Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Eid Fund

Sebagai seorang Ahmadi, telinga kita sudah tidak asing lagi dengan jenis pengorbanan Eid Fund. Diriwayatkan mengenai satu sedekah yang berkaitan dengan Idul Fitri,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفِطْرِ فَصَلَّى فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ ثُمَّ خَطَبَ فَلَمَّا فَرَغَ نَزَلَ فَأَتَى النِّسَاءَ فَذَكَّرَهُنَّ وَهُوَ يَتَوَكَّأُ عَلَى يَدِ بِلَالٍ وَبِلَالٌ بَاسِطٌ ثَوْبَهُ يُلْقِي فِيهِ النِّسَاءُ الصَّدَقَةَ قُلْتُ لِعَطَاءٍ زَكَاةَ يَوْمِ الْفِطْرِ قَالَ لَا وَلَكِنْ صَدَقَةً يَتَصَدَّقْنَ حِينَئِذٍ تُلْقِي فَتَخَهَا وَيُلْقِينَ ...

Dari Jabir bin ‘Abdullah berkata, Aku mendengarnya berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri untuk melaksanakan shalat pada hari Raya Iedul Fitri, dan yang pertama kali beliau kerjakan adalah shalat, baru kemudian menyampaikan khutbah. Selesai khutbah beliau turun (dari mimbar) dan mendatangi jama’ah wanita untuk mengingatkan mereka dengan bersandar pada tangan Bilal, sementara Bilal sendiri membentangkan kain miliknya hingga para wanita tersebut memasukkan sedekahnya ke dalam kain tersebut.” Aku bertanya kepada ‘Atha, ‘Apakah itu zakat fitri? ‘ ia menjawab, ‘Bukan, tetapi sedekah yang mereka keluarkan pada saat itu, mereka memberikan anting dan gelang mereka.’ … (H.R. Bukhari) [1]

Besaran Eid Fund dan Waktu Pelaksanaannya

Eid Fund di zaman Masih Mau’ud (as) sedemikian rupa sehingga setiap Ahmadi yang memiliki sumber pendapatan akan memberikan satu rupee sebagai Eid Fund. Namun, di zaman sekarang, nilai Rupee tidak sama seperti dulu. Jadi alih-alih mematok pada satu rupee, para Ahmadi hendaknya membayar sejumlah uang pada kedua Id (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan tetap memperhatikan semangat pengorbanan ini sesuai dengan kondisi keuangan mereka. [2]

Intinya, Eid Fund hendaknya dibayar perorang sesuai dengan kemampuan masing-masing menjelang Idul Fitri atau Idul Adha.

Tujuan Eid Fund

Eid Fund yang dicanangkan oleh Hz. Masih Mau’ud as. tujuannya ialah seperti halnya pada kesempatan berbahagia, seorang menghabiskan uang untuk hal-hal seperti pakaian, makanan, pesta dan hadiah. Namun sebenarnya dalam kegembiraan itu, ada hak bagi orang yang tidak mampu. Allah Ta’ala berfirman,

وَ فِیۡۤ اَمۡوَالِہِمۡ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَ الۡمَحۡرُوۡمِ ﴿۲۰﴾

“Dan dalam harta benda mereka ada hak bagi yang meminta dan bagi yang tidak meminta.” (QS Al-dzāriyāt [51]: 20)

Pengorbanan sukarela ini dimulai oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. untuk memastikan bahwa orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan dapat memiliki Idul Fitri yang menyenangkan. [3]

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda,

“Dalam menyambut kebahagiaan menyambut hari raya Idul Fitri, orang-orang biasa memberikan iedi (sejumlah uang yang dihadiahkan pada hari raya idul fitri –pent.) kepada anak-anaknya.’

‘Saat ini, yang paling pantas diberikan pertolongan adalah Islam. Untuk itu berikanlah Eidi kepada Islam.’

‘Saya anjurkan kawan-kawan pada Jemaat-ku bahwa demi agama, berikanlah Eidi kepada Islam sebesar satu rupee pada hari raya Idul Fitri, Beliau as menamainya dengan nama ‘Eid Fund’. [4]

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda,

“Ini benar-benar waktu yang diberkahi! Tidak ada yang diminta untuk menyerahkan hidup mereka. Ini bukan waktu untuk mempersembahkan pengorbanan tertinggi, tetapi ini adalah zaman untuk mengorbankan hartanya sesuai dengan kekayaannya” [5]

Hukum Eid Fund

Seperti halnya sedekah untuk membahagiakan orang yang membutuhkan, pengorbanan jenis ini adalah termasuk dalam kategori sunnah (sering diamalkan Rasulullah saw).

Catatan Kaki

  1. H.R. Al-Bukhari, Kitab Jum’at, Nasehat Imam Kepada Para Wanita Pada Hari Raya 

  2. Apa itu Zakat Fitrah dan Id Fund 

  3. Buku Jalan ke Surga, Bab 7 Gerakan Ahmadiyah 

  4. Siaran MTA Fiqih Masail #33, 24 Agustus 2011, Penterjemah Mln. Mahmud Ahmad Wardi, Shd. 

  5. Al Hakam, 10 Juli 1903