبُ بَعْدَ الصَّلَاةِ

dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat ‘Idul Adlha dan ‘Idul Fitri kemudian berkhutbah setelah shalat.” (H.R. Bukhari) [5]

Apakah Shalat Idul Fitri itu Wajib?

Hukum Shalat Idul Fitri adalah Sunnat-e-Mu‘akad (sebuah amal yang ditekankan oleh Nabi untuk kita ikuti). Setiap orang hendaknya harus datang untuk sholat Id. Bahkan wanita yang sedang haid juga harus datang ke masjid, tetapi mereka tidak boleh mengambil bagian di tempat sholat dan sebagai gantinya, mengisi diri waktu mereka dengan mengingat Allah (zikir ilahi).

Bagaimana kita bisa merayakan Idul Fitri dengan cara terbaik?

Seseorang hendaknya merayakan Idul Fitri dengan tetap memperhatikan pelajaran yang didapat selama bulan Ramadhan. Semua tujuan dan sasaran yang dicapai selama hari-hari puasa yang diberkati harus dijadikan bagian dari kehidupannya. Ia harus mengingat semua orang dalam kebahagiaan mereka, terutama mereka yang miskin dan membutuhkan. Seseorang seharusnya tidak hanya mempertahankan amal baik mereka sebelumnya tetapi hendaknya terus maju dalam keruhanian dan mencapai ridha Allah.

Mengingat pentingnya Idul Fitri, Hazrat Khalifatul Masih V atba bersabda,

“Hari ini, baik tua maupun muda, pria atau wanita telah berkumpul bersama karena hari ini adalah sangat penting. Islam telah menetapkan hari Idul Fitri sebagai hari kebahagiaan di mana kaum Islam harus bergabung bersama dengan orang yang mereka cintai…

“Hari ini, jika Muslim Ahmadi ingin merayakan Idul Fitri dalam arti yang sebenarnya, maka mereka hendaknya berusaha mendapatkan berkah Idul Fitri yang sejati dengan membawa reformasi akhlak, mereka juga harus melakukan segala upaya untuk membebaskan dunia dari ketidakadilan dan harus terlibat dengan sungguh-sungguh dalam doa untuk membebaskan dunia Muslim dari kekacauan dan masalah yang sedang terjadi. “ (Khotbah Idul Fitri, Masjid Baitul Futuh, London, 19 Juli 2015) [1]

Catatan Kaki