Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Al-Wasiat

halaman-01

“Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam. Dan shalawat beserta salam semoga terlimpah atas Rasul-Nya Muhammad, dan atas keluarganya dan para sahabatnya semua.”

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam; dan shalawat serta salam disampaikan kepada Rasul-Nya, MuhammadSaw, keturunanya dan para sahabat semuanya.

Dan sesudah itu, oleh karena Allah Ta’ala secara berturut-turut memberitahukan kepadaku dengan wahyu, bahwa wafatku telah dekat, begitu bertubi-tubi wahyu-Nya, sehingga hidupku ini digoncangkan dari dasarnya, dan kehidupan ini jadi dinginlah bagiku. Sebab itu kurasa patut menuliskan beberapa nasihat bagi sahabat-sahabatku dan bagi orang-orang yang ingin mengambil faedah dari perkataanku.

Maka pertama-tama akan kuterangkan wahyu suci yang mengabarkan tentang wafatku dan yang menggerakkan aku berbuat ini. Wahyu itu dalam bahasa Arab, dan sesudah menyebutkannya, wahyu yang dalam bahasa Urdu pun akan kucantumkan juga:

(arab)

halaman-02

(arab)

Terjemah: “Waktu yang ditetapkan tentang ajal engkau telah mendekat. Dan tidak Kami tinggalkan suatu sebutan pun yang akan menghinakan engkau. Tinggal sedikit lagi jangka waktu yang ditetapkan Tuhan tentang engkau. Akan Kami jauhkan dan hindarkan semua celaan, diantaranya satu pun tidak Kami biarkan yang dengan menyebutkannya bertujuan sengaja hendak menghinakan engkau. Kami berkuasa menunjukkan sebagian penyempurnaan khabar-khabar ghaib tentang orang-orang yang menentang engkau, atau kami wafatkan engkau. Engkau akan wafat dalam keadaan di mana Aku ridha kepada engkau. Kami selamanya menyediakan Tanda-tanda yang nyata sebagai kesaksian atas kebenaran engkau. Segala apa yang dijanjikan telah dekat. Segala nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepada engkau, ceritakanlah kepada manusia. Barangsiapa menjalankan taqwa [1] dan bersabar, maka Allah sekali-kali tidak akan menghilangkan ganjaran orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Di sini harus diingat, bahwa firman Allah yaitu, bahwa “Kami tidak akan membiarkan suatu sebutan pun yang menyebabkan kehinaan dan kerendahan kehormatan

halaman-03

engkau,” mengandung dua arti: Pertama, semua celaan, yang disiarkan dengan niat menghinakan engkau, akan Kami jauhkan, dan satu pun tidak akan tertinggal bekas-bekasnya. Kedua, semua orang yang suka mencela itu, yang tidak mau meninggalkan kejahatannya, dan yang tidak berhenti dari mencelanya, semuanya akan Kami hindarkan dari dunia dan akan Kami hapuskan dari muka bumi. Oleh lenyapnya mereka, maka segala celaan yang bukan-bukan itu pun turut lenyap pula.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman pula kepadaku perihal wafatku dengan perkataan dalam bahasa Urdu seperti tercantum di bawah ini:

(urdu) [2]

Tentang beberapa kejadian itu diberitahukan kepadaku, bahwa dari seluruh penjuru dunia kematian akan menghamparkan sayapnya. Dan gempa akan datang dengan sangat dahsyatnya laksana kiamat. Bumi akan dijungkirbalikkan. Banyak kehidupan orang akan pahit. Kemudian orang-orang yang bertaubat dan berhenti dari dosa, Allah akan kasihan kepada mereka. Sebagaimana tiap nabi pernah mengabarkan tentang zaman ini, semuanya itu pasti akan terjadi. Tetapi orang-orang yang membersihkan hatinya dan mengambil jalan yang disukai Allah, mereka tak usah takut dan tidak akan gelisah.

halaman-04

Allah Ta’ala berfirman kepadaku:

(urdu) [3]

(urdu) [4]

Lagi Allah Ta’ala memberitahuku tentang gempa lain yang akan datang yang akan terjadi dengan amat dahsyatnya, Dia berfirman:

(urdu) [5]

Oleh sebab itu, sebuah gempa lain yang akan datang dengan dahsyatnya sudah pasti akan terjadi, akan tetapi orang-orang yang saleh akan selamat dari gempa tersebut. Oleh karena itu jadilah orang-orang saleh, dan bertaqwalah supaya kalian selamat. Takutlah sekarang kepada Allah, supaya kalian tetap selamat dari ketakutan pada hari itu. Tak

halaman-05

dapat dihindari bagi Langit untuk memperlihatkan Tanda-tanda dan bagi bumi untuk menampakkan yang serupa. Akan tetapi orang-orang yang takut kepada Allah akan diselamatkan.

Tuhan berfirman kepadaku, bahwa banyak musibah akan terjadi dan banyak bala-bencana akan turun ke bumi ini. Sebagian akan terjadi di masa hidupku dan sebagian lagi sepeninggalku. Dia akan memberi kemajuan kepada Jemaat ini,[6] sebagian akan terjadi di tanganku dan sebagian lagi kemudian sesudah aku tiada.

Ini adalah Sunnah Ilahi. Semenjak Dia menciptakan manusia di atas bumi ini, Dia senantiasa memperlihatkan Sunnah Ilahi ini. Yaitu Dia selalu menolong Nabi-nabi-Nya dan Rasul-rasul-Nya dan memberi kemenangan kepada mereka, sebagaimana firman-Nya:

(arab) [7]

Dan yang dimaksud dengan “kemenangan” ialah sebagaimana cita-cita para Rasul dan para Nabi yaitu keterangan dan Hujjatullah [8] sempurna di atas bumi dan tidak seorang pun dapat melawannya. Maka, demikianlah Allah Ta’ala menunjukkan kebenaran para Nabi itu dengan Tanda-tanda yang kuat dan kebenaran yang hendak mereka sebarluaskan di dunia. Dia membiarkan tangan mereka menanam benih kebenaran itu, akan tetapi Dia tidak menumbuhkannya hingga berbuah sempurna di tangan mereka. Melainkan Dia mewafatkan mereka dalam

halaman-06

kurun waktu tertentu yang secara lahiriah mengandung kecemasan seakan-akan missi ini gagal, karenanya para penentang mendapatkan kesempatan untuk mentertawakan, mengolok-olok, mencela dan memaki para utusan Tuhan. Dan ketika para penentang itu telah puas mengolok-olok dan mentertawakan, maka barulah kemudian Dia memperlihatkan Kemahakuasaan-Nya lalu Dia ciptakan sarana-sarana yang dengan perantaraanya, cita-cita yang terbengkalai tadi akan sampai kepada kesempurnaannya.

Alhasil, Dia memperlihatkan dua macam Kudrat: Pertama, Dia memperlihatkan Tangan Kekuasaan-Nya melalui tangan para Nabi. Kedua, pada masa sepeninggal Nabi, yaitu pada saat kesukaran-kesukaran dan permasalahan muncul, sementara para penentang merasa lebih kuat dan menyangka bahwa segala sesuatu sudah kacau balau dan mereka yakin bahwa sekarang Jemaat ini akan lenyap dan para anggota Jemaat pun menjadi ragu-ragu dan bingung, mereka putus harapan, bahkan beberapa orang yang sial di antara mereka memilih ke jalan murtad, maka dalam keadaan seperti demikian itu Allah Ta’ala untuk kedua kalinya menunjukkan Kudrat-Nya yang amat kuat, dan Jemaat yang hampir roboh itu ditolong-Nya kembali. Maka, orang yang bersabar sampai akhir, ia akan menyaksikan mukjizat Allah Ta’ala ini. Seperti inilah yang pernah terjadi di zaman Hadhrat Abu Bakar Siddiqra., ketika RasulullahSaw. wafat dianggap belum waktunya, dan banyak di antara orang-orang dusun yang bodoh berbalik murtad. Para sahabat RasulullahSaw. karena terlampau didera oleh kesedihan, hampir-hampir seperti gila karenanya. Pada ketika itulah Allah Ta’ala mengangkat Hadhrat Abu Bakar Siddiqra. untuk memperlihatkan Kudrat-Nya kedua kali, dan Islam yang hampir-hampir akan tumbang itu ditopang-Nya kembali. Dan janji dalam ayat yang difirmankan-Nya ditepati-Nya,

halaman-07

yaitu:

(arab)

Maksudnya: Sesudah kecemasan dan ketakutan, Kami akan menguatkan lagi kaki mereka.[9] Seperti itu pula pernah terjadi pada zaman Hadhrat Musaas, ketika beliauas wafat dalam perjalanan dari Mesir menuju Kanaan sebelum beliauas dapat membawa Bani Israil ke tempat yang dituju menurut perjanjian. Kewafatan beliauas menyebabkan suatu kesedihan yang luar biasa di kalangan Bani Israil. Seperti tertulis dalam Taurat [10] bahwa kaum Bani Israil terus-menerus menangis 40 hari lamanya disebabkan kewafatan beliauas yang tidak disangka-sangka dan perpisahan dengan Hadhrat Musaas yang sekonyong-konyong itu. Begitu pula telah terjadi dengan Hadhrat Isaas. Ketika beliau disalib, semua Hawari terpencar kian-kemari, malah seorang di antaranya murtad.

Oleh sebab itu wahai saudara-saudara! Kerena sejak dahulu begitulah Sunnatullah (adat kebiasaan Allah) [11] , bahwa Allah Ta’ala menunjukkan dua Kudrat-Nya, supaya diperlihatkan-Nya bagaimana cara menghapuskan dua kegirangan yang bukan-bukan dari musuh, maka sekarang tidak mungkin Allah Ta’ala akan meninggalkan Sunnah[11]-Nya yang tidak berubah-ubah itu. Maka janganlah kamu bersedih

halaman-08

hati karena uraianku yang aku terangkan di hadapanmu ini. Jangan hendaknya hatimu jadi kusut, karena bagimu perlu pula melihat Kudrat yang Kedua. Kedatangannya kepadamu membawa kebaikan bagimu, karena ia selamanya akan tinggal bersama kamu, dan sampai hari kiamat silsilahnya tidak akan berakhir. Kudrat yang Kedua itu tidak dapat datang sebelum aku pergi; akan tetapi bila aku pergi, maka Tuhan akan mengirimkan Kudrat yang Kedua itu kepadamu, yang akan tinggal bersama kamu selama-lamanya; sebagaimana janji Allah Ta’ala dalam “Barāhīn-e-Ahmadiyah”.[12] Dan janji itu bukan untuk aku, melainkan untuk kamu, seperti firman Allah Ta’ala:

“Aku akan menjadikan Jemaat ini, [13] yakni pengikut-pengikut engkau menang di atas golongan-golongan lain sampai kiamat.”

Oleh karena itu tidaklah dapat dihindari bahwa kamu akan menyaksikan hari perpisahan denganku, sehingga sesudah itu barulah datang Hari yang menjadi Hari Perjanjian yang kekal. Tuhan kita adalah Tuhan yang menepati janji, setia dan benar. Dia akan memperlihatkan kepadamu segala apa yang sudah Dia janjikan. Meskipun masa ini adalah masa akhir dunia, serta banyak bala-bencana yang masih akan terjadi, namun demikian dunia ini akan tetap ada hingga segala hal yang telah dikabarkan Tuhan itu terjadi semuanya. Aku datang dari Tuhan sebagai sebuah penzahiran Kudrat Ilahi dan aku adalah Kudrat Tuhan yang berjasad. Kemudian sesudah aku tiada, akan ada lagi beberapa wujud lain yang akan menjadi mazhar penampakkan Kudrat Kedua.

halaman-09

Oleh sebab itu, sambil menanti kedatangan Kudrat Tuhan yang kedua itu, kamu semua hendaklah senantiasa sibuk berdoa. Dan hendaklah tiap Jemaat orang-orang saleh tanpa kecuali, di tiap negeri, senantiasa terus menerus berdoa sehingga mudah-mudahan Kudrat Kedua itu turun dari Langit, dan menzahirkan kepada kamu bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Anggaplah ajalmu telah dekat karena kamu tidak tahu kapan saat itu akan tiba.

Hendaknya orang-orang saleh dari Jemaat yang berjiwa suci, menerima bai’at [14] atas namaku.[15]

Allah Ta’ala menghendaki agar semua ruh yang berdiam di seluruh pelosok bumi, baik di Eropa mupun di Asia, kesemuanya yang bertabiat baik akan ditarik kepada Tauhid[16] dan akan dihimpun-Nya di dalam satu agama. Inilah kehendak Allah, yang karena-Nya aku diutus ke dunia. Kalian juga hendaklah mengikuti kehendak ini, tetapi dengan lemah-lembut, dengan akhlak dan dengan banyak berdo’a secara sungguh-sungguh. Dan sebelum seseorang yang diberi

halaman-10

ilham oleh Tuhan dengan Rohulqudus dibangkitkan oleh Tuhan, hendaklah kamu semua bekerja dengan rukun satu sama lain.

Dan kamu juga hendaklah mengambil bagian dari Rohulqudus itu untuk berkasih-sayang kepada sesama makhluk dan untuk membersihkan jiwamu. Sebab Taqwa [1] yang sejati tidak akan tercapai tanpa Rohulqudus. Dan sambil meninggalkan sepenuhnya segala kehendak hawa nafsu, tempuhlah jalan keridhaan Allah, yaitu jalan yang tidak ada lagi jalan yang lebih sempit dari itu. Janganlah kamu mabuk oleh kelezatan dunia, karena semuanya akan menjauhkan kamu dari Tuhan. Terimalah penghidupan pahit karena Tuhan. Kesukaran yang karenanya Tuhan ridha, lebih baik dari kesenangan yang karenanya Tuhan murka. Kekalahan yang karenanya Tuhan suka, itu lebih baik dari kemenangan yang menyebabkan Tuhan murka. Buanglah kecintaan yang dapat mendatangkan kemarahan Tuhan. Kalau kamu datang kepada-Nya dengan hati bersih, niscaya di tiap jalan kamu akan ditolong-Nya, dan tak seorang musuh pun akan dapat mencelakai kamu. Sekali-kali kamu tak akan dapat mencapai keridhaan Tuhan sebelum kamu membuang segala hasrat hawa nafsumu, meninggalkan kesenanganmu, mengorbankan kehormatanmu, menyerahkan harta bendamu, membuang jiwamu, serta menanggung segala kesukaran di jalan-Nya hingga seakan-akan kamu mengalami suatu kematian. Akan tetapi kalau kepahitan itu kamu tanggung, maka laksana seorang kanak-kanak yang disayangi, kamu akan berada dalam pangkuan Tuhan. Dan kamu akan menjadi pewaris orang-orang suci yang telah berlalu sebelum kamu. Segala pintu nikmat akan terbuka bagi kamu, akan tetapi amat sedikit orang yang seperti demikian ini.

halaman-11

Tuhan berfirman kepadaku bahwa Taqwa adalah sebuah pohon yang harus ditanam dalam hati. Air yang mengalir dari Taqwa, akan dapat menyirami seluruh kebun. Taqwa adalah akar tunggal yang tanpanya segala sesuatu menjadi tak berarti; dan kalau taqwa ini ada, maka segala sesuatu pun akan ada. Apalah gunanya bagi seseorang yang selalu menyibukkan diri dalam perbuatan sia-sia yang dengan lidahnya ia mengaku bahwa ia hendak mencari Tuhan, akan tetapi langkah-langkahnya tidak menuju ke arah Tuhan.

Cobalah! Aku berkata kepadamu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati bahwa, celakalah ia yang keimanannya dicemari walau hanya oleh sedikit saja hasrat keduniawian. Neraka amat dekat kepada orang yang semua maksudnya bukan karena Allah, malah sebagian karena Allah dan sebagian untuk dunia. Maka kalau di dalam keinginan-keinginanmu itu ada tercampur sedikit saja oleh hasrat keduniawian, maka semua ibadahmu menjadi sia-sia. Dalam keadaan seperti itu, kamu bukan mengikuti Tuhan, tetapi mengikut syaitan.

Jangan kamu berharap, bahwa dalam keadaan seperti itu Tuhan akan menolongmu. Malah dalam keadaan seperti itu kamu hanyalah seekor ulat tanah, dan tidak berapa lama lagi kamu akan binasa seperti halnya ulat-ulat tanah binasa. Dan Tuhan tidak akan ada di dalam dirimu. Malah Tuhan akan dengan senang hati membinasakan kamu. Akan tetapi jika kamu benar-benar telah mati dengan jalan mematikan segala hawa nafsu terendahmu, maka seketika itu barulah kamu akan tampil di dalam Tuhan, dan Tuhan akan ada bersamamu. Dan rumah yang di dalamnya kamu tinggal akan diberkati dan rahmat Tuhan pun akan turun ke atas dinding-dinding, yaitu dinding-dinding rumahmu. Dan negeri itu, negeri di mana orang yang seperti demikian itu tinggal, akan diberkati.

halaman-12

Jika kehidupanmu dan kematianmu, dan setiap gerak-gerikmu, lemah-lembutmu dan kekerasanmu semata-mata untuk Tuhan, dan jika pada saat kesulitan dan kesusahan, kamu tidak menguji Tuhan dan tidak pula kamu memutuskan perhubungan dengan Dia, melainkan kamu malah semakin berderap maju menuju Tuhan; maka aku berkata dengan sesungguhnya kepadamu bahwa kamu akan menjadi orang-orang pilihan Tuhan yang istimewa. Kamu juga adalah manusia biasa seperti aku juga manusia, dan Dia yang menjadi Tuhanku adalah Tuhan kamu juga. Oleh sebab itu janganlah kamu membuang percuma kemampuan-kemampuan sucimu itu. Lihat! Jika kamu benar-benar cenderung kepada Tuhan, maka ingatlah, aku berkata kepadamu sesuai dengan kehendak dan ridha Tuhan, bahwa kamu akan menjadi orang-orang pilihan Tuhan. Biarkanlah Keagungan Tuhan berurat-akar di dalam hatimu. Dan akuilah Tauhid Ilahi, bukan hanya di lidah, melainkan dengan amal perbuatanmu juga, supaya Tuhan pun menzahirkan karunia dan kasih sayang-Nya kepadamu dengan perbuatan pula. Jauhilah segala dendam kesumat. Berlakulah kepada sesama makhluk dengan penuh kasih sayang. Tempuhlah tiap-tiap jalan kesalehan, karena tidak diketahui melalui jalan yang mana dari antara jalan-jalan itu kamu akan diterima.

Bersuka-citalah kamu sebab ruang untuk mendapatkan Qurub Ilahi (kedekatan kepada Tuhan) itu sekarang sedang sunyi-sepi. Tiap-tiap bangsa sedang asyik dalam urusan duniawi, sedangkan kepada tiap-tiap amal yang membuat Tuhan ridha, dunia tidak menaruh perhatian ke arahnya. Maka sekarang adalah waktunya bagi mereka yang berkeinginan memasuki pintu ini, bahwa mereka, dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, memperlihatkan kecakapannya lalu memperoleh hadiah yang paling istimewa dari Tuhan.

Janganlah kamu menyangka bahwa Tuhan akan menyia-

halaman-13

nyiakan kamu. Kamu adalah sebuah benih dari Tuhan yang sudah ditanam di dalam bumi. Allah berfirman: Benih ini akan tumbuh dan berbunga, cabang-cabangnya akan keluar di segala arah dan ia akan menjadi sebuah pohon besar. Berbahagialah orang yang percaya kepada perkataan Tuhan, dan yang tidak gentar dalam menghadapi cobaan-cobaan di jalan-Nya. Karena, adanya cobaan-cobaan pun perlu agar Tuhan menguji kamu dan melihat siapakah yang benar-benar dalam pengakuan bai’at-nya dan siapa pula yang berbohong. Orang yang tergelincir karena sesuatu percobaan, ia sedikit pun tidak akan merugikan Tuhan, melainkan kesialannya itu hanya akan menyampaikannya ke neraka. Seandainya ia tidak terlahir, maka itu akan lebih baik baginya. Tetapi orang-orang yang sabar hingga akhir, mereka akan ditimpa oleh goncangan bala musibah, diserang oleh kemalangan demi kemalangan, ditertawakan dan diperolokkan oleh orang-orang, dibenci dan dicaci-maki oleh dunia; pada akhirnya merekalah yang akan menang. Pintu-pintu keberkatan akan dibukakan bagi mereka. Tuhan berfirman kepadaku, bahwa aku harus memberitahu Jemaat-ku, bahwa mereka yang beriman, dan keimanan mereka tidak dicampuri oleh pertimbangan-pertimbangan keduniawian, iman yang bersih dari noda kemunafikan dan kepengecutan, dan iman yang tidak memiliki kekurangan derajat keitaatan, maka orang-orang yang seperti demikian inilah yang disukai oleh Tuhan. Dan Tuhan berfirman bahwa inilah orang-orang yang kedudukannya berada pada derajat kebenaran.

Wahai orang-orang yang mendengar, dengarkanlah! Apakah gerangan yang dikehendaki Tuhan darimu? Segala yang Dia kehendaki darimu hanyalah kamu hendaknya menjadi kepunyaan-Nya dan kamu tidak mempersekutukan sesuatu apa jua pun dengan Dia, tidak di langit dan tidak pula di bumi. Tuhan kita adalah Tuhan yang sekarang

halaman-14

pun masih hidup seperti dahulu Dia hidup. Sekarang pun masih berkata-kata seperti dahulu Dia selalu berkata-kata. Sekarang pun masih mendengar seperti dahulu Dia selalu mendengar. Adalah keliru pendapat orang yang mengatakan bahwa di zaman ini Dia hanya dapat mendengar, tetapi tidak lagi berkata-kata; melainkan Dia tetap mendengar dan tetap pula berkata-kata. Semua sifat-sifat-Nya adalah kekal dan abadi. Tidak ada satu pun dari sifat-sifat-Nya yang berhenti atau tidak bekerja lagi, tidak sekarang dan tidak akan pernah berhenti hingga kapan pun. Dia Esa, Tunggal, tidak ada sekutu-Nya. Tidak beranak dan tidak pula beristri. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia. Dia itu istimewa dalam arti bahwa tidak ada satu sifat pun yang secara khusus dimiliki oleh siapa pun selain hanya oleh Dia. Tidak ada yang menyamai-Nya. Tidak ada yang memiliki sifat seperti sifat-Nya. Tidak ada kekuatan-Nya yang kurang dari kesempurnaan. Dia dekat, namun Dia jauh, dan Dia jauh namun Dia dekat. Dia menampakkan diri-Nya kepada Ahli Kasyaf [17]. Dia tidak bertubuh dan tidak pula memiliki rupa. Dia di atas segala sesuatu, tetapi tidak pula dapat dikatakan bahwa ada pula sesuatu yang lain di bawah-Nya. Dia berada di ‘Arasy [18] tetapi tidak dapat dikatakan bahwa Dia tidak ada di bumi. Dia adalah himpunan dari semua sifat kesempurnaan dan tempat zahir segala pujian yang

halaman-15

sejati. Dia adalah Sumber segala kebaikan dan Dia meliputi segala kekuasaan dan Dia Sumber terbitnya segala Karunia. Dia adalah Wujud yang kepada-Nya segala sesuatu akan kembali. Dia adalah Pemilik semua kerajaan. Dia memiliki segala sifat Kesempurnaan dan Dia Suci dari segala cacat, ketidaksempurnaan dan kelemahan. Adalah hak Dia semata bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit harus menyembah Dia. Tidak ada suatu pun yang mustahil bagi Dia. Semua ruh dengan segala kemampuannya dan semua partikel dengan segala bakat-bakatnya adalah milik Dia dan ciptaan-Nya semata. Tidak ada sesuatu pun yang dapat berwujud tanpa Dia. Dia menampakkan diri-Nya melalui kekuatan-Nya, kemahakuasaan-Nya dan tanda-tanda-Nya. Kita dapat mencapai-Nya melalui perantaraan Dia sendiri. Dia senantiasa menampakkan wujud-Nya kepada orang yang benar dan kepada mereka Dia menunjukkan kemahakuasaan-Nya. Inilah satu-satunya cara melalui perantaraan mana Dia dapat dikenal, dan dengan perantaraan-Nya juga jalan yang disukai-Nya dapat diketahui.

Dia melihat tidak dengan mata jasmani dan Dia mendengar tidak dengan telinga jasmani. Dia berkata-kata tidak dengan lidah jasmani. Begitu pula mengadakan yang “tiada” menjadi “ada” adalah pekerjaan-Nya. Seperti kamu lihat pemandangan dalam mimpi tanpa suatu bahan benda pun dijadikan-Nya sebuah alam, dan tiap yang fana dan tidak berwujud itu dapat diwujudkan-Nya. Ringkasnya, begitulah semua kudrat-Nya. Amat bodohlah orang yang tidak percaya kepada kudrat-Nya, dan butalah orang yang tidak tahu kepada kekuatan-kekuatan-Nya yang amat dalam itu. Dia dapat mengerjakan apa jua pun asal tidak bertentangan dengan kemahaan-Nya atau yang berlawanan dengan janji-Nya. Dia Tunggal dalam Zat-Nya, dalam sifat-Nya, dalam perbuatan-Nya dan dalam kudrat-Nya. Semua pintu untuk

halaman-16

sampai kepada-Nya telah tertutup, kecuali sebuah pintu yang dibukakan oleh Al-Quran Majid. Dan semua kenabian dan semua Kitab-kitab yang terdahulu tidak perlu lagi diikuti, sebab kenabian nabi MuhammadSaw mengandung dan meliputi kesemuanya itu. Selain melalui ini (kenabian nabi MuhammadSaw) semua jalan telah tertutup. Semua dan setiap kebenaran yang menuju kepada Tuhan hanya terdapat di dalamnya (Kitab Suci Al-Quran). Sesudahnya tidak akan pernah datang lagi kebenaran baru; dan tidak pula sebelumnya ada suatu kebenaran yang tidak terdapat di dalamnya. Oleh karena alasan inilah, bahwa semua kenabian telah berakhir dengan datangnya kenabian ini. Memang sudah sepantasnya demikian, sebab sesuatu yang ada permulaannya, tentu ada pula kesudahannya. Akan tetapi kenabian nabi MuhammadSaw ini, aliran air ruhaninya tidak akan pernah berkurang. Malahan aliran air keruhaniannya jauh melebihi aliran keruhanian semua kenabian lainnya. Mengikuti kenabian nabi MuhammadSaw ini, adalah jalan yang paling mudah yang melalui jalan mana seseorang dapat sampai kepada Tuhan. Taat kepada kenabian ini akan mendapatkan hadiah kelezatan cinta Allah Ta’ala dan hadiah bercakap-cakap dengan Dia yang jauh lebih besar dari yang dulu-dulu. Tetapi seorang pengikut nabi MuhammadSaw yang sesempurna-sempurnanya tidak dapat disebut Nabi, karena kalau demikian, itu akan berarti sebuah penghinaan terhadap kenabian nabi MuhammadSaw yang telah mutlak dan sempurna. Namun demikian, berkenaan dengan dia (seorang pengikut sejati nabi MuhammadSaw)dua istilah ummati [19] dan Nabi [20] secara tepat dapat diterapkan kepadanya. Karena dengan

halaman-17

demikian di dalamnya tidak akan ada penghinaan terhadap kesempurnaan kenabian nabi MuhammadSaw; bahkan berkat aliran air kerohanian nabi MuhammadSaw, pancaran cahaya kenabian beliauSaw. semakin tampak jauh lebih terang benderang dan gemerlap gilang gemilang. [21]. Dan ketika “berkata-kata dan berbicara dengan Tuhan” itu mencapai tingkatan tertinggi dari kesempurnaan, baik dipandang dari segi kualitas maupun kuantitas, dan di dalamnya tidak ada lagi cacat dan kekurangan, dan baik secara nyata maupun tersembunyi perkataannya mengandung kabar-kabar ghaib, maka yang demikian itu dalam kata lain disebut nubuwwat atau kenabian. Semua Nabias. sepakat mengenai hal ini. Jadi tidaklah mungkin, bahwa kaum yang mengenainya telah difirmankan oleh-Nya:

(arab) [22]

dan yang kepadanya diajarkan doa:

(arab) [23]

di antara para pengikutnya tidak ada yang dapat mencapai pangkat yang tinggi ini, dan tidak seorang pun di antaranya yang mendapat martabat ini. Jika demikian halnya, maka itu

halaman-18

bukanlah satu-satunya cacat, yakni Umat Muhammadiyah [24] tidak sempurna dan tidak cakap, dan semua orang yang mengikuti Islam adalah orang buta secara rohani. Melainkan ada pula cacat yang lainnya lagi, yaitu daya alir air rohani Yang Mulia RasulullahSaw pun terdapat aib dan cacatnya, dan Quwwat Qudsiyah [25] beliau pun akan dianggap tidak sempurna. Bersama dengan ini, doa yang orang-orang Islam diperintahkan untuk membacanya dalam sembahyang lima waktu itu, menjadi tidak berguna. Kebalikannya akan ada pula cacat tambahan lainnya yaitu jika seorang pengikut umat ini mungkin saja secara langsung dapat mencapai martabat Kamāl [26] ini, tanpa harus mengikuti sepenuhnya cahaya Nubuwwat Muhammadiyah, maka makna dan pengertian Khātaman Nubuwwat [27] menjadi tidak berarti. Maka, untuk menghindarkan dua kesulitan ini, Allah Ta’ala menganugerahkan kehormatan “Mukalamah Mukhāthabah” -berwawancakap dan berbicara dengan Tuhan, melalui wahyu yang sempurna, suci dan mulia kepada beberapa orang dari antara umat ini yang benar-benar telah mem-fana-kan dirinya kepada wujud RasulullahSaw. (Fanā fir Rasūl) hingga tidak ada lagi hijab penghalang antara mereka dengan beliauSaw.. Mereka menjadi perwujudan dari inti dan makna kata “ummati” serta arti menta’ati RasulullahSaw. benar-benar diperoleh dalam diri mereka dalam arti yang sesempurna-sempurnanya, sedemikian rupa hingga wujud mereka sudah bukan wujud mereka lagi, melainkan telah hilang sirna dalam wujud ke-fana-an kepada Yang Mulia Rasulullah Saw,

halaman-19

sedemikian rupa hingga di dalam cermin penyatuan total diri mereka itu, bayangan wujud RasulullahSaw. benar-benar tampak dan bersamaan dengan ini mereka dianugerahi pula karunia “Makalamah Mukhāthabah Ilahiah”, berkata-kata, berbicara dengan Tuhan dalam cara yang sesempurna-sempurnanya seperti para Nabi lainnya. Demikianlah gambaran bagaimana beberapa pribadi dari antara umat ini, meskipun mereka hanya menjadi “ummati” namun telah memperoleh karunia pangkat kenabian. Karena kenabian yang seperti ini tidak punah dari kenabian Nabi MuhammadiSaw.. Bahkan kalau diperhatikan dengan benar-benar, kita jumpai tidak ada yang lain selain kenabian Nabi MuhammadSaw. saja yang saat ini masih zahir dalam satu corak yang baru. Inilah arti perkataan Yang Mulia RasulullahSaw. yang disabdakan oleh beliau berkenaan dengan Al-Masih Mau’udas. yakni:

(arab) [28]

Yaitu: Ia, Al-Masih Yang Dijanjikan itu, Nabi dan ummati juga. Karena jika tidak, orang lain yang bukan pengikut RasulullahSaw. sama sekali tidak akan dapat mencapai kedudukan setinggi ini. Berbahagialah dia yang memahami rahasia ini agar ia dapat menyelamatkan dirinya dari kebinasaan. Allah Ta’ala telah mewafatkan Nabi lsaas. seperti yang telah dinyatakan dengan tegas dan jelas oleh firman Allah Ta’ala:

(arab) [29]

halaman-20

Arti ayat ini bersama ayat-ayat lainnya yang berkaitan ialah: “Pada hari kiamat Allah Ta’ala akan bertanya kepada Isaas, adakah engkau yang memberi pelajaran kepada umat engkau, bahwa jadikanlah engkau dan ibu engkau sebagai Tuhan selain dari Allah?” Maka ia, Isaas, akan menjawab: “Selama aku tinggal di antara mereka, akulah yang jadi saksi dan jadi penjaga mereka dan sesudah Engkau wafatkan aku, aku tidak tahu lagi ke mana mereka tersesat.”

Sekarang kalau ada yang mau, ayat “falammā tawaffaitanī” akan diartikannya, “Ketika Engkau sudah wafatkan aku.” Dan kalau ia tidak hendak berhenti dari keras kepalanya yang tidak pada tempatnya, ayat ini akan diartikannya, “Ketika Engkau naikkan daku beserta tubuh kasarku ke langit”

Alhasil, Meskipun bagaimana juga, dari ayat ini teranglah bahwa Nabi Isaas tidak akan datang ke dunia untuk kedua kali. Karena kalau beliau datang ke dunia sekali lagi sebelum kiamat dan berupaya memecah salib, maka tak akan mungkin Isaas, yang sebagai Nabi dari Tuhan, akan terang-terangan berdusta di hadapan Allah Ta’ala pada Hari Kiamat dengan berkata, “Aku tidak tahu-menahu bahwa sepeninggalku umatku telah memegang akidah yang salah ini, yaitu aku dan ibuku dijadikan Tuhan oleh mereka!” Apakah orang yang dua kali datang ke dunia dan tinggal 40 tahun lamanya di dunia, dan mengadakan beberapa perlawanan dengan orang-orang Kristen serta disebut Nabi, dapat berdusta demikian kotornya dengan mengatakan, “Saya sedikit pun tidak tahu menahu?” Jadi, bila ayat ini menghambat kedatangan Nabi Isaas untuk kedua kalinya (kalau tidak, ia akan dipandang pendusta), maka seandainya beliau bersama jasad kasarnya berada di langit dan menurut kenyataan ayat ini sampai Hari Kiamat tidak akan turun ke bumi; apakah beliau akan meninggal di langit dan kuburan beliau pun ada di sana juga? Akan tetapi

halaman-21

meninggal di langit berlawanan benar dengan ayat:

(arab) [30]

Dengan itu nyatalah, bahwa beliau tidak naik ke langit dengan tubuh kasar, malah sesudah meninggalnya baru naik kesana. Bila sudah begitu jelas diputuskan oleh Kitabullah tetapi masih dibantah juga, maka kalau bukan maksiat namanya, apa lagi?

Sekiranya aku tidak datang, maka hanya kekhilafan ijtihad saja masih dapat dimaafkan. Tetapi karena aku sudah datang dari Tuhan dan arti yang sebenarnya dari AlQuran Syarif telah terbuka, maka kalau tidak juga hendak meninggalkan kesalahan, itu bukanlah sikap keimanan. Untukku telah zahir tanda-tanda dari Tuhan, baik di langit maupun di bumi. Masa seperempat abad hampir pula lewat dan beribu-ribu tanda telah terbukti, sedang umur dunia pun telah mulai memasuki ribu yang ketujuh. Sekarang pun kalau tidak juga hendak menerima kebenaran, maka alangkah kerasnya hati itu! Perhatikanlah! Aku berseru dengan suara keras, bahwa tanda-tanda dari Tuhan sampai kini belum habis. Sesudah tanda yang pertama, yaitu gempa yang terjadi pada tanggal 4 April 1905 yang sudah dikabarkan beberapa lama sebelumnya, Allah Ta’ala memberitahukan pula kepadaku, bahwa akan datang pula dalam musim bunga satu gempa yang hebat. Yaitu suatu hari di musim bunga. Belum diketahui entah di permulaannya, di waktu pohon-pohon mulai berdaun, atau di pertengahannya atau di hari penghabisannya. Wahyu Ilahi itu berbunyi:

(urdu) [31]

halaman-22

Karena gempa yang pertama pun dalam musim bunga, sebab itu Tuhan memberitahukan, bahwa gempa yang kedua pun akan kejadian di musim bunga pula. Dan karena di akhir bulan Januari sebagian pohon-pohon telah mulai berdaun, sebab itu dari bulan ini sudah mulai tiba hari ketakutan, dan biasanya musim ini terus sampai akhir bulan Mei. [32]

Tuhan berfirman:

(arab)

Yaitu, gempa itu akan menyerupai Hari Kiamat. Dan Firman-Nya lagi:

(arab) [33]

Artinya: “Untuk engkau Kami akan memperlihatkan Tanda-tanda; gedung-gedung yang mereka tegakkan akan terus Kami hancurkan.”

Dan lagi Tuhan berfirman:

(urdu) [34]

Artinya: “Gempa yang dahsyat akan datang, dan akan menjungkir-balikkan Bumi.”

Yakni, satu gempa yang amat hebat akan datang dan beberapa bagian bumi akan dijungkir-balikkan sebagaimana

halaman-23

yang pernah terjadi di zaman Nabi Luthas. Kemudian Tuhan berfirman lagi:

(arab)

Yakni: ”Aku akan datang bersama balatentara dengan sekonyong-konyong.”

Seorang pun tidak mengetahui hari itu. Seperti kampung Nabi Luthas. sebelum dijungkir-balikkan, seorang pun tiada yang mengetahui. Semuanya sedang bersenang-senang makan-minum, bergembira ria lalu tiba-tiba bumi dijungkir-balikkan Tuhan. Tuhan berfirman, begitulah juga di sini, karena dosa sudah melewati segala batas dan manusia sudah terlampau tergila-gila oleh kecintaan kepada dunia dan jalan menuju Allah Ta’ala sudah dipandang dengan pandangan hina. Allah Ta’ala berfirman:

(urdu) [35]

“Seluruh kehidupan akan berakhir”

Kemudian Tuhan berfirman lagi kepadaku:

Artinya: “Tuhan engkau berkata, suatu Amr [36] akan turun dari langit yang karenanya engkau akan dibuat bahagia. Ini adalah Rahmat dari Kami; ini adalah suatu hal yang sudah ditetapkan sejak semula. Mestilah langit bertahan dahulu sebelum kabar-ghaib ini tersiar di antara bangsa-bangsa. Adakah yang mau percaya kepada perkataan Kami? Ya, hanya orang yang berimanlah yang akan berbahagia!”

halaman-24

Perhatikanlah! Pemberitahuan ini bukanlah untuk menyiarkan kegemparan, melainkan sebuah ikhtiar untuk menghadang bahaya yang akan datang, supaya jangan ada yang binasa karena tuna pengetahuan. Tiap-tiap hal bergantung pada niat. Niat kami bukanlah untuk menyakiti, malah untuk menghindarkan bahaya. Orang yang bertobat akan diselamatkan dari azab Tuhan. Akan tetapi orang yang malang, yang tidak mau bertobat dan tidak pula mau meninggalkan majelis tempat berolok-olok dan tidak hendak berhenti dari kejahatan dan dosa, maka hari kebinasaan mereka telah dekat, karena perbuatan jahat mereka yang terang-terangan itu dalam pandangan Tuhan patut dihukum. Di sini ada satu hal lagi yang patut aku sebutkan, yaitu seperti yang telah aku terangkan dahulu, bahwa Tuhan telah memberitahukan kepadaku perihal wafatku. Tuhan berfirman kepadaku tentang umurku, yaitu:

(urdu) [37]

Kemudian berfirman lagi:

(urdu) [38]

Ini merupakan isyarat kepada kenyataan yang tidak bisa dihindari bahwa sebelum aku wafat, dunia harus “mengalami beberapa kejadian, dan beberapa keajaiban kudrat akan nampak, supaya dunia bersedia mengalami satu revolusi. Sesudah terjadi revolusi itu barulah aku wafat.

Kepadaku diperlihatkan sebuah tempat, yaitu inilah tempat kuburan engkau. Aku melihat seorang malaikat

halaman-25

sedang mengukur tanah. Sesudah sampai ke sebuah makam, ia berkata kepadaku: “Inilah tempat pekuburan engkau.” Kemudian di sebuah tempat kepadaku diperlihatkan sebuah pekuburan yang lebih berkilat dan perak dan semua tanahnya dari perak. Dikatakan kepadaku: “Inilah kuburan engkau!” Dan diperlihatkan pula sebuah tempat kepadaku. Tempat itu dinamai “Behishti Maqbarah” [39], dan dinyatakan bahwa ini adalah pekuburan orang-orang saleh dari antara para anggota Jemaat yang ditakdirkan akan menjadi penghuni Surga.

Sejak itulah jadi pikiranku, supaya dibeli sebidang tanah untuk Jemaat sengaja untuk pekuburan. Tetapi karena tanah yang bagus dan pantas sangat mahal harganya, oleh sebab itu cita-cita ini sejak beberapa lama tidak dapat dilaksanakan. Sekarang sesudah saudara kita Maulvi Abdul Karim Sahib wafat, lagi pula telah berturut-turut wahyu Ilahi tentang wafatku, maka aku rasa sudah sepatutnya diusahakan dengan segera suatu pekuburan. Sebab itu untuk keperluan ini aku hibahkan tanah kepunyaanku di dekat kebun kami yang harganya tidak kurang dari seribu rupees. Serta aku berdoa, semoga Tuhan akan memberi berkat di dalamnya dan akan menjadikannya Behishti Maqbarah (Pekuburan Ahli Surga). Dan hendaknya pekuburan ini akan menjadi makam peristirahatan bagi warga Jemaat ini yang bersih hatinya, dan betul-betul telah mendahulukan agama dari pada dunia, sudah meninggalkan cinta kepada dunia, dan semata-mata untuk Tuhan, serta mengadakan perobahan suci di dalam dirinya, dan memperlihatkan contoh kesetiaan dan kebenaran seperti sahabat-sahabat Yang Mulia RasulullahSaw. Aamin, ya Rabbal ‘alamin!

Aku berdoa sekali lagi: “Wahai Tuhanku Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah! Berikanlah pekuburan ini khusus

halaman-26

‫‪kepada‬‬ ‫‪orang-orang‬‬ ‫‪dari‬‬ ‫‪Jemaatku‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪berhati‬‬ ‫‪suci,‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪benar-benar‬‬ ‫‪telah‬‬ ‫‪menjadi‬‬ ‫‪milik‬‬ ‫‪Engkau‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪di‬‬ ‫‪dalam‬‬ ‫‪amalan-amalannya‬‬ ‫‪tidak‬‬ ‫‪tercampur‬‬ ‫‪dengan‬‬ ‫‪kecintaan‬‬ ‫‪kepada‬‬ ‫‪keduniawian.‬‬ ‫‪Aamin.‬‬

‫‪Lagi‬‬ ‫‪aku‬‬ ‫‪berdoa‬‬ ‫‪untuk‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪ketiga‬‬ ‫‪kalinya:‬‬ ‫‪“Wahai‬‬ ‫‪Tuhanku‬‬ ‫‪Yang‬‬ ‫‪Mahakuasa‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪Maha‬‬ ‫!‪Pemurah‬‬ ‫‪Wahai‬‬ ‫‪Tuhanku‬‬ ‫‪Yang‬‬ ‫‪Maha‬‬ ‫‪Pengampun‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪Maha‬‬ ‫!‪Penyayang‬‬ ‫‪Anugerahkanlah‬‬ ‫‪pekuburan‬‬ ‫‪ini‬‬ ‫‪di‬‬ ‫‪sini‬‬ ‫‪hanya‬‬ ‫‪bagi‬‬ ‫‪mereka‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪memiliki‬‬ ‫‪iman‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪sejati‬‬ ‫‪kepada‬‬ ‫‪Pesuruh‬‬ ‫‪Engkau‬‬ ‫‪ini‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪tidak‬‬ ‫‪menaruh‬‬ ‫‪sifat‬‬ ‫‪kemunafikan,‬‬ ‫‪hawa‬‬ ‫‪nafsu,‬‬ ‫‪keragu-raguan‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪buruk‬‬ ‫‪sangka‬‬ ‫[40]‬‬ ‫‪di‬‬ ‫‪dalam‬‬ ‫‪hatinya.‬‬ ‫‪Dan‬‬

halaman-27

yang menjalankan tuntutan iman dan itaat yang sebenar- benarnya. Dan dalam hatinya telah menyerahkan jiwanya untuk Engkau dan dalam jalan Engkau, yang Engkau ridha kepada mereka dan Engkau tahu, bahwa mereka betul-betul fana dalam mencintai Engkau, dan perhubungan mereka dan Rasul Engkau adalah perhubungan yang bersemangat dan kecintaan yang disertai kesetiaan, penuh kehormatan dan Iman yang dicerahkan [41] . Amin Ya Rabbal’alamin!”

halaman-28

Karena aku telah menerima banyak sekali kabar suka berkenaan dengan pekuburan ini, dan bukan saja Tuhan berfirman bahwa ini adalah Behishti [42], melainkan Dia bahkan berfirman:

(arab)

Yakni segala macam Rahmat telah diturunkan dalam pekuburan ini, dan tiada suatu Rahmat pun yang tidak diterima oleh orang-orang yang berkubur di sini; sebab itu Tuhan mencondongkan hatiku dengan wahyu khafi-Nya, [43] supaya diadakan syarat-syarat untuk pekuburan ini. Dan hanya orang-orang yang memenuhi syarat-syarat tersebut dengan benar dan penuh kejujuran, yang dapat memasukinya. ‫Syarat-syarat itu ada tiga, yang harus dipenuhi oleh semua.

Pertama, tanah pekuburan yang ada ini dari aku, sebagai sumbanganku. Tetapi untuk keluasan lahannya harus dibeli tanah sedikit lagi, yang harganya menurut taksiran seribu rupees. Supaya indah kelihatannya haruslah menanam pohon-pohon dan menggali sebuah sumur. Sebelah utara pekuburan ini ada jalan lalu-lintas yang umumnya digenangi air; sebab itu di sana harus diadakan jembatan. Untuk ongkos-ongkos keperluan ini dibutuhkan dua ribu rupees. Jadi jumlah tiga ribu rupees, yang akan dibelanjakan untuk menyelesaikan semua pekerjaan itu.

(1) Syarat pertama ialah, tiap-tiap orang yang hendak dikubur di pekuburan ini hendaklah ia memberikan sumbangan menurut keadaannya untuk menutupi keperluan-keperluan tadi. Candah (iuran) ini hanya diminta dari orang-orang ini, tidak dari orang lain, untuk sementara Candah ini harus disampaikan

halaman-29

kepada saudara kita yang mulia Maulvi Nuruddin Sahib. Tetapi jika Allah menghendaki, maka silsilah ini akan berjalan terus sepeninggal kita semua. Dalam hal ini haruslah ada suatu Anjuman [44] (Badan) yang akan mengatur bagaimana pantasnya pembelanjaan uang yang terkumpul, yang dalam sewaktu-waktu dari Candah ini guna meninggikan kalimah Islam dan guna penyiaran Tauhid Ilahi. [16]

(2) Syarat Kedua, ialah di antara semua Jemaat yang dapat dikubur di pekuburan ini hanyalah orang yang berwasiat, bahwa sesudah ia meninggal, sepersepuluh dari harta peninggalannya akan dipergunakan untuk penyiaran Islam dan pentablighan dan penyebarluasan Ilmu Al-Quran sesuai petunjuk silsilah ini. Kepada tiap-tiap orang yang benar dan sempurna imannya ada kelonggaran, bahwa ia boleh menuliskan lebih dari itu dalam wasiatnya, tetapi kurang dari itu tidak boleh . Pemasukan uang ini akan diserahkan kepada sebuah Badan yang terpercaya dan berpengetahuan. Mereka dengan persetujuan bersama menurut petunjuk-petunjuk yang tersebut di atas akan membelanjakannya guna kemajuan Islam, penyiaran ilmu Al-Quran dan kitab-kitab agama serta untuk mubaligh-mubaligh silsilah ini.

Perjanjian Allah Ta’ala ialah, bahwa Dia akan memberi kemajuan kepada silsilah ini, sebab itu ada harapan, bahwa untuk menyiarkan Islam harta serupa ini akan banyak terkumpul. Dan tiap urusan yang termasuk dalam bahan-bahan penyiaran Islam, yang bukan waktu sekarang untuk menerangkan segalanya,

halaman-30

semuanya itu akan diselenggarakan dengan harta ini. Dan bila pengurus-pengurus yang mengurus pekerjaan ini meninggal dunia, maka pengganti- pengganti mereka pun berkewajiban seperti itu juga; yaitu menyelenggarakan semua pekerjaan ini menurut petunjuk-petunjuk Silsilah Ahmadiyah. [45] Dari harta ini ada juga hak anak-anak yatim, hak orang-orang miskin dan hak orang-orang yang baru masuk Islam, yang tidak mempunyai pencaharian cukup, yang masuk dalam Jemaat Ahmadiyah. Dibolehkan mengembangkan harta itu dengan jalan perniagaan. Janganlah menyangka bahwa ini hanya lamunan belaka; bahkan ini adalah rencana dan Dzat Yang Mahakuasa, Yang Merajai bumi dan langit itu. Aku tidak memikirkan bagaimana harta itu dapat terkumpul dan bagaimana Jemaat serupa ini bisa terjadi, yang dengan semangat keimanannya dapat mempertunjukkan usaha segagah ini. Yang jadi pikiranku ialah orang-orang yang diserahi harta ini kemudian hari sesudah zaman kita, jangan- jangan mereka tergelincir karena melihat harta yang begitu banyaknya dan hati mereka lekat pada dunia. Sebab itu aku mendoa, mudah-mudahan selamanya diperoleh orang-orang yang jujur dalam silsilah ini, yang bekerja hanya semata-mata untuk Allah. Ya, dibolehkan bagi mereka yang tidak punya penghasilan untuk diberi dari harta ini sebagai bantuan belanja.

(3) Syarat ketiga ialah orang yang akan dikubur dalam pekuburan ini hendaknya orang-orang mutaki, menjauhi segala yang haram, tidak berbuat Syirik [46]

halaman-31

dan Bid’ah [47], muslim yang benar dan bersih.

(4) Tiap orang-orang saleh yang tidak memiliki harta dan tidak dapat memberikan sumbangkan harta (kepada Jemaat), kalau benar terbukti bahwa ia selalu mewakafkan hidupnya untuk agama serta ia seorang yang saleh, maka ia dapat dikebumikan di pekuburan ini.

halaman-32

(kosong)

halaman-33

BEBERAPA PETUNJUK

(1) Tiap saudara yang hendak berwasiat menurut syarat- syarat tersebut di atas, wasiatnya itu baru diurus sesudah ia meninggal. Tetapi mestilah ia menulis wasiatnya dan menyerahkannya kepada orang yang dipercaya oleh Jemaat untuk mengurus wasiat. Begitu pula harus dicetak dan diumumkan, karena menulis wasiat waktu akan meninggal, acapkali menghadapi kesukaran. Dan karena tanda-tanda dan bahaya-bahaya dari Langit sudah dekat harinya, sebab itu menurut pandangan Allah Ta’ala, orang yang menulis wasiatnya di waktu aman mempunyai martabat tinggi. Dalam menuliskan wasiat ini, orang yang hartanya menghasilkan keuntungan yang tetap, ganjarannya pun tetap pula seperti Amal-jariyah. [48]

(2) Tiap saudara yang berada di tempat lain yang jauh dari Qadian tapi dalam bahagian negara ini juga, ia menjalani syarat-syarat tersebut di atas, maka sesudah ia meninggal, ahli-warisnya harus meletakkan jenazahnya itu di dalam sebuah peti dan mengantarkannya ke Qadian. Kalau ada saudara yang meninggal dunia sebelum pekuburan ini selesai, yakni sebelum jembatan dan sebagainya selesai, sedang ia patut dikuburkan di pekuburan ini menurut syarat-syarat, maka seharusnya ia dikuburkan dahulu sebagai amanat di tempatnya dengan memakai peti. Kemudian bila pekuburan ini telah selesai dengan segala keperluannya, barulah jenazahnya itu dibawa ke Qadian.

halaman-34

Tetapi saudara yang dikuburkan dengan tidak memakai peti, tidak munasabah rasanya dikeluarkan lagi dari kuburannya. [49]

Hendaklah diketahui, bahwa ini adalah kehendak Allah Ta’ala bahwa orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna semuanya harus dikebumikan di satu tempat yang sama, supaya keturunan yang akan datang ketika melihat terkumpulnya mereka di satu tempat itu dapat memperkuat iman mereka. Juga supaya jasa-jasa mereka [50] yaitu pengkhidmat terhadap agama yang dilakukan oleh mereka semata-mata karena Allah, hidup selamanya dalam ingatan orang-orang.

Bilakhir, kita berdoa agar mudah-mudahan Allah Ta’ala menolong tiap-tiap yang mukhlis dalam pekerjaan ini, dan menimbulkan semangat iman pada mereka, dan menyudahi mereka dengan Husnul Khatimah. Amin!

Adalah patut, bahwa tiap-tiap saudara dari kalangan Jemaat kita yang menerima buku ini agar menyiarkannya kepada teman kerabat dan handai-taulannya, dan sedapat mungkin menyiarkannya dan menyimpannya dengan baik untuk keturunan yang akan datang. Begitu pula hendaknya ia menerangkannya kepada orang-orang yang antipati dengan

halaman-35

cara lemah-lembut dan sopan-santun serta tinggal sabar atas celaan orang-orang yang mencela, dan terus-teruslah berdoa.

Dan sebagai penutup doa kami ialah, Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin!

Yang lemah, Penulis

Hamba yang senantiasa membutuhkan Allah Ta’ala, Dzat Tempat Berlindung Yang Kekal.

Mirza Ghulam Ahmad

Semoga Allah senantiasa melindunginya dan menolongnya.

20 Desember 1905

halaman-36

(syair urdu)

halaman-37

Awas! Hai orang-orang yang sangat waspada dan suci secara alami

Dalam keserakahanmu terhadap dunia ini, janganlah merusak imanmu.

Janganlah kamu ikatkan hatimu ke tempat persinggahan sementara ini,

Karena dibalik kesenangannya, tersembunyi ratusan kesengsaraan.

Kalau saja kamu memiliki telinga untuk mendengar;

Maka kamu akan menangkap suara dari nyanyian dalam kuburan:

“Wahai calon mangsaku; Jangan menderita atas urusan dunia yang kotor ini.”

Semua orang yang terpikat oleh dunia yang malang ini, Adalah sandera kesengsaraan, ujian dan godaan.

Selamatlah dia yang selalu memikirkan kematiannya Yaitu yang membebaskan diri dari dunia ini dan bergegas mengikuti jalan kebenaran.

Bahkan sebelum kematiannya, ia memulai perjalanannya menuju sang Sahabat;

Ia mengucapkan selamat tinggal kepada dunia dan segala yang ada di dalamnya.

Ia siap untuk berangkat menuju akhirat; Sambil membuang segala hal yang bersifat duniawi.

Karena urusan kehidupan ini sangat rahasia dan misterius;

Maka lebih baik bagimu memisahkan dirimu dari tempat ini.

halaman-38

Anakku sayang! Neraka yang Al-Qur’an Suci katakan, Ialah tidak lain melainkan keserakahan akan dunia ini.

Karena pada akhirnya seseorang harus mengucapkan selamat tinggal kepada dunia ini;

Dan, cepat atau lambat, harus menempuh perjalanan ini.

Maka mengapa orang yang bijak harus mengikatkan hatinya kepada kebun;

Yang bunga-bunganya menjadi mangsa angin musim gugur?

Hanyalah kebodohan, mengikatkan hati kepada wanita yang tunasusila ini,

Karena ia adalah musuh keimanan, kebenaran, dan kesucian.

Apa gunanya memiliki kekasih yang bermuka dua seperti ini,

Siapa yang membunuhmu pada saat damai dan saat perang?

Mengapa kamu tidak jatuh cinta kepada kekasih;

Yang cintanya dapat membebaskan kamu dari belenggu rantai berat?

Pergilah, dan pikirkanlah tujuan akhirmu, wahai pemberontak!

Dengarkan Sa’di, jika kamu tak mau mendengarkanku.

Saat kematianmu akan menjadi saat yang membahagiakan;

Asalkan kamu mati dalam kebajikan.

halaman-39

Lampiran Risalah Al-WASIAT

[51]

Ada beberapa hal penting yang patut diumumkan bersangkutan dengan risalah Al-Wasiat, yang dicantumkan di bawah ini.

(1) Pertama, sebelum Pengurus Anjuman Karpardaz Masaleh Qabristan (Badan Urusan Pekuburan) [52] mengumumkan bahwa pekuburan dengan segala keperluannya telah selesai, tidak dibolehkan membawa jenazah yang memenuhi syarat-syarat risalah Al-Wasiat untuk dikuburkan ke Qadian. Pembuatan jembatan dan keperluan-keperluan lainnya harus selesai lebih dahulu. Sementara itu jenazah dengan memakai peti dikubur di pekuburan lain sebagai titipan.

(2) Setiap orang yang berikrar hendak memenuhi syarat- syarat yang tertuang dalam risalah Al-Wasiat, ia harus membuat pernyataan tertulis, disaksikan oleh 2 orang saksi, dan menyerahkan dokumen pernyataannya kepada Badan Anjuman ini dalam keadaan ia sadar jasmani dan rohani. Dan dengan jelas dituliskan, bahwa ia mewasiatkan atau mewakafkan 1/10 dari semua harta- bendanya yang bergerak dan yang tidak bergerak untuk penyiaran tujuan-tujuan Silsilah Ahmadiyah, dan mestilah diumumkan sekurang-kurangnya dalam dua buah surat kabar.

halaman-40

(3) Kewajiban Badan ini ialah memeriksa pertelaan wasiat itu menurut Undang-undang Negara dan Undang- undang Syari’at [53] dengan cara memuaskan, kemudian memberikan kepada yang berwasiat sepucuk surat tanda-bukti yang ditandatangani dan dibubuhi cap. Dan bila satu jenazah dibawa ke pekuburan ini menurut Undang-undang tersebut di atas, maka surat tanda-bukti tadi harus diperlihatkan kepada Badan ini. Kemudian barulah jenazah itu dikuburkan di tempat ini menurut petunjuk dan pilihan tempat Badan ini.

(4) Dalam pekuburan ini anak-anak yang belum baligh tidak akan dikuburkan (di pekuburan ini), kecuali dalam keadaan luar biasa yang ditetapkan oleh Badan ini; karena mereka memang ahli Surga. Begitu pula sanak- keluarga jenazah yang telah berkubur dalam pekuburan ini tidak dibolehkan di kubur di sini, kecuali kalau ia sendiri memenuhi syarat-syarat risalah Al-Wasiat itu.

(5) Tiap jenazah yang meninggal bukan di tanah Qadian, tidak boleh dibawa ke Qadian dengan tidak memakai peti. Juga harus memberitahukan sekurang-kurangnya sebulan sebelumnya, supaya kalau ada halangan yang tiba-tiba bertalian dengan pekuburan, maka Badan ini dapat membereskannya dan memberi izin membawa jenazah itu.

(6) Kalau seorang saudara —mudah-mudahan jangan ada, —meninggal karena terserang Pes, sedang ia memenuhi semua syarat risalah Al-Wasiat, maka mestilah ia dikuburkan untuk sementara sebagai amanat di sebuah tempat yang terpisah, dengan memakai peti dua tahun lamanya. Sesudah dua tahun lewat barulah jenazah itu boleh dibawa pada ketika di tempatnya dan di Qadian

halaman-41

tidak berjangkit Pes.

(7) Haruslah diperhatikan, bahwa tidak cukup kiranya hanya dengan memberikan sepersepuluh dari hartanya yang bergerak dan yang tidak bergerak, malah perlu orang yang berwasiat itu hendaknya sekuat-tenaganya menjalankan hukum-hukum Islam, selalu berikhtiar dalam hal ketakwaan dan kesucian, muslim yang mengakui hanya satu Tuhan saja dan beriman dengan sebenar-benarnya kepada Rasul-Nya, juga tidak suka merampas hak-hak orang lain.

(8) Kalau seorang saudara berwasiat sepersepuluh dari harta bendanya, dan kebetulan meninggal, umpamanya terbenam dalam sungai atau meninggal di suatu negara yang dari sana jenazahnya tidak dapat dibawa, maka wasiatnya tetap berlaku, dan dalam pandangan Allah sama juga seperti ia dikubur dalam pekuburan ini. Dan seharusnya dibuat sebuah nisan terbuat dari bata atau batu, yang bertuliskan keterangan tentang kejadian itu serta harus dipancangkan di atas pekuburan ini sebagai kenang-kenangan untuknya.

(9) Badan yang memegang kas ini tidak berwenang membelanjakun uang untuk keperluan lain selain tujuan- tujuan Silsilah Ahmadiyah. Di antara tujuan-tujuan itu yang paling utama ialah penyiaran Islam. Boleh juga Badan ini, dengan persetujuan semua, mengembangkan uang ini dengan jalan perniagaan.

(10) Semua anggota Badan ini hendaklah anggota-anggota Jemaat Ahmadiyah, orang yang mutaki dan jujur. Jika di kemudian hari tentang seseorang dirasa tidak mutaki atau tidak jujur atau penipu dan menaruh nafsu keduniaan dalam dirinya, maka wajiblah Badan ini, dengan tidak bertanggguh lagi, mengeluarkan orang yang demikian dari Badan ini, serta pilihlah yang lain

halaman-42

sebagai gantinya.

(11) Jika timbul perkara mengenai harta Wasiat, maka segala ongkos perkara itu harus dibayar dari harta wasiat itu juga.

(12) Jika seseorang berwasiat, kemudian karena kelemahan imannya ingkar dari wasiatnya atau berpaling dari Jemaat ini, maka meskipun menurut Undang-undang Negara, Badan ini telah menguasai hartanya, tetapi juga tidak boleh Badan ini menahan harta itu, bahkan semua harta itu harus dipulangkan, karena Tuhan tidak berhajat kepada harta seseorang, dan menurut pandangan Tuhan harta yang demikian itu makruh dan patut ditolak.

(13) Karena Badan Anjuman ini pengganti Khalifah yang ditetapkan Allah [54], sebab itu haruslah Badan ini bersih dari corak-corak keduniaan. Dan semua urusannya harus bersih dan berlandaskan kepada keadilan.

(14) Untuk membantu dan memperkuat Badan ini, dibolehkan mendirikan Badan cabangnya di luar negeri, yang tunduk di bawah petunjuk Anjuman Qadian. Jika Badan itu berada di sebuah negeri, yang dari sana tidak dapat membawa jenazah, maka kebumikanlah jenazah itu di sana. Dan untuk mengambil pahala, hendaklah orang ini sebelum wafatnya mewakafkan 1/10 dari hartanya. Dan yang menguasai harta itu ialah Badan yang ada di negeri itu. Sebaiknya, uang itu dibelanjakan untuk keperluan-keperluan agama di negeri itu juga. Boleh juga kalau dirasa perlu uang itu diberikan kepada Badan Pusat di Qadian. [55]

halaman-43

(15) Adalah wajib bagi Badan ini untuk selamanya tetap di Qadian, karena Tuhan telah memberi berkat kepada tempat ini. Dan boleh juga, kalau dirasa perlu, di masa depan mendirikan beberapa gedung yang cukup untuk pekerjaan ini.

(16) Sekurang-kurangnya dua di antara anggota Badan ini selamanya haruslah orang yang tahu benar akan ilmu Quran dan Hadits dan yang berpendidikan ilmu Arabi dan yang menekuni kitab-kitab Silsilah Ahmadiyah .

(17) Sekiranya ada, mudah-mudahan tidak ada, seseorang yang berwasiat sesuai dengan risalah Al-Wasiat kena penyakit lepra, yang keadaan jasmaninya tidak mengizinkan dibawa ke pekuburan ini, maka orang ini menurut keadaan yang nyata tidak munasabah dibawa ke pekuburan ini. Tetapi kalau ia tetap teguh dalam wasiatnya, maka ia akan mendapat martabat sama seperti orang yang berkubur di sini.

(18) Kalau ada seorang yang tidak mempunyai harta bergerak ataupun tidak bergerak, tetapi terbukti bahwa ia seorang fakir, saleh, mutaki, mukmin yang benar, tidak ada dalam dirinya kemunafikan, maka ia pun dengan izinku atau sepeninggalku oleh kesepakatan suara Badan ini boleh dikuburkan dalam pekuburan ini.

(19) Kalau ada seseorang yang ditolak oleh wahyu khas dari Allah Ta’ala, maka walaupun ia menyerahkan harta wasiat, tidak juga akan masuk dalam pekuburan ini.

(20) Perihal aku dan anak istriku telah dikecualikan oleh Allah Swt . Selain itu tiap lelaki atau perempuan haruslah menjalankan syarat-syarat ini. Orang yang mengeritik adalah munafik adanya.

Inilah syarat-syarat penting yang sudah dituliskan di atas. Di masa depan, yang akan dikubur dalam Pekuburan

halaman-44

Ahli Surga ini hanya orang yang memenuhi syarat-syarat tadi. Boleh jadi ada sementara orang yang bertabiat buruk- sangka akan menjadikan kami sasaran kecaman dalam urusan ini, dan menyangka bahwa aturan ini berlandaskan pada tujuan-tujuan nafsu atau mengatakannya bid’ah; tetapi ingatlah, bahwa ini adalah perbuatan Allah Ta’ala. Apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya. Tidak syak bahwa Dia mau memisahkan antara orang-orang munafik dan orang- orang mukmin dengan aturan ini . Kami sendiri merasa, bahwa orang-orang yang baru saja diberitahu tentang aturan Ilahi ini, dengan tidak bertangguh lagi mereka terus berpikir hendak memberi sepersepuluh dari hartanya di jalan Allah, malah lebih dari itu mereka memperlihatkan semangatnya; mereka ini membubuhi cap atas keimanannya. Allah Ta’ala berfirman:

(arab) [56]

Maksudnya: “Apakah manusia menyangka bahwa Aku akan ridha dengan hanya kata mereka, bahwa kami sudah beriman, padahal mereka belum diuji?”

Padahal ujian itu belum seberapa. Ujian kepada para sahabat ra. dahulu adalah berupa tuntutan jiwa. Mereka mengorbankan kepalanya di jalan Allah. Kemudian alangkah jauhnya dari kenyataan, pikiran yang mengatakan bahwa mengapa tidak diizinkan kepada tiap orang agar dikubur dalam pekuburan ini? Kalau benar demikian kebiasannya, mengapa di tiap zaman Allah Ta’ala mengadakan ujian? Dia di tiap zaman selalu menghendaki supaya ada pemisah antara yang buruk dengan yang baik. Sebab itu sekarang

mereka akan dibiarkan berkata, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak akan diuji?” QS. Al-Ankabut, 29:2-3. [Penterjemah]

halaman-45

pun diperbuat-Nya juga seperti itu. Allah Ta’ala di zaman Rasulullah Saw pun mengadakan juga beberapa ujian yang ringan-ringan; seperti ada aturan, seseorang tidak boleh minta nasihat apa jua kepada Rasulullah Saw sebelum menghaturkan Nadhrana (hadiah). [57] Aturan ini pun jadi juga ujian bagi orang-orang munafik. Kami sendiri merasa, bahwa dengan ujian sekarang pun orang-orang yang sangat mukhlis, yang benar-benar telah mendahulukan agama daripada dunia, akan terpisah dari orang-orang yang lain . Dan akan terbuktilah, bahwa ikrar bai’at mereka, betul-betul telah diperlihatkan mereka buktinya dan kebenarannya. Memang aturan ini amat berat dirasakan orang munafik. Dengan ini akan terbukalah aib mereka, dan sesudah mereka meninggal, biar lelaki atau perempuan, sekali-kali tidak akan bisa dikubur di pekuburan ini

(arab) [58]

Tetapi orang-orang yang memperlihatkan kegiatannya dalam pekerjaan ini akan dihitung dalam golongan orang-orang suci, dan rahmat-rahmat Allah melimpah kekal ke atas mereka selamanya

Sebagai penutup, patut pula diperhatikan, bahwa hari- hari musibat telah datang mendekat. Satu gempa hebat yang akan membolak-balikkan bumi telah mendekat. Jadi orang yang membuktikan ketidakcintaannya kepada dunia sebelum menyaksikan azab itu dan membuktikan pula bagaimana ia menjalankan perintahku ini, merekalah dalam pandangan Allah mukmin yang sebenarnya, dan dalam daftar Tuhan mereka akan dicatat sebagai Sabiqunal Awwalun orang-

halaman-46

orang yang paling di muka dan yang paling terdahulu, Aku berbta dengan sungguh-sungguh, bahwa zaman itu telah dekat ketika seorang munafik yang karena cinta kepada dunia telah menolak perintahku ini; Tatkala datang azab, mereka akan berkata dengan menyesal dan sedih: Alangkah baiknya kalau semua harta, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, aku berikan di jalan Allah, supaya aku terhindar dari azab ini. Ingatlah! Sesudah menyaksikan azab ini, iman tidak berguna sedikit juga, dan sedekah akan percuma belaka. Lihatlah! Aku memperingatkan kamu tentang azab yang sudah dekat benar. Sediakanlah dengan segera bekal yang nanti ada gunanya. Aku tidak mau mengambil harta apa jua pun dari kamu dan mengumpulkannya dalam tanganku; bahkan kamu akan menyerahkan harta itu kepada sebuah Badan guna penyiaran agama, yang buahnya kamu akan merasa kehidupan Surga. Banyak yang akan menolak perintahku ini karena cintanya kepada dunia, akan tetapi akan lekas mereka dipisahkan dari dunia dan pada saat yang penghabisan mereka akan berkata:

(arab) [59]

(arab) [60]

Penulis

Mirza Ghulam Ahmad

Al-Masih yang dijanjikan Kedatangannya oleh Allah Ta’ala.

6 Januari 1906

halaman-47

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang Kami memujinya, dan menyampaikan shalawat kepada Rasul-Nya yang Mulia Notulen Rapat Pertama

MAJLIS MU’TAMIDIN SADR ANJUMAN AHMADIYAH

Diselenggarakan tanggal 29 Januari 1906

Yang hadir:

Karena dirasa sangat perlu untuk menerbitkan beberapa petunjuk dan memberikan beberapa keputusan, serta tidak cukup waktu untuk memberitahukan kepada saudara- saudara yang berada di luar, oleh karena itu dengan seizin Hadhrat Masih Mau’ud as dengan tujuan pengesahan peraturan-peraturan, pertemuan ini diselenggarakan.

Beberapa keputusan telah diambil seperti tercantum di bawah ini:

(1) Ditetapkan, bahwa karangan “Al-Wasiat” yang dianjurkan …………. disetujui.

(2) Ditetapkan, bahwa karangan “Al-Wasiat” akan dicetak untuk sementara 800 copy. Begitu juga akan dicetak dalam surat-kabar “Al-Hakam” dan “Badar”.

(3) Ditetapkan, akan dikirim petunjuk-petunjuk yang

halaman-48

tersebut di bawah ini kepada orang-orang yang berwasiat supaya oleh mereka dijalankan, dan supaya petunjuk- petunjuk ini dicetak di bawah Formulir Al-Wasiat.

(3a) Jika perlu, orang-orang yang berwasiat boleh meminta Formulir Al-Wasiat dan menyalinnya di atas kertas biasa, dan dimana-mana tempat yang dikosongkan supaya diisi sendiri menurut keadaan masing- masing; kertasnya haruslah yang kuat.

(3b) Sedapat mungkin, wasiat hendaknya didaftarkan, dan formulir wasiat sedapat mungkin harus ada tandatangan bersama para ahli-waris [61] sebagai saksi; begitu pula dua saksi dari orang yang terkemuka di Negeri atau di desa itu.

(3c) Orang yang berwasiat, [62] begitu pula saksi-saksi, baik pandai menulis atau tidak, harus menandatangani atau memberi cap jempol. Yang pandai menulis selain menandatangani harus pula membubuhi cap jempol kiri, dan untuk isteri cap jempol kanan.

(3d) Kalau yang berwasiat pandai menulis, maka haruslah wasiatnya itu ditulis sendiri.

(3e) Di atas formulir wasiat tidak perlu dibubuhi meterai.

(3f) Orang yang berwasiat, kalau mempunyai keadaan yang agak luar biasa, dan dalam hal itu dibutuhkan pertimbangan yang berhubungan dengan Undang- undang Negara, maka ia boleh menulis surat kepada penasehat Badan ini urusan Undang-undang Negara, untuk menanyakan hal itu.

(4) Di Punjab, orang-orang yang memiliki tanah yang dalam

halaman-49

berwasiatnya banyak menghadapi kesulitan-kesulitan, maka bagi mereka baiklah seberapa harta yang akan diwasiatkannya, ia hibahkan saja di masa hidupnya. Dan di atas formulir hibah itu ia harus menyuruh ahli warisnya kalau ada menandatangani untuk membuktikan bahwa ahli warisnya menyetujui hibah itu. Formulir hibah harus didaftarkan. Dan kekuasaan atas harta yang dihibahkan itu dipindahkan kepada Majlis Mu’tamidin Sadr Anjuman Ahmadiyah Qadian. Tetapi dalam keadaan ini sewaktu- waktu kalau ada pula harta yang baru diperolehnya, maka harus seperti ini pula diperlakukannya.

(5) Jika dalam keputusan hibah tersebut dalam No.4 di atas masih ada kesulitan, maka seberapa harta yang akan diwasiyatkan atau akan dihibahkan, taksirlah harganya menurut harga pasar atau terus dijual, kemudian seharganya itu atau penjualannya itu diserahkan kepada pengurus Majlis Urusan Pekuburan. Tetapi dalam keadaan ini bila saja ia memiliki harta yang baru, maka tentang ini pun sewaktu-waktu harus diperlakukan serupa itu juga.

(6) Saudara yang tidak berharta-benda, tetapi mempunyai penghasilan maka haruslah menyerahkan sepersepuluh dari penghasilannya tiap-tiap bulan kepada Badan ini. Ada kelonggaran bagi mereka, yaitu beberapa Candah (sumbangan) yang hingga kini dikirim mereka kepada Silsilah ini, itu akan dicampurkan ke dalam sepersepuluh ini atau akan dipisahkannya. Jika Candah-nya, yang sekarang ini akan disatukan dengan yang sepersepuluh itu maka sebagaimana biasa ia mengirimkan Candah, kirimkanlah begitu terus; tetapi sesudah mengurangi Candah yang biasa itu seberapa sisanya kirimkalnlah atas nama Sekretaris Maal Majlis Pengurus Pekuburan. Surat- menyurat selanjutnya rujukanlah kepada sekretaris

halaman-50

Majlis ini. Tetapi hendaknya mereka mewasiatkan, bahwa sepeninggal mereka sekurang-kurangnya sepersepuluh dari harta peninggalannya jadi milik Badan ini.

CATATAN:

(i) Saudara yang masih memerlukan penjelasan yang lebih lanjut tentang wasiat atau hibah yang bersangkutan dengan Undang-undang Negara, dapat mengadakan surat menyurat lebih dahulu dengan Majlis Urusan pekuburan sebelum menuliskan wasiat atau hibahnya.

(ii) Dalam keadaan yang luar biasa boleh juga langsung berkirim surat kepada Majlis Mu’tamidin.

(7) Semua uang yang bersangkutan dengan Candah Pekuburan atau yang dikirimkan menurut pengumuman Al-Wasiat yang lersebul di atas, hendaklah dikirimkan hanya atas alamat Sekretaris Maal Majlis Urusan Pekuburan. Hendaknya tidak dikirimkan atas nama seseorang atau atas alamat yang lain.

MUHAMMAAD ALI, Sekretaris, 29 Januari 1906

NURUDDIN, 1 Juli 1906

Mirza Ghulam Ahmad

Catatan Kaki

  1. Taqwa artinya “Takut kepada Allah”. Kata itu berarti bahwa seorang mukmin sejati takut kepada Allah karena jika tidak, ia akan mendapat kemurkaan Allah dan oleh karenanya ia akan selalu berupaya untuk mencari keridhaan Allah.” [Penterjemah]  2

  2. “Hari tinggal sedikit lagi, pada hari itu semuanya akan termenung kesedihan. Ini akan terjadi. Ini akan terjadi. Ini akan terjadi. Kemudian baru akan terjadi yang berhubungan dengan diri engkau. Sesudah memperlihatkan beberapa kejadian dan beberapa keanehan kudrat, barulah akan terjadi kejadian yang berkenaan dengan diri engkau.” [Penterjemah] 

  3. “Seandainya dunia membuka mata, akan terlihat bahwa saya muncul di pergantian abad. Sekarang hampir seperempat dari abad keempat belas telah berlalu. Dan sangat cocok dengan Hadits dan bersesuaian dengan pendakwaan saya, gerhana matahari dan gerhana bulan telah terjadi selama bulan Ramadhan, dan wabah juga menyebar di negeri ini dan gempa bumi juga melanda dan masih banyak lagi bencana yang akan menyerang. Celakalah bagi mereka yang tergila-gila oleh dunia dan tidak menerimaku. ” (Penulis) 

  4. “Engkau adalah Pemberi ingat daripada-Ku. Akulah yang mengutus engkau, supaya orang-orang yang berdosa dipisahkan dari orang-orang yang berbuat baik. Dan Dia berfirman: “Seorang Pemberi Ingat telah datang ke dunia, akan tetapi dunia tidak menerimanya, namun Tuhan akan menerimanya dan akan memperlihatkan kebenarannya dengan serangan-serangan yang hebat.” [Lihat catatan kaki no 5] Dan “Aku akan memberkatimu sedemikian rupa sehingga raja-raja akan mencari berkat dari pakaian-pakaianmu.” [Penterjemah] 

  5. “Kemudian akan datang musim bunga, sesudah itu firman Tuhan akan sempurna sekali lagi.” [Penterjemah] 

  6. “Jemaat Muslim Ahmadiyah” [Penterjemah] 

  7. “Allah sudah menetapkan, bahwa Aku dan Rasul-rasulku pasti akan menang.” (Penulis) (QS. Al-Mujadalah, 58:22) [Penterjemah] 

  8. “Hujjatullah secara harfiah artinya Dalil atau Keterangan. Disini yang dimaksudkan ialah Kehendak, Cita-cita Allah.” [Penterjemah] 

  9. Terjemahan lengkapnya ayat tersebut ialah: “Dan Dia pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan pasti Dia akan memberi mereka keamanan dan kedamaian sebagai pengganti sesudah ketakutan mencekam mereka.” (QS. An-Nur, 24:56.) [Penterjemah] 

  10. Kitab Ulangan 34:8. Catatan: Sebagian terbitan lain menyebutkan 30 hari, bukan 40 hari. [Penterjemah] 

  11. Praktek, Cara, Hukum Allah Ta’ala. [Penterjemah]  2

  12. Nama kitab pertama yang ditulis oleh Hadhrat Masih Mau’udas., terdiri dari 4 jilid, diterbitkan pada tahun 1880, 1882 dan 1884. [Penterjemah] 

  13. Jemaat para pengikut Hadhrat Masih Mau’ud (as) [Penterjemah] 

  14. Sumpah janji setia. [Penterjemah] 

  15. Pemilihan orang-orang yang seperti demikian ini adalah melalui mufakat orang-orang mukmin secara konsensus. Yakni jika 40 orang mukmin sepakat bahwa orang yang dipilih tersebut layak menerima bai’at orang-orang atas namaku, maka ia akan diberi wewenang menerima bai’at. Dan hendaklah ia menjadi contoh bagi orang-orang lain. Allah Ta’ala mengabarkan kepadaku, bahwa: “Aku akan mengangkat salah seorang dari antara keturunan engkau ini untuk Jemaat engkau. Aku akan mengistimewakan dia dengan qurub dan wahyu-Ku. Dengan perantaraanya kebenaran akan maju, dan orang-orang dalam jumlah yang banyak akan menerima dia.” Maka tunggulah masa itu. Kamu harus ingat bahwa tiap wujud dapat dikenal pada waktunya. Boleh jadi sebelum waktunya ia nampak hanya sebagai orang biasa, malah mungkin oleh pikiran-pikiran sebagian orang yang hendak menipu, ia dianggap bercacat. Sama halnya dengan seseorang yang akan menjadi seorang Insan Kamil pun, sebelum waktunya, dalam rahim ibunya ia hanya merupakan setitik mani atau segumpal darah belaka. (Penulis) 

  16. Tauhid adalah kata yang digunakan disini oleh Hadhrat Masih Mau’udas. dan memiliki makna yang sangat luas. [Penterjemah]  2

  17. Kashaf adalah pengalaman penglihatan rohani yang unik yang dialami oleh seseorang dalam keadaan terjaga. Ahl-e-Kashf adalah mereka yang melihat pengalaman Kashaf. Kata-kata ‘menampakkan diri kepada …’ tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah, juga tidak dimaksudkan untuk diambil secara kiasan. Ada berbagai cara di mana Tuhan memanifestasikan Wujud-Nya kepada Ahl-e-Kashaf. Selain dari itu tidak ada yang bisa memahami sifat tentang bagaimana dan dengan cara apa Dia menampakkan Dzat-Nya kepada Ahl-e-Kashaf, yakni para Nabi dan orang-orang pilihan Tuhan lainnya. [Penterjemah] 

  18. ‘Arasy Ilahi — dalam satu arti menunjukkan sifat-sifat Allah yang secara eksklusif dimiliki oleh-Nya, misalnya, Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). [Penterjemah] 

  19. Pengikut sejati Nabi MuhammadSaw. yang dianugerahi berkat-berkat kenabian beliau Saw. yang melaluinya ia dapat mencapai semua derajat kerohanian. [Penterjemah] 

  20. Nabi — utusan Allah Ta’ala. [Penterjemah] 

  21. Terlepas dari ini, hendaklah diingat bahwa setelah nabi MuhammadSaw. pintu bagi kenabian pembawa syariat telah ditutup dengan rapat. Dan setelah Kitab Suci Al-Qur’an tidak ada Kitab Suci baru, yang mengajarkan perintah-perintah baru, atau membatalkan otoritas Al-Qur’an atau memansukhkannya. Karena syariat AlQur’an masih berlaku sampai Hari Kiamat. (Penulis). 

  22. “Kamu adalah umat yang terbaik, yang diciptakan bagi umat manusia.” QS. AliImran, 3:111. Penterjemah] 

  23. “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka.” QS. Al-Fatihah, 1:6-7. [Penterjemah] 

  24. “Para pengikut Nabi MuhammadSaw. [Penterjemah] 

  25. Quwwat Qudsiyah adalah suatu daya pensucian rohani yang dimiliki oleh tiap-tiap nabi untuk mengadakan perubahan rohani pada seseorang. Lihat Al-Quran Surah Al-Anfal, 8:25, dimana di sana secara spesifik disebutkan tentang RasulullahSaw.. [Penterjemah] 

  26. Secara harfiah berarti ‘Kesempurnaan”. Disini berarti kenabian. [Penterjemah] 

  27. Meterai kenabian; penutup kenabian sejauh ini bukan berarti akhir kesudahan dari berkat kenabian nabi MuhammadSaw.. [Penterjemah] 

  28. Lihat kitab Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Babu Dzikrid Dajjal dan Babu Nuzuli ‘Isa ibni Maryama. [Penterjemah] 

  29. Tatkala Engkau mewafatkan aku, maka Engkaulah yang menjadi Penjaga atas mereka. QS. Al-Ma’idah, 5:118. [Penterjemah] 

  30. Di dalamnya (di dalam bumi ini) kamu akan mati. QS. Al-A’raf, 7:26. [Penterjemah] 

  31. ”Kemudian akan datang musim bunga, sesudah itu perkataan Allah akan sempurna sekali lagi” [Penterjemah] 

  32. Aku tidak mengetahui apakah yang dimaksud dengan musim bunga itu adalah musim bunga yang akan datang sesudah berlalu musim dingin ini, atau pada tahun yang lain di musim bunga juga ditangguhkan zahirnya kabar-ghaib itu. Meskipun demikian, menurut perkataan Tuhan, ia akan terjadi di musim bunga, tetapi entah musim bunga yang mana. Melainkan Tuhan akan datang seperti seorang yang datang secara sembunyi-sembunyi di waktu malam. Inilah yang dikatakan Tuhan kepadaku (Penulis). 

  33. Ada wahyu lain lagi juga berkenaan dengan ini yakni: (urdu) “Untuk engkau nama-Ku menjadi cemerlang.” (Penulis). 

  34. Sebuah gempa bumi menerjang. Ia menerjang dengan dahsyatnya. Ia menjungkir-balikkan bumi.”[Penterjemah] 

  35. Akhir dari kehidupan. [Penterjemah] 

  36. Amr secara harfiah berarti perkara, perintah, kekuasaan, wewenang. Disini kata itu berarti sebuah Tanda. [Penterjemah] 

  37. Hanya tinggal beberapa hari lagi saja. [Penterjemah] 

  38. Setelah semua bala-bencana dan ke-Mahakuasa-an Tuhan yang menakjubkan diperlihatkan, maka kejadian engkau (yakni kewafatan engkau) akan terjadi. [Penterjemah] 

  39. Pekuburan Ahli Surga. [Penterjemah] 

  40. ‫Buruk‬‬ ‫‪sangka‬‬ ‫‪adalah‬‬ ‫‪suatu‬‬ ‫‪penyakit‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪sangat‬‬ ‫‪cepat‬‬ ‫‪membakar‬‬ ‫‪iman,‬‬ ‫‪laksana‬‬ ‫‪api‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪bernyala-nyala‬‬ ‫‪membakar‬‬ ‫‪daun-daun‬‬ ‫‪kering.‬‬ ‫‪Orang-orang‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪berburuk‬‬ ‫‪sangka‬‬ ‫‪terhadap‬‬ ‫‪rasul-rasul‬‬ ‫‪Allah,‬‬ ‫‪Tuhan‬‬ ‫‪Sendiri‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪akan‬‬ ‫‪menjadi‬‬ ‫‪musuhnya,‬‬ ‫‪dan‬‬ ‫‪Tuhan‬‬ ‫‪akan‬‬ ‫‪bangkit‬‬ ‫‪berperang‬‬ ‫‪melawan‬‬ ‫‪dia.‬‬ ‫‪Tuhan‬‬ ‫‪begitu‬‬ ‫‪banyak‬‬ ‫‪memiliki‬‬ ‫‪ghairat‬‬ ‫‪terhadap‬‬ ‫‪orang-orang‬‬ ‫‪suci‬‬ ‫‪pilihan-Nya,‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪tidak‬‬ ‫‪akan‬‬ ‫‪didapat‬‬ ‫‪bandingannya‬‬ ‫‪pada‬‬ ‫‪siapa‬‬ ‫‪pun.‬‬ ‫‪Ketika‬‬ ‫‪serangan‬‬ ‫‪bertubi-‬‬ ‫‪tubi‬‬ ‫‪menimpa‬‬ ‫‪diriku,‬‬ ‫‪maka‬‬ ‫‪ghairat‬‬ ‫‪Tuhan‬‬ ‫‪itulah‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪bergejolak‬‬ ‫‪untukku.‬‬ ‫‪Sebagaimana‬‬ ‫‪firman-Nya:‬‬

    (arab)

    ‫‪Artinya:‬‬ ‫‪“Aku‬‬ ‫‪berdiri‬‬ ‫‪bersama‬‬ ‫‪Rasul‬‬ ‫‪ini.‬‬ ‫‪Aku‬‬ ‫‪mencela‬‬ ‫‪orang‬‬ ‫‪yang‬‬ ‫‪mencelanya‬‬ dan Aku menganugerahkan kepadanya suatu hal yang kekal. Engkau mempunyai martabat di Langit dan di pemandangan orang-orang yang mempunyai mata. Kami memperlihatkan Tanda-tanda untuk engkau dan akan Kami runtuhkan perumahan-perumahan yang sedang didirikan oleh mereka. Mereka berkata: “Mengapa Engkau jadikan di bumi ini orang yang akan mengadakan keributan di atasnya?” Tuhan berkata, Aku mengetahui segala yang tidak kamu ketahui. Aku akan menghinakan orang yang bermaksud hendak menghinakan engkau. Janganlah takut, karena Rasul-rasul-Ku tidak takut dekat Aku. Telah tiba perintah Allah, sebab itu jangan kamu tergesa- gesa. Khabar-suka yang diterima oleh para Nabi. Hai Ahmad-Ku! Engkau adalah tujuan-Ku dan beserta-Ku. Engkau kepada-Ku adalah seperti Tauhid-Ku dan Ketunggalan-Ku. Engkau kepada-Ku adalah di suatu martabat yang tidak diketahui oleh manusia. Engkau terpandang di hadirat-Ku. Aku pilih engkau bagi diri-Ku. Bila engkau marah kepada seseorang. Aku pun marah pula kepadanya, dan apa yang engkau cintai Aku pun cinta pula kepadanya. Aku dahulukan engkau atas segala sesuatu. Segala pujian bagi Allah yang telah menjadikan engkau Al-Masih anak Maryam. Dia tidak akan ditanya tentang perbuatan-Nya, sedang mereka akan ditanya tentang segala perbuatan mereka. Ini suatu perjanjian yang mesti ditepati. Allah akan memelihara engkau dari musuh-musuh dan akan diserang-Nya orang yang menyerang dan menganiaya engkau. Ini disebabkan manusia telah durhaka dan melewati batas. Apakah Allah tidak cukup untuk hamba Nya ini? Hai gunung- gunung dan burung-burung! Ingatlah Aku bersama hamba-Ku ini dengan perasaan asyik dan terharu! Allah sudah menetapkan bahwa Aku dan Rasul- rasul-Ku-lah yang akan menang. Sesudah menangnya mereka dengan cepat akan dikalahkan. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang mutaki dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Sebenarnya orang-orang mukmin itu bagi mereka adalah tingkatan kebenaran di pandangan Tuhan. Selamatlah bagi mereka, ini adalah ucapan dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Pada hari ini nyalah kamu, hai orang-orang berdosa!” [Dikutip oleh Penterjemah dari Tadhkirah terjemah bahasa Inggris.] 

  41. Disini Hadhrat Masih Mau’ud as. telah menggunakan ungkapan Inshirahi Iman, atau ‘Iman yang dicerahkan’ yang berarti sebuah keimanan yang diliputi dengan keterbukaan hati yang sungguh-sungguh dan tanpa disertai paksaan atau motif tersembunyi apa pun. [Penterjemah] 

  42. Tempat tinggal orang-orang yang akan masuk surga.[Penterjemah] 

  43. Wahyu non-verbal berupa Ilham samawi. [Penterjemah] 

  44. Sebuah Badan Administrasi dalam Jemaat. [Penterjemah] 

  45. Silsilah Ahmadiyah ialah Jemaat secara keseluruhan yang diwakili oleh Hadhrat Masih Mau’ud as. dan para Khalifah yang menggantikan beliau. [Penterjemah] 

  46. Syirik ialah menyekutukan sesuatu dengan Allah. [Penterjemah] 

  47. Bid’ah ialah mengada-adakan sesuatu yang berkenaan dengan keimanan dan keagamaan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. [Penterjemah] 

  48. Sedekah atau amal ibadah lainnya yang pengaruh dan pahalanya terus mengalir tanpa putus. [Penterjemah] 

  49. Orang-orang yang berpikiran bodoh hendaknya jangan menganggap bahwa pekuburan ini serta aturannya termasuk pekerjaan bid’ah. Karena aturan ini adalah berdasarkan kepada wahyu lIahi, dan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Jangan ada yang menyangka, bagaimana seseorang akan menjadi ahli Surga dengan hanya berkubur dalam pekuburan ini saja. Karena bukanlah tujuannya bahwa tanah ini dapat menjadikan orang menjadi ahli Surga, melainkan tujuan perkataan Allah ialah: “Hanya ahli Surga saja yang dikuburkan di sini”. (Penulis). 

  50. Almarhum/Almarhumah. [Penterjemah] 

  51. (1). Surat kabar Al-Hakam, Vol. 10, No.2, tanggal 17 Januari 1906. [Penterjemah]. (2). Majalah Review of Religions, Januari 1906. [Penterjemah] 

  52. Badan Administrasi yang bertanggungjawab mengurus harta warisan dan urusan- urusan terkait lainnya. Badan tersebut merupakan bagian dari Sadr Anjuman Ahmadiyah, Badan induk dalam Jemaat. [Penterjemah] 

  53. Berhubungan dengan Syariat Islam. [Penterjemah] 

  54. Hadhrat Masih Mau’ud as. dan para Khalifahnya. [Penterjemah] 

  55. Hadhrat Masih Mau’ud as. telah menggunakan istilah “Headquarter” (Pusat) dan telah menjelaskannya dalam bahasa Urdu. Kami tidak terjemahan kata Markaz Muqami dalam ungkapan bahasa Urdu yang artinya pusat setempat. [Penterjemah] 

  56. Akulah Allah Yang Maha Mengetahui. Apakah manusia menyangka bahwa 

  57. Apa pun yang diberikan sebagai hadiah kepada seorang orang suci, khususnya Rasulullah Saw. .[Penterjemah] 

  58. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit mereka. QS. Al- Baqarah, 2:11. [Penterjemah] 

  59. “Inilah yang dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan Rasul-rasul itu benar semuanya.” [Penterjemah] 

  60. “Selamat sejahtera bagi siapa saja yang mengikuti Petunjuk.” [Penterjemah] 

  61. Mulanya diizinkan bagi beberapa individu (seperti anggota keluarga) untuk membuat perjanjian wasiat secara kolektif. Belakangan kebiasaan ini sudah dihentikan. [Penterjemah] 

  62. Orang yang membuat perjanjian wasiat. [Penerbit]