Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Beberapa Doa dari Alquran-ul-Karim

1. Surat Al-Fatihah doa yang Sempurna

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ

اَلرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

مٰلِکِ یَوۡمِ الدِّیۡنِ

اِیَّاکَ نَعۡبُدُ وَاِیَّاکَ نَسۡتَعِیۡنُ

اِہۡدِنَا الصِّرٰطَ الۡمُسۡتَقِیۡمَ

صِرٰطَ الَّذِیۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَیۡہِمۡ غَیۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَیۡہِمۡ وَلَا الضَّآلِّیۡنَ

Aku baca dengan nama Allah, Mahapemurah, Mahapenyayang.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Pemilik Hari Pembalasan.

Hanya Engkau-lah Yang kami sembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, [1]

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat [2].

(QS Al-Fatihah [1]: 1-7).

2. Doa Memohon Keamanan dan Rejeki

رَبِّ اجۡعَلۡ ہٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارۡزُقۡ اَہۡلَہٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنۡ اٰمَنَ مِنۡہُمۡ بِاللّٰہِ وَالۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ ۖ قَالَ وَمَنۡ کَفَرَ فَاُمَتِّعُہٗ قَلِیۡلًا ثُمَّ اَضۡطَرُّہٗۤ اِلٰی عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئۡسَ الۡمَصِیۡرُ

“Wahai Tuhanku! Jadikan-lah tempat ini kota yang aman dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya dari antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.” Dia berfirman, “Dan kepada orang yang ingkar pun, Aku akan memberi sedikit kesenangan kepadanya, kemudian Aku akan memaksanya masuk ke dalam azab Api, dan inilah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Al-Baqarah [2]:127) [3]

3. Doa Agar Kita dan Anak-anak Kita Menjadi Orang yang Benar-benar Taat kepada Allah Ta’ala

رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤ ۖ اِنَّکَ اَنۡتَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ

رَبَّنَا وَاجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَیۡنِ لَکَ وَمِنۡ ذُرِّیَّتِنَاۤ اُمَّۃً مُّسۡلِمَۃً لَّکَ وَاَرِنَا مَنَاسِکَنَا وَتُبۡ عَلَیۡنَاۤ ۖ اِنَّکَ اَنۡتَ التَّوَّابُ الرَّحِیۡمُ

“Wahai Tuhan kami, terimalah amal ini dari kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

“Wahai Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada Engkau, dan jadikanlah dari antara keturunan kami satu umat yang berserah diri kepada Engkau. Dan perlihatkanlah kepada kami caracara ibadah kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah [2]:128-129) [4]

4. Doa Memohon Kebaikan untuk Dunia dan akhirat

رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِی الدُّنۡیَا حَسَنَۃً وَّفِی الۡاٰخِرَۃِ حَسَنَۃً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan berilah kami kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab Api.” (QS Al-Baqarah [2]:202) [5]

5. Doa Memohon Kesabaran, Ketetapan Iman, Kekuatan Menahan Rasa Sakit dan Bahaya dari Orang-orang Kafir

رَبَّنَاۤ اَفۡرِغۡ عَلَیۡنَا صَبۡرًا وَّثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَی الۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas kami, teguhkanlah langkah-langkah kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (QS Al-Baqarah [2]:251) [6]

6. Doa Memohon Ampun

غُفۡرَانَکَ رَبَّنَا وَاِلَیۡکَ الۡمَصِیۡرُ

Kami mohon ampunan Engkau wahai Tuhan kami, dan kepada Engkau-lah kami kembali (QS Al-Baqarah [2]:286)

7. Doa Memohon agar Dipelihara dari Siksaan Allah, Memohon Ampun dan Pertolongan

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِیۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَیۡنَاۤ اِصۡرًا کَمَا حَمَلۡتَہٗ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَۃَ لَنَا بِہٖ ۖ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَاۤ ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَی الۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti telah Engkau bebankan atas orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami dengan apa yang kami tidak kuat menanggungnya, maafkanlah kami, ampunilah kami, dan kasihilah kami karena Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (QS Al-Baqarah [2]:287)

8. Doa untuk Ketetapan Iman dan agar Hati Tidak Menyimpang

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ ہَدَیۡتَنَا وَہَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ رَحۡمَۃً ۚ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡوَہَّابُ

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bengkokkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk, dan limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (QS Aali-‘Imraan [3]:9)

9. Ikrar kepada Hari Kiamat

رَبَّنَاۤ اِنَّکَ جَامِعُ النَّاسِ لِیَوۡمٍ لَّا رَیۡبَ فِیۡہِ ۚ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُخۡلِفُ الۡمِیۡعَادَ

“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau akan menghimpun manusia pada Hari yang di dalamnya tidak ada keraguan, sungguh Allah tidak akan menyalahi janji.” (QS Aali-‘Imraan [3]:10)

10. Ikrar Iman dan Memohon Ampun dan Pemeliharaan dari Siksa Api Neraka

رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار

“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami, dan peliharalah kami dari azab Api.” (QS Aali-‘Imraan [3]:17) [7]

11. Memuji Kebesaran Tuhan dan Doa untuk Mencapai Kemajuan

اللّٰہُمَّ مٰلِکَ الۡمُلۡکِ تُؤۡتِی الۡمُلۡکَ مَنۡ تَشَآءُ وَتَنۡزِعُ الۡمُلۡکَ مِمَّنۡ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُ ۖ بِیَدِکَ الۡخَیۡرُ ۖ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ

تُوۡلِجُ الَّیۡلَ فِی النَّہَارِ وَتُوۡلِجُ النَّہَارَ فِی الَّیۡلِ ۖ وَتُخۡرِجُ الۡحَیَّ مِنَ الۡمَیِّتِ وَتُخۡرِجُ الۡمَیِّتَ مِنَ الۡحَیِّ ۖ وَتَرۡزُقُ مَنۡ تَشَآءُ بِغَیۡرِ حِسَابٍ

“Wahai Allah, Pemilik kerajaan, Engkau memberi kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki, hanya di tangan Engkaulah segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

“Engkau memasukkan malam ke dalam siang dan Engkau memasukkan siang ke dalam malam. Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.” [8]

(QS Aali-‘Imraan [3]:27-28)

12. Ikrar kepada Petunjuk dan Meminta Qurub Ilahi (Kedekatan kepada Allah)

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا بِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ وَاتَّبَعۡنَا الرَّسُوۡلَ فَاکۡتُبۡنَا مَعَ الشّٰہِدِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami mengikuti Rasul ini maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.” (QS Aali-‘Imraan [3]:54) [9]

13. Doa Memohon Ampun dan Memohon Diberikan Ketetapan Hati

رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِیۡۤ اَمۡرِنَا وَثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَی الۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ

”Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan perbuatan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, teguhkanlah langkahlangkah kami dan tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (QS Aali-‘Imraan [3]:148) [10]

14. Doa Memohon Dipelihara dari Azab Neraka

رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ ہٰذَا بٰطِلًا سُبۡحٰنَکَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَاۤ اِنَّکَ مَنۡ تُدۡخِلِ النَّارَ فَقَدۡ اَخۡزَیۡتَہٗ ۖ وَمَا لِلظّٰلِمِیۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ

“Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini a sia-sia, Mahasuci Engkau dari perbuatan sia-sia; maka peliharalah kami dari azab Api.”

“Wahai Tuhan kami, barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam Api, maka sungguh Engkau telah menghinakannya. Dan tidak ada bagi orang-orang aniaya seorang penolong pun.” ([QS Aali-‘Imraan [3]:192-193) [11]

15. Doa Pengakuan Menerima kebenaran, Memohon Ampun, Memohon agar Dimasukkan ke dalam Golongan Orang-orang yang Shaleh

رَّبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِیًا یُّنَادِیۡ لِلۡاِیۡمٰنِ اَنۡ اٰمِنُوۡا بِرَبِّکُمۡ فَاٰمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَکَفِّرۡ عَنَّا سَیِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الۡاَبۡرَارِ

رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلٰی رُسُلِکَ وَلَا تُخۡزِنَا یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ۗ اِنَّکَ لَا تُخۡلِفُ الۡمِیۡعَادَ

“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru memanggil kami kepada keimanan seraya berkata, “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kami beriman. Wahai Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang baik.”

“Wahai Tuhan kami, karena itu berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau; dan janganlah Engkau hinakan kami pada Hari Kiamat. Sesungguhnya, Engkau tidak pernah menyalahi janji.” ([QS Aali-‘Imraan [3]:194-195)

16. Doa Meminta Dipelihara dari Negeri yang Penduduknya Zhalim

رَبَّنَاۤ اَخۡرِجۡنَا مِنۡ ہٰذِہِ الۡقَرۡیَۃِ الظَّالِمِ اَہۡلُہَا وَاجۡعَل لَّنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ وَلِیًّا وَّاجۡعَل لَّنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ نَصِیۡرًا

“Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya kejam ini, dan jadikanlah bagi kami pelindung dari sisi Engkau, dan jadikanlah bagi kami penolong dari sisi Engkau.” (QS An-Nisaa [4]:76)

17. Doa Menyatakan Kelemahan Diri, Tidak Berdaya dan Memohon Dihindarkan dari Kaum yang Fasik

رَبِّ اِنِّیۡ لَاۤ اَمۡلِکُ اِلَّا نَفۡسِیۡ وَاَخِیۡ ۖ فَافۡرُقۡ بَیۡنَنَا وَبَیۡنَ الۡقَوۡمِ الۡفٰسِقِیۡنَ

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku tidak berkuasa kecuali terhadap diriku dan saudara laki-lakiku, maka bedakanlah antara kami dengan kaum yang durhaka itu.” (QS Al-Maaidah [5]:26) [12]

18. Doa Memohon Rejeki

رَبَّنَاۤ اَنۡزِلۡ عَلَیۡنَا مَآئِدَۃً مِّنَ السَّمَآءِ تَکُوۡنُ لَنَا عِیۡدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰیَۃً مِّنۡکَ ۖ وَارۡزُقۡنَا وَاَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰزِقِیۡنَ

“Ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit supaya menjadi suatu Hari Raya bagi kami, bagi orang-orang yang awal dari kami, juga bagi yang datang di belakang kami, dan sebagai tanda kebenaran dari Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau sebaik-baik Pemberi rezeki. (QS Al-Maidah [5]:115) [13]

19. Doa Memohon agar Dimasukkan ke dalam Jemaat yang Suci

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاکۡتُبۡنَا مَعَ الشّٰہِدِیۡنَ

وَمَا لَنَا لَا نُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ الۡحَقِّ وَنَطۡمَعُ اَنۡ یُّدۡخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الۡقَوۡمِ الصّٰلِحِیۡنَ

”Wahai Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami diantara orang-orang yang menjadi saksi.” [14]

“Dan mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah datang kepada kami, sedangkan kami sangat mendambakan supaya Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”

(QS Al-Maaidah [5]:84-85)

20. Doa Memohon Ampun

رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَکُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِیۡنَ

”Wahai Tuhan kami, kami telah berlaku aniaya terhadap diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihi kami, niscaya kami akan termasuk orang-orang yang merugi.” [15] (QS Al-A’roof [7]:24) [16]

21. Doa Memohon Dinyatakan Antara yang benar dan yang salah

رَبَّنَا افۡتَحۡ بَیۡنَنَا وَبَیۡنَ قَوۡمِنَا بِالۡحَقِّ وَاَنۡتَ خَیۡرُ الۡفٰتِحِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, berilah keputusan di antara kami dan kaum kami dengan benar, dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi Keputusan.” (QS Al-A’roof [7]:90) [17]

22. Doa Bersyukur atas Petunjuk dari Allah

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ ہَدٰٮنَا لِہٰذَا وَمَا کُنَّا لِنَہۡتَدِیَ لَوۡلَاۤ اَنۡ ہَدٰٮنَا اللّٰہُ

”Segala puji bagi Allah Yang telah menunjuki kami pada surga ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk seandainya Allah tidak memberi kami petunjuk.” [18] (QS Al-A’roof [7]:44) [19]

23. Doa Memohon Kesabaran dan Keselamatan

رَبَّنَاۤ اَفۡرِغۡ عَلَیۡنَا صَبۡرًا وَّتَوَفَّنَا مُسۡلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada Engkau.” (QS Al-A’roof [7]:127) [20]

24. Doa Memohon Dijauhkan dari Orang yang Zalim

رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang aniaya.” (QS Al-A’roof [7]:48)

25. Doa Memohon Kasih Sayang Tuhan dan Ampunan Nya

لَئِنۡ لَّمۡ یَرۡحَمۡنَا رَبُّنَا وَیَغۡفِرۡ لَنَا لَنَکُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِیۡنَ

“Seandainya Tuhan kami tidak mengasihani kami dan tidak mengampuni kami, pasti kami akan menjadi di antara orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’roof [7]:150) [21]

26. Doa Memohon Ampun

رَبِّ اغۡفِرۡ لِیۡ وَلِاَخِیۡ وَاَدۡخِلۡنَا فِیۡ رَحۡمَتِکَ ۖ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS Al-A’roof [7]:152) [22]

27. Doa Memohon Ampun dan Meminta Rahmat Ketika terjadi Gempa

رَبِّ لَوۡ شِئۡتَ اَہۡلَکۡتَہُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ وَاِیّٰیَ ۖ اَتُہۡلِکُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَہَآءُ مِنَّاۤ ۖ اِنۡ ہِیَ اِلَّا فِتۡنَتُکَ تُضِلُّ بِہَا مَنۡ تَشَآءُ وَتَہۡدِیۡ مَنۡ تَشَآءُ ۖ اَنۡتَ وَلِیُّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۖ وَاَنۡتَ خَیۡرُ الۡغٰفِرِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku, jika Engkau menghendaki, Engkau dapat membinasakan mereka dan juga diriku sebelum ini. Akankah Engkau membinasakan kami atas apa yang telah diperbuat oleh orang-orang bodoh di antara kami? Tidak lain ini hanyalah suatu cobaan dari Engkau, dengannya Engkau membiarkan sesat siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkau-lah Pelindung kami; maka ampunilah kami dan kasihanilah kami dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi ampunan.” [23] (QS Al-A’roof [7]:156) [24]

28. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

وَاکۡتُبۡ لَنَا فِیۡ ہٰذِہِ الدُّنۡیَا حَسَنَۃً وَّفِی الۡاٰخِرَۃِ اِنَّا ہُدۡنَاۤ اِلَیۡکَ

“Dan tetapkanlah bagi kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami telah kembali dengan bertobat kepada Engkau.” (QS Al-A’roof [7]:157) [25]

29. Tawakkal dan Menyerah kepada Allah

حَسۡبِیَ اللّٰہُ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۖ عَلَیۡہِ تَوَکَّلۡتُ ۖ وَہُوَ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِیۡمِ

“Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia-lah Tuhan ‘Arasy yang agung.” (QS At-Taubah [9]:129) [26]

30. Doa Memohon Dijauhkan dari Kejahatan Musuh

رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَۃً لِّلۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ

وَنَجِّنَا بِرَحۡمَتِکَ مِنَ الۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ

“Kepada Allah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang aniaya.”

“Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari keaniayaan orang-orang kafir.” (QS Yunus [10]:86-87) [27]

31. Doa untuk Kebinasaan Orang yang Zalim

رَبَّنَاۤ اِنَّکَ اٰتَیۡتَ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَاَہٗ زِیۡنَۃً وَّاَمۡوٰلًا فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا رَبَّنَا لِیُضِلُّوۡا عَنۡ سَبِیۡلِکَ ۖ رَبَّنَا اطۡمِسۡ عَلٰۤی اَمۡوٰلِہِمۡ وَاشۡدُدۡ عَلٰی قُلُوۡبِہِمۡ فَلَا یُؤۡمِنُوۡا حَتّٰی یَرَوُا الۡعَذَابَ الۡاَلِیۡمَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepada Fir‘aun dan pembesar-pembesarnya kemegahan dan kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan orang dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami! Musnahkanlah kekayaan mereka dan keraskanlah hati mereka; maka mereka tidak akan beriman, sehingga mereka melihat azab yang pedih.” (QS Yunus [10]:89) [28]

32. Doa Naik Kapal atau Kendaraan

اِرۡکَبُوۡا فِیۡہَا بِسۡمِ اللّٰہِ مَجۡؔرٖٮہَا وَمُرۡسٰٮہَاۤ ۚ اِنَّ رَبِّیۡ لَغَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ

“Naiklah ke atasnya. Dengan nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Hud [11]:42) [29]

33. Doa Meminta Dipelihara dari Hal yang Tidak Berguna

رَبِّ اِنِّیۡۤ اَعُوۡذُ بِکَ اَنۡ اَسۡـَٔلَکَ مَا لَیۡسَ لِیۡ بِہٖ عِلۡمٌ ۖ وَّاِلَّا تَغۡفِرۡ لِیۡ وَتَرۡحَمۡنِیۡۤ اَکُنۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Dan a sekiranya Engkau tidak mengampuniku dan tidak mengasihiku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”(QS Hud [11]:48) [30]

34. Bersyukur atas Karunia Ilmu dan Kerajaan

رَبِّ قَدۡ اٰتَیۡتَنِیۡ مِنَ الۡمُلۡکِ وَعَلَّمۡتَنِیۡ مِنۡ تَاۡوِیۡلِ الۡاَحَادِیۡثِ ۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ اَنۡتَ وَلِیّٖ فِی الدُّنۡیَا وَالۡاٰخِرَۃِ ۖ تَوَفَّنِیۡ مُسۡلِمًا وَّاَلۡحِقۡنِیۡ بِالصّٰلِحِیۡنَ

“Ya Tuhan-ku, Engkau telah menganugerahkan sebagian kedaulatan kepadaku, dan a mengajarku ta’wil mimpi.” (QS Yusuf [12]:102) [31]

35. Doa Memohon Keselamatan Iman

فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ اَنۡتَ وَلِیّٖ فِی الدُّنۡیَا وَالۡاٰخِرَۃِ ۖ تَوَفَّنِیۡ مُسۡلِمًا وَّاَلۡحِقۡنِیۡ بِالصّٰلِحِیۡنَ

“Wahai Pencipta seluruh langit dan bumi, Engkau-lah Penolongku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan patuh taat kepada kehendak Engkau dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS Yusuf [12]:102) [32]

36. Doa Memohon Dilapangkan Rejeki, Memohon agar Anak-Cucu Kita Menjadi Orang Shaleh

رَبِّ اجۡعَلۡ ہٰذَا الۡبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجۡنُبۡنِیۡ وَبَنِیَّ اَنۡ نَّعۡبُدَ الۡاَصۡنَامَ

رَبِّ اِنَّہُنَّ اَضۡلَلۡنَ کَثِیۡرًا مِّنَ النَّاسِ ۖ فَمَنۡ تَبِعَنِیۡ فَاِنَّہٗ مِنِّیۡ ۖ وَمَنۡ عَصَانِیۡ فَاِنَّکَ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ

رَّبَّنَاۤ اِنِّیۡۤ اَسۡکَنۡتُ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ بِوَادٍ غَیۡرِ ذِیۡ زَرۡعٍ عِنۡدَ بَیۡتِکَ الۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِیُقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ فَاجۡعَلۡ اَفۡئِدَۃً مِّنَ النَّاسِ تَہۡوِیۡۤ اِلَیۡہِمۡ وَارۡزُقۡہُمۡ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَشۡکُرُوۡنَ

رَبَّنَاۤ اِنَّکَ تَعۡلَمُ مَا نُخۡفِیۡ وَمَا نُعۡلِنُ ۗ وَمَا یَخۡفٰی عَلَی اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ فِی الۡاَرۡضِ وَلَا فِی السَّمَآءِ

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ وَہَبَ لِیۡ عَلَی الۡکِبَرِ اِسۡمٰعِیۡلَ وَاِسۡحٰقَ ۚ اِنَّ رَبِّیۡ لَسَمِیۡعُ الدُّعَآءِ

رَبِّ اجۡعَلۡنِیۡ مُقِیۡمَ الصَّلٰوۃِ وَمِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

رَبَّنَا اغۡفِرۡ لِیۡ وَلِوٰلِدَیَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِیۡنَ یَوۡمَ یَقُوۡمُ الۡحِسَابُ

“Wahai Tuhanku! Jadikanlah kota ini tempat yang aman, dan lindungilah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.” [33]

“Wahai Tuhan-ku! Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari antara manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka sesungguhnya ia dari ku; dan siapa yang durhaka kepadaku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

”Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tandus dekat rumah Engkau yang suci. Wahai Tuhan kami! Supaya mereka dapat mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati manusia cenderung kepada mereka dan a berilah mereka rezeki berupa buahbuahan, supaya mereka selalu bersyukur.” [34]

“Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami nyatakan. Dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah di bumi dan tidak pula di langit;”

. “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan kepadaku Ismail dan Ishak walaupun usiaku telah lanjut. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Mendengar doa.”

”Wahai Tuhan-ku! Jadikanlah aku dan keturunanku orang yang tetap mendirikan shalat, Wahai Tuhan kami! Karuniailah aku dengan rahmat Engkau dan kabulkanlah doaku.”

”Wahai Tuhan kami! Ampunilah aku, kedua orangtuaku dan orang-orang mukmin pada Hari diadakannya perhitungan.” (QS Ibrahim [14]: 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42) [35]

37. Doa untuk Ibu dan Bapak

رَّبِّ ارۡحَمۡہُمَا کَمَا رَبَّیَانِیۡ صَغِیۡرًا

”Wahai Tuhan! Kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semasa aku kecil.” [36] (QS Bani Israil [17]:25)

38. Doa Ketika akan Masuk dan Keluar dari Suatu Tempat

رَّبِّ اَدۡخِلۡنِیۡ مُدۡخَلَ صِدۡقٍ وَّاَخۡرِجۡنِیۡ مُخۡرَجَ صِدۡقٍ وَّاجۡعَل لِّیۡ مِنۡ لَّدُنۡکَ سُلۡطٰنًا نَّصِیۡرًا

“Wahai Tuhan-ku! Masukkanlah aku dengan cara masuk yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang baik. Dan jadikanlah bagiku dari hadirat Engkau kekuatan yang menolong.” [37] (QS Bani Israil [17]:81)

39. Doa Memohon Rahmat dan Meminta Kemenangan

رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ رَحۡمَۃً وَّہَیِّئۡ لَنَا مِنۡ اَمۡرِنَا رَشَدًا

“Wahai Tuhan kami, anugerahilah kami rahmat dari sisi Engkau; dan lengkapilah kami dengan petunjuk yang benar dalam urusan kami.” (QS Al-Kahfi [18]:11) [38]

40. Doa Memohon Anak yang Shaleh

رَبِّ اِنِّیۡ وَہَنَ الۡعَظۡمُ مِنِّیۡ وَاشۡتَعَلَ الرَّاۡسُ شَیۡبًا وَّلَمۡ اَکُنۡۢ بِدُعَآئِکَ رَبِّ شَقِیًّا

وَاِنِّیۡ خِفۡتُ الۡمَوٰلِیَ مِنۡ وَّرَآءِیۡ وَکَانَتِ امۡرَاَتِیۡ عَاقِرًا فَہَبۡ لِیۡ مِنۡ لَّدُنۡکَ وَلِیًّا

یَرِثُنِیۡ وَیَرِثُ مِنۡ اٰلِ یَعۡقُوۡبَ ۖ وَاجۡعَلۡہُ رَبِّ رَضِیًّا

“Wahai, Tuhanku! Sesungguhnya tulang-tulangku telah menjadi lemah, dan kepalaku seluruhnya telah dipenuhi uban. Tetapi ya Tuhanku, tidak pernah aku kecewa dalam berdoa kepada Engkau.”

“Dan sesungguhnya aku khawatir akan kaum-keluargaku sesudahku, sedang istriku mandul. Maka, anugerakanlah kepada-ku seorang penerus dari sisi Engkau.” [39]

“Yang akan menjadi warisku dan pewaris berkat keturunan Yakub. Dan, wahai, Tuhan-ku! Jadikanlah dia seorang yang diridhai oleh Engkau.”

(QS Maryam [19]: 5, 6, 7) [40]

41. Doa Memohon Kemenangan dalam Bertabligh

قَالَ رَبِّ اشۡرَحۡ لِیۡ صَدۡرِیۡ

وَیَسِّرۡ لِیۡۤ اَمۡرِیۡ

وَاحۡلُلۡ عُقۡدَۃً مِّنۡ لِّسَانِیۡ

یَفۡقَہُوۡا قَوۡلِیۡ

وَاجۡعَل لِّیۡ وَزِیۡرًا مِّنۡ اَہۡلِیۡ

ہٰرُوۡنَ اَخِیۡ

اُشۡدُدۡ بِہٖۤ اَزۡرِیۡ

وَاَشۡرِکۡہُ فِیۡۤ اَمۡرِیۡ

کَیۡ نُسَبِّحَکَ کَثِیۡرًا

وَنَذۡکُرَکَ کَثِیۡرًا

اِنَّکَ کُنۡتَ بِنَا بَصِیۡرًا

“Wahai Tuhan-ku! Lapangkanlah bagiku dadaku,”

“Dan mudahkanlah bagiku tugasku;”

“Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku;”

“Supaya mereka dapat memahami perkataanku;”

“Dan jadikanlah bagiku seorang penolong dari antara keluargaku,” [41]

“Harun saudaraku;”

“Teguhkanlah kekuatanku dengannya”

“Dan ikut sertakanlah ia dalam tugasku;”

“Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau.”

“Dan kami banyak mengingat Engkau;”

“Sesungguhnya Engkau Maha Melihat kepada kami.”

(QS Toha [20] :26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36) [42]

42. Doa Memohon Ditambah Ilmu

رَّبِّ زِدۡنِیۡ عِلۡمًا

“Wahai Tuhan-ku! Tambahkanlah kepadaku ilmu.” [43] (QS Toha [20]:115)

43. Doa Memohon agar Dijauhkan dari Kesusahan

اَنِّیۡ مَسَّنِیَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِیۡنَ

“Sesungguh-nya aku ditimpa kesusahan, dan Engkaulah yang paling Penyayang di antara semua penyayang.” [44] (QS Al-Anbiyaa [21]:84) [45]

44. Doa Mengakui Kesucian Allah dan Mengaku Diri Sendiri Bersalah

لَّاۤ اِلٰہَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَکَ اِنِّیۡ کُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِیۡنَ

“Tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Mahasuci. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya.” [46] (QS Al-Anbiyaa [21]:88) [47]

45. Doa Memohon Keturunan

رَبِّ لَا تَذَرۡنِیۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَیۡرُ الۡوٰرِثِیۡنَ

“Wahai Tuhan! Janganlah Engkau tinggalkan aku seorang diri, dan Engkau-lah sebaik-baik Ahli Waris.” (QS Al-Anbiyaa [21]:90) [48]

46. Doa Memohon Keputusan

رَبِّ احۡکُمۡ بِالۡحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا الرَّحۡمٰنُ الۡمُسۡتَعَانُ عَلٰی مَا تَصِفُوۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Hakimilah dengan kebenaran, Tuhan Kami adalah Tuhan Yang Maha Pemurah, yang dimohonkan pertolonganNya terhadap apa yang kamu katakan.” [49] (QS Al-Anbiyaa [21]:113)

47. Doa Memohon Pertolongan dari Serangan Pihak yang Anti

رَبِّ انۡصُرۡنِیۡ بِمَا کَذَّبُوۡنِ

“Wahai Tuhanku! Tolonglah aku, karena mereka telah mendustakan aku.” (QS Al-Mu-minuun [23]:27) [50]

48. Doa Memohon Disampaikan ke Tempat yang Berkah

رَّبِّ اَنۡزِلۡنِیۡ مُنۡزَلًا مُّبَارَکًا وَّاَنۡتَ خَیۡرُ الۡمُنۡزِلِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Turunkanlah aku di tempat turun yang diberkati, karena Engkau adalah sebaik-baik yang menurunkan” (QS Al-Mu-minuun [23]:30) [51]

49. Doa Memohon Dipelihara dari Azab

رَّبِّ اِمَّا تُرِیَنِّیۡ مَا یُوۡعَدُوۡنَ

رَبِّ فَلَا تَجۡعَلۡنِیۡ فِی الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhanku! Jika Engkau perlihatkan kepadaku apa yang dijanjikan kepada mereka;”

“Wahai Tuhan-ku! Maka jangan Engkau jadikan aku termasuk di antara kaum yang aniaya.” [52]

(QS Al-Mu-minuun [23]:94-95)

50. Doa Memohon Dijauhkan dari Was-was Setan

رَّبِّ اَعُوۡذُ بِکَ مِنۡ ہَمَزٰتِ الشَّیٰطِیۡنِ

وَاَعُوۡذُ بِکَ رَبِّ اَنۡ یَّحۡضُرُوۡنِ

“Wahai Tuhan-ku! Aku berlindung kepada Engkau dari hasutan-hasutan setan”

“Dan aku berlindung kepada Engkau, Tuhan-ku, supaya jangan mereka menghampiriku.” [53]

(QS Al-Mu-minuun [23]:98-99)

51. Doa Memohon Ampun dan Kasih Sayang Tuhan

رَّبِّ اغۡفِرۡ وَارۡحَمۡ وَاَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰحِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Ampunilah dan kasihilah, dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi rahmat.” (QS Al-Mu-minuun [23]:119)

52. Doa Memohon Ampun

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا وَاَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰحِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan kami! Kami telah beriman, maka ampunilah kami dan kasihilah kami, dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rahmat.” (QS Al-Mu-minuun [23]:110)

53. Doa Memohon Dipelihara dari Api Neraka

رَبَّنَا اصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَہَنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَابَہَا کَانَ غَرَامًا

اِنَّہَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرًّا وَّمُقَامًا

“Ya Tuhan kami! Jauhkanlah dari kami azab neraka Jahanam; karena sesungguhnya azabnya itu merupakan kebinasaan yang besar.

“Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat tinggal sementara dan tempat menetap.”

(QS Al-Furqan [25]: 66-67)

54. Doa Supaya Anak-Cucu Kita Menjadi Keturunan yang Shaleh

رَبَّنَا ہَبۡ لَنَا مِنۡ اَزۡوٰجِنَا وَذُرِّیّٰتِنَا قُرَّۃَ اَعۡیُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِیۡنَ اِمَامًا

“Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan keturunan kami penyejuk mata kami; dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan [25]:75)

55. Doa Memohon Dimasukkan ke dalam Golongan Orang-orang yang Saleh dan Doa untuk Ibu-Bapak

رَبِّ ہَبۡ لِیۡ حُکۡمًا وَّاَلۡحِقۡنِیۡ بِالصّٰلِحِیۡنَ

وَاجۡعَل لِّیۡ لِسَانَ صِدۡقٍ فِی الۡاٰخِرِیۡنَ

وَاجۡعَلۡنِیۡ مِنۡ وَّرَثَۃِ جَنَّۃِ النَّعِیۡمِ

وَاغۡفِرۡ لِاَبِیۡۤ اِنَّہٗ کَانَ مِنَ الضَّآلِّیۡنَ

وَلَا تُخۡزِنِیۡ یَوۡمَ یُبۡعَثُوۡنَ

Wahai Tuhan-ku! Anugerahkanlah kepadaku kebijaksanaan dan gabungkanlah aku bersama orang-orang yang saleh;

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik di antara orang-orang yang datang kemudian; [54]

Dan jadikanlah aku termasuk ahli waris surga yang penuh kenikmatan,

Dan ampunilah ayahku; sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat,

Dan janganlah hinakan aku pada hari ketika mereka akan dibangkitkan lagi, [55]

(QS Asy-Syu’araa [26]: 84, 85, 86, 87, 88) [56]

56. Doa Memohon Kemenangan dan Keputusan

رَبِّ اِنَّ قَوۡمِیۡ کَذَّبُوۡنِ

فَافۡتَحۡ بَیۡنِیۡ وَبَیۡنَہُمۡ فَتۡحًا وَّنَجِّنِیۡ وَمَنۡ مَّعِیَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku,”

“Maka berilah keputusan antara aku dan mereka, keputusan yang pasti, dan selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin yang ada besertaku.”

(QS Asy-Syu’araa [26]: 118-119) [57]

57. Doa Memohon Dipelihara dari Tangan Musuh

رَبِّ نَجِّنِیۡ وَاَہۡلِیۡ مِمَّا یَعۡمَلُوۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Asy-Syu’araa [26]:170) [58]

58. Doa Memohon Taufik Agar Menjadi Pribadi yang Bersyukur

رَبِّ اَوۡزِعۡنِیۡۤ اَنۡ اَشۡکُرَ نِعۡمَتَکَ الَّتِیۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَعَلٰی وٰلِدَیَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صٰلِحًا تَرۡضٰٮہُ وَاَدۡخِلۡنِیۡ بِرَحۡمَتِکَ فِیۡ عِبَادِکَ الصّٰلِحِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Anugerahkanlah kepada-ku taufik untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada orangtuaku, dan untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat Engkau di antara hamba-hamba Engkau yang saleh.” [59] (QS An-Naml [27]:20) [60]

59. Doa Pengakuan bahwa Kita Menganiaya Diri-Sendiri

رَبِّ اِنِّیۡ ظَلَمۡتُ نَفۡسِیۡ وَاَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَیۡمٰنَ لِلّٰہِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Sesungguhnya aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri dan aku tunduk bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” [61] (QS An-Naml [27]:45) [62]

60. Doa Keselamatan

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ وَسَلٰمٌ عَلٰی عِبَادِہِ الَّذِیۡنَ اصۡطَفٰۤی ۗ آٰللّٰہُ خَیۡرٌ اَمَّا یُشۡرِکُوۡنَ

”Segala puji bagi Allah, dan selamat sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang telah Dia pilih. Apakah Allah lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan dengan-Nya?” (QS An-Naml [27]:60)

61. Mengakui Kesalahan dan Memohon Diampuni

رَبِّ اِنِّیۡ ظَلَمۡتُ نَفۡسِیۡ فَاغۡفِرۡ لِیۡ

“Wahai Tuhanku! aku telah berbuat aniaya terhadap diriku, maka ampunilah aku,” [63] (QS Al-Qoshosh [28]:17) [64]

62. Doa Agar Terhindar dari Bagian Orang-orang yang Berdosa

رَبِّ بِمَاۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ فَلَنۡ اَکُوۡنَ ظَہِیۡرًا لِّلۡمُجۡرِمِیۡنَ

“Wahai Tuhanku! Karena nikmat yang Engkau telah anugerahkan kepadaku, aku tidak akan menjadi penolong orang-orang yang berdosa.” [65] (QS Al-Qoshosh [28]:18) [64]

63. Doa Meminta Terpelihara dari Kaum yang Zalim (aniaya)

رَبِّ نَجِّنِیۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Selamatkanlah aku dari kaum yang aniaya.” [66] (QS Al-Qoshosh [28]:22) [64]

64. Doa Waktu Tiba di Negeri Asing

رَبِّ اِنِّیۡ لِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ اِلَیَّ مِنۡ خَیۡرٍ فَقِیۡرٌ

“Wahai Tuhan-ku! Sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apapun yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS Al-Qoshosh [28]:25) [64]

65. Doa Memohon Anak yang Saleh

رَبِّ ہَبۡ لِیۡ مِنَ الصّٰلِحِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku anugerahkanlah kepadaku anak-anak yang saleh.” (QS Ash-Shooffaat [37]:101) [67]

66. Doa Memohon Pertolongan

رَبِّ انۡصُرۡنِیۡ عَلَی الۡقَوۡمِ الۡمُفۡسِدِیۡنَ

“Wahai Tuhan-ku! Tolonglah aku terhadap kaum yang berbuat kerusakan itu! (QS Al-‘Ankabuut [29]:31) [58]

67. Doa Nabi Sulaiman (as)

رَبِّ اغۡفِرۡ لِیۡ وَہَبۡ لِیۡ مُلۡکًا لَّا یَنۡۢبَغِیۡ لِاَحَدٍ مِّنۡۢ بَعۡدِیۡۤ ۖ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡوَہَّابُ

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak diwarisi seseorang sesudahku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi anugerah.” [68] (QS Shaad [38]:36) [69]

68. Menyatakan Kebesaran Tuhan

اَللّٰہُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ عٰلِمَ الۡغَیۡبِ وَالشَّہٰدَۃِ اَنۡتَ تَحۡکُمُ بَیۡنَ عِبَادِکَ فِیۡ مَا کَانُوۡا فِیۡہِ یَخۡتَلِفُوۡنَ

“Ya, Allah! Pencipta seluruh langit dan bumi, Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkau-lah Yang akan menghakimi di antara hamba-hamba Engkau tentang apa yang mereka berselisih di dalamnya.” (QS Az-Zumar [39]:47)

69. Doa Meminta Dipelihara dari Api Neraka dan Doa untuk Orang-orang yang Bertobat agar Mereka Dimasukkan ke dalam Surga

رَبَّنَا وَسِعۡتَ کُلَّ شَیۡءٍ رَّحۡمَۃً وَّعِلۡمًا فَاغۡفِرۡ لِلَّذِیۡنَ تَابُوۡا وَاتَّبَعُوۡا سَبِیۡلَکَ وَقِہِمۡ عَذَابَ الۡجَحِیۡمِ

رَبَّنَا وَاَدۡخِلۡہُمۡ جَنّٰتِ عَدۡنِۣ الَّتِیۡ وَعَدتَّہُمۡ وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآئِہِمۡ وَاَزۡوٰجِہِمۡ وَذُرِّیّٰتِہِمۡ ۚ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ

وَقِہِمُ السَّیِّاٰتِ ۚ وَمَنۡ تَقِ السَّیِّاٰتِ یَوۡمَئِذٍ فَقَدۡ رَحِمۡتَہٗ ۚ وَذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیۡمُ

“Wahai Tuhan kami! Engkau meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu. Maka ampunilah orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau, dan lindungilah mereka dari azab Jahanam.”

“Wahai Tuhan kami! Masukkanlah mereka ke dalam surgasurga abadi yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan begitu pula a orang-orang yang berbuat baik dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau adalah yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [70]

“Dan lindungilah mereka dari segala keburukan. Dan barangsiapa Engkau pelihara dari keburukan-keburukan pada Hari itu, sesungguhnya Engkau telah mengasihinya. Dan yang demikian itu suatu kemenangan yang besar.”

(QS Al-Mu-min [40]:8, 9, 10) [71]

70. Doa Menyerahkan Segala Pekerjaan kepada Allah

وَاُفَوِّضُ اَمۡرِیۡۤ اِلَی اللّٰہِ ۚ اِنَّ اللّٰہَ بَصِیۡرٌۢ بِالۡعِبَادِ

“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Mu-min [40]:45)

71. Doa Naik Kendaraan

سُبۡحٰنَ الَّذِیۡ سَخَّرَ لَنَا ہٰذَا وَمَا کُنَّا لَہٗ مُقۡرِنِیۡنَ

وَاِنَّاۤ اِلٰی رَبِّنَا لَمُنۡقَلِبُوۡنَ

“Mahasuci Dia Yang telah menundukkan ini bagi kami, padahal kami sendiri tidak mampu menguasainya.”

“Dan kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali.”

(QS Az-Zukhruf [43]:14-15)

72. Doa Bersyukur atas Nikmat Tuhan

رَبِّ اَوۡزِعۡنِیۡۤ اَنۡ اَشۡکُرَ نِعۡمَتَکَ الَّتِیۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَعَلٰی وٰلِدَیَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صٰلِحًا تَرۡضٰٮہُ وَاَصۡلِحۡ لِیۡ فِیۡ ذُرِّیَّتِیۡۤ ۖ اِنِّیۡ تُبۡتُ اِلَیۡکَ وَاِنِّیۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhanku, anugerahkanlah taufik kepadaku supaya aku dapat mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan supaya aku dapat beramal saleh yang Engkau meridainya. Dan perbaikilah bagiku dalam keturunanku. Sesungguhnya aku kembali kepada Engkau; dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Engkau.” (QS Al-Ahqoof [46]:16) [72]

73. Doa Memohon Pertolongan

اَنِّیۡ مَغۡلُوۡبٌ فَانۡتَصِرۡ

“Sesungguhnya aku dikalahkan, maka tolonglah aku.” (QS Al-Qamar [54]:11) [50]

74. Doa Memohon Dijauhkan dari Hasad dan Dengki serta Doa Memohon Ampunan

رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا وَلِاِخۡوٰنِنَا الَّذِیۡنَ سَبَقُوۡنَا بِالۡاِیۡمٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِیۡ قُلُوۡبِنَا غِلًّا لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا رَبَّنَاۤ اِنَّکَ رَءُوۡفٌ رَّحِیۡمٌ

“Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam keimanan, dan jangan-lah engkau tanamkan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” [73] (QS Al-Hasyr [59]:11)

75. Doa Memohon Dipelihara dari Fitnah Orang Kafir

رَّبَّنَا عَلَیۡکَ تَوَکَّلۡنَا وَاِلَیۡکَ اَنَبۡنَا وَاِلَیۡکَ الۡمَصِیۡرُ

رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَۃً لِّلَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَاغۡفِرۡ لَنَا رَبَّنَاۤ ۖ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ

“Wahai Tuhan kami, kepada Engkau kami bertawakkal dan kepada Engkau kami tunduk dan kepada Engkau kami akan kembali.”

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menjadikan kami fitnah bagi orang-orang yang ingkar, dan ampunilah kami wahai Tuhan kami; karena sesungguhnya Engkau Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS Al-Mumtahinah [60]:5-6)

76. Doa Memohon Kesempurnaan Karunia Tuhan

رَبَّنَاۤ اَتۡمِمۡ لَنَا نُوۡرَنَا وَاغۡفِرۡ لَنَاۤ ۖ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ

“Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” [74] (QS At-Tahrim [66]:9)

77. Doa Memohon Qurub Ilahi dan Memohon Dipelihara dari Kaum yang Zalim

رَبِّ ابۡنِ لِیۡ عِنۡدَکَ بَیۡتًا فِی الۡجَنَّۃِ وَنَجِّنِیۡ مِنۡ فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِہٖ وَنَجِّنِیۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ

“Wahai Tuhanku! Buatkanlah bagiku di sisi Engkau sebuah rumah di surga, dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang aniaya.” (QS At-Tahrim [66]:12) [75]

78. Mengaku Kesalahan Diri

سُبۡحٰنَ رَبِّنَاۤ اِنَّا کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ

“Mahasuci Tuhan kami, sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang aniaya.” (QS Al-Qolam [68]:30)

79. Doa Nabi Nuh (as)

رَبِّ اِنِّیۡ دَعَوۡتُ قَوۡمِیۡ لَیۡلًا وَّنَہَارًا

فَلَمۡ یَزِدۡہُمۡ دُعَآءِیۡۤ اِلَّا فِرَارًا

وَاِنِّیۡ کُلَّمَا دَعَوۡتُہُمۡ لِتَغۡفِرَ لَہُمۡ جَعَلُوۡۤا اَصٰبِعَہُمۡ فِیۡۤ اٰذَانِہِمۡ وَاسۡتَغۡشَوۡا ثِیَابَہُمۡ وَاَصَرُّوۡا وَاسۡتَکۡبَرُوا اسۡتِکۡبَارًا

ثُمَّ اِنِّیۡ دَعَوۡتُہُمۡ جِہَارًا

ثُمَّ اِنِّیۡۤ اَعۡلَنۡتُ لَہُمۡ وَاَسۡرَرۡتُ لَہُمۡ اِسۡرَارًا

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّکُمۡ اِنَّہٗ کَانَ غَفَّارًا

یُرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَیۡکُمۡ مِّدۡرَارًا

وَیُمۡدِدۡکُمۡ بِاَمۡوٰلٍ وَّبَنِیۡنَ وَیَجۡعَل لَّکُمۡ جَنّٰتٍ وَّیَجۡعَل لَّکُمۡ اَنۡہٰرًا

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku di waktu malam dan siang,”

“Maka seruanku tidak menambah mereka, melainkan lari menjauh.

“Dan sesungguhnya setiap kali aku berseru kepada mereka untuk beriman supaya Engkau memaafkan mereka, mereka memasukkan jari-jarinya ke dalam telinga mereka a dan menutupi mukanya dengan pakaian mereka,3131 dan mereka bersikukuh dalam keingkaran dan mereka bersikap sangat takabur.”

“Kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka secara terang-terangan,”

“Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi,” [76]

Maka aku berkata, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun,”

“Dia akan mengirimkan hujan lebat atasmu,”

“Dan Dia akan membantu dengan harta dan anak-anak dan Dia akan menjadikan bagimu kebun-kebun dan akan menjadikan bagimu sungai-sungai.”

(QS Nuuh [71]: 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13)


رَّبِّ اِنَّہُمۡ عَصَوۡنِیۡ وَاتَّبَعُوۡا مَنۡ لَّمۡ یَزِدۡہُ مَالُہٗ وَوَلَدُہٗۤ اِلَّا خَسَارًا

وَمَکَرُوۡا مَکۡرًا کُبَّارًا

“Wahai Tuhanku! Sesungguhnya mereka telah mendurhakai aku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan keturunannya tidak memberikan tambahan kepadanya melainkan hanya kerugian.”

“Dan mereka telah merencanakan tipu daya yang besar,”

(QS Nuuh [71]: 22-23)


رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَی الۡاَرۡضِ مِنَ الۡکٰفِرِیۡنَ دَیَّارًا

اِنَّکَ اِنۡ تَذَرۡہُمۡ یُضِلُّوۡا عِبَادَکَ وَلَا یَلِدُوۡۤا اِلَّا فَاجِرًا کَفَّارًا

رَّبِّ اغۡفِرۡ لِیۡ وَلِوٰلِدَیَّ وَلِمَنۡ دَخَلَ بَیۡتِیَ مُؤۡمِنًا وَّلِلۡمُؤۡمِنِیۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتِ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِیۡنَ اِلَّا تَبَارًۢا

“Wahai Tuhan-ku! Janganlah engkau membiarkan seorang pun dari orang-orang kafir tinggal di atas bumi,”

“Sesungguhnya, jika Engkau membiarkan mereka, mereka akan menyesatkan hamba-hamba Engkau, dan tidak ada yang akan mereka lahirkan selain orang-orang berdosa dan orang-orang kafir.” [77]

”Wahai Tuhan-ku! Ampunilah aku dan ibu-bapakku, dan bagi orang-orang yang memasuki rumahku sebagai mukmin, dan bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukmin. Dan Engkau tidak menambah kepada orang-orang yang aniaya kecuali kebinasaan.” [78]

(QS Nuuh [71]: 27, 28, 29)

80. Doa Memohon Perlindungan I

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِ

مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَ

وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ

وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِی الۡعُقَدِ

وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Aku Baca dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh makhluk,”

“Dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan,”

“Dan dari kejahatan yang menjadikan kegelapan ketika meliputi,”

“Dan dari kejahatan orangorang yang meniupkan perpecahan pada buhul-buhul ikatan persahabatan.”

“Dan dari kejahatan pendengki apabila ia mendengki.”

(QS Al-Falaq [113])

81. Doa Memohon Perlindungan II

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ النَّاسِ

مَلِکِ النَّاسِ

اِلٰہِ النَّاسِ

مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ الۡخَنَّاسِ

اَلَّذِیۡ یُوَسۡوِسُ فِیۡ صُدُوۡرِ النَّاسِ

مِنَ الۡجِنَّۃِ وَالنَّاسِ

Aku Baca dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,”

“Raja manusia,”

“Sembahan manusia,”

“Dari kejahatan bisikanbisikan setan yang tersembunyi,”

“Yang membisikkan ke dalam hati manusia,”

“Dari jin dan manusia.”

(QS An-Naas [114])

Catatan Kaki

  1. Doa ini meliputi seluruh keperluan manusia – kebendaan dan rohani, untuk masa ini dan masa yang akan datang. Orang beriman berdoa agar kepadanya ditunjukkan jalan lurus – jalan terpendek. Kadang-kadang kepada manusia diperlihatkan jalan yang benar dan lurus itu, tetapi ia tidak dibimbing kepadanya, atau jika pun dibimbing ke sana, ia tidak teguh pada jalan itu dan tidak mengikutinya hingga akhir.

    Doa tersebut menghendaki agar orang beriman tidak merasa puas dengan hanya diperlihatkan kepadanya suatu jalan, atau juga dengan dibimbing pada jalan itu, tetapi ia harus senantiasa terus menerus mengikutinya hingga mencapai tujuannya, dan inilah makna Hidayah, yang berarti menunjukkan jalan yang lurus (QS.90:11), membimbing ke jalan yang lurus (QS.29:70), dan membuat orang mengikuti jalan yang lurus (QS.7:44) (Mufradāt dan Baqa).

    Pada hakikatnya, manusia memerlukan pertolongan Allah Swt pada tiap-tiap langkah dan pada setiap saat, dan sangat perlu sekali baginya agar ia senantiasa mengajukan kepada-Nya permohonan yang terkandung dalam ayat ini. Oleh karena itu doa terus-menerus itu memang sangat perlu. Selama kita mempunyai keperluankeperluan yang belum kesampaian dan keperluan-keperluan yang belum terpenuhi dan tujuan-tujuan yang belum tercapai maka kita selamanya memerlukan doa. 

  2. Orang beriman sejati tidak akan puas hanya dengan dibimbing ke jalan yang lurus atau dengan melakukan beberapa amal saleh tertentu saja. Ia menempatkan tujuannya jauh lebih tinggi dan berusaha mencapai kedudukan saat Allah Swt mulai menganugerahkan karunia-karunia istimewa kepada hamba-hamba-Nya. Ia melihat kepada contoh-contoh karunia Ilahi yang dianugerahkan kepada para hamba pilihan Ilahi, lalu memperoleh dorongan semangat dari mereka. Ia bahkan tidak berhenti sampai di situ saja, tetapi ia berusaha keras dan berdoa supaya digolongkan di antara “orang-orang yang telah mendapat nikmat” dan menjadi seorang dari antara mereka.

    Orang-orang yang telah mendapat nikmat itu telah disebut dalam QS.4:70. Doa itu umum dan tidak untuk sesuatu karunia tertentu. Orang beriman memohon kepada Allah Swt agar menganugerahkan karunia rohani yang tertinggi kepadanya, dan terserah kepada Dia untuk menganugerahkan kepadanya karunia yang dianggap-Nya pantas dan layak bagi orang beriman itu menerimanya.

    Sifat khusus lainnya pada doa yang terkandung dalam surah ini yaitu doa tersebut mengimbau naluri-naluri manusia yang dalam dengan cara yang wajar sekali. Dalam fitrat manusia ada dua pendorong yang merangsangnya untuk berserah diri yaitu cinta dan takut. Sebagian orang tergerak oleh cinta, sedangkan yang lain terdorong oleh takut. Dorongan cinta memang lebih mulia, tetapi mungkin ada – dan sungguhsungguh ada – orang-orang yang hatinya tidak tergerak oleh cinta, mereka hanya menyerah karena pengaruh takut.

    Allah Swt mengetahui bahwa manusia itu lemah dan mudah keliru serta tergelincir, maka Dia mendorong hamba-hamba-Nya agar mohon pertolongan-Nya pada setiap derap langkah majunya dan setiap keperluan yang dihadapinya. Akhirnya datanglah doa yang padat dan berjangkauan jauh, suatu doa yang di dalamnya manusia memohon kepada Khāliq-nya, untuk membimbingnya ke jalan yang lurus dalam segala urusan rohani dan duniawi, baik mengenai keperluan-keperluannya sekarang atau pun di hari depan. Ia berdoa kepada Allah Swt agar ia bukan saja dapat menghadapi segala cobaan dan ujian dengan tabah, tetapi juga selaku “orang-orang terpilih” menghadapinya dengan cara yang sebaik-baiknya dan menjadi penerima karunia dan berkat Allah Swt yang paling banyak dan paling besar, agar ia selamanya terus melangkah maju pada jalan yang lurus, maju terus makin dekat dan lebih dekat lagi kepada Allah Swt dan Junjungannya, tanpa terantuk-antuk di perjalanannya seperti telah terjadi pada banyak dari antara mereka yang hidup di masa yang lampau.

    Itulah pokok surah pembukaan Al-Qur’an yang dengan suatu bentuk atau cara lain senantiasa diulangi dalam seluruh kandungan batang tubuh kitab suci itu (AlQur’an). 

  3. Doa diatas adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim (as) . 

  4. Doa diatas adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim (as) dan Nabi Ismail (as) yang ketika mereka berdua meninggikan pondasi Ka’bah di Mekah. 

  5. Dalam Alquran diceritakan bahwa doa ini adalah doa ketika seseorang sedang menunaikan ibadah haji. Ayat ini menyebut golongan orang dengan upaya-upaya dan hasrat-hasratnya tidak hanya terbatas pada dunia ini. Mereka mencari segala yang baik dari dunia ini dan pula segala yang baik dari alam ukhrawi. Hasanah berarti pula sukses (Tāj). Doa ini sangat padat dan Rasulullah Saw amat sering mempergunakannya (Hadits riwayat Muslim). 

  6. Doa ini adalah doa seorang pemimpin yang bernama Thalut (ditafsirkan sebagai Gideon) yang berdoa ketika berperang melawan Jalut (ditafsirkan sebagai satu kaum yang jahat) 

  7. Dzunūb adalah jamak dari Dzanb yang berarti kealpaan, perbuatan salah, pelanggaran, sesuatu yang patut dicela jika dilakukan dengan sengaja. Perbedaannya dengan Itsm adalah bahwa Dzanb itu boleh jadi disengaja atau dilakukan karena kealpaan, sedangkan Itsm yang khusus dilakukan dengan sengaja. Atau Dzanb berarti kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan yang membawa akibat buruk atau menjadikan si pelakunya layak dituntut. Sesungguhnya Dzanb berarti kelemahan-kelemahan atau kekurangankekurangan yang melekat pada fitrat manusia, seperti halnya Dzanb (ekor, atau bagian tubuh yang seperti itu pada manusia) melekat pada tubuh, artinya kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan alami pada diri manusia (Lane dan Mufradāt). 

  8. Kata “siang” di sini menggambarkan kesejahteraan dan kekuasaan suatu kaum dan kata “malam” melukiskan kemunduran dan kemerosotan mereka. Ayat ini dan yang mendahuluinya mengisyaratkan kepada hukum Ilahi yang tak berubah bahwa bangsa-bangsa bangkit atau jatuh, karena mereka menyesuaikan diri dengan atau menentang kehendak Ilahi yang merupakan sumber segala kekuasaan dan kebesaran. 

  9. Tatkala Nabi Isa (as) merasa ada kekufuran pada kaumnya, beliau (as) bersabda, ”Siapakah penolong-penolongku di jalan Allah?” Para Hawari atau para sahabat Nabi Isa (as), mereka berkata, “Kamilah para penolong di jalan Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri. Setelah mereka mengikrarkan kesetiaannya keapda Nabi Isa (as), mereka berdoa dengan doa diatas. 

  10. Doa ini dipanjatkan oleh orang-orang sabar yang sedang berperang di jalan Allah Ta’ala. Walaupun mereka sedikit dalam jumlah tapi Allah Ta’ala memberikan karunia kemenangan kepada mereka. 

  11. Doa ini dipanjatkan oleh orang-orang yang berilmu (yang senantiasa menggunakan akalnya) yang selalu mengingat Allah, baik sambil berdiri, duduk, dan berbaring atas rusuk mereka, dan mereka merenungkan tentang penciptaan seluruh langit dan bumi. 

  12. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa (as) ketika kaumnya, yakni Bani Israil yang tidak mau berperang di jalan Allah Ta’ala. 

  13. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Isa (as) ketika kaumnya ingin melihat tanda dari Allah Ta’ala melalui utusannya, yakni Nabi Isa (as). 

  14. Ayat ini telah dikenakan pula teristimewa kepada Raja Najasyi. Ketika Ja’far (ra), saudara misan Rasulullah (saw) dan juru bicara untuk para pengungsi kaum Muslimin di Abesinia membacakan padanya ayat-ayat permulaan surah Maryam, nampak sekali hati Raja Najasyi tergerak; dan air mata menetes di pipinya. Ia berkata dengan suara lirih penuh haru; seperti itulah kepercayaannya tentang Nabi Isa (as) dan ia menganggap beliau sedikit pun tidak lebih dari itu (Hisyam). 

  15. Nabi Adam (as) segera menyadari kekeliruannya lalu cepat-cepat kembali rujuk kepada Allah (swt), bertaubat. Sesungguhnya kesalahan Adam (as) terletak pada anggapannya bahwa “manusia Syaitān” itu bermaksud baik, sungguhpun Allah (swt) telah memperingatkan dirinya agar jangan berurusan dengan orang itu. 

  16. Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Adam (as) dan istrinya. 

  17. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Syuaib (as) ketika penentangan kaumnya telah memuncak. Setelah itu kaumnya diberikan azab berupa gempa bumi. 

  18. Pada hakikatnya, kehidupan surgawi dimulai sejak dari dunia ini juga (QS.55:47) dan seseorang dikatakan sedang menikmati kehidupan surgawi apabila hatinya bebas dari rasa permusuhan, irihati, dendam-kesumat, dan kegelisahan mental. 

  19. Doa tersebut adalah doa yang dipanjatkan oleh orang yang di dalam dada mereka telah Allah Ta’ala hilangkan segala dendam. Setelah itu Allah Ta’ala menyeru kepada mereka, “Inilah surga yang telah diwariskan kepadamu sebagai ganjaran atas apa yang telah kamu kerjakan.” 

  20. Doa ini dipanjatkan para penyihir yang telah kalah melawan Nabi Musa (as). Mereka diberikan ancaman oleh Raja Firaun karena mereka serta merta beriman kepada Nabi Musa (as). Mereka diancam akan dipotong tangan dan kakinya serta disalibkan. 

  21. Doa ini dipanjatkan oleh Kaum Bani Israil yang bertaubat dari menyembah Sapi. Mereka meremas-remas tangan mereka karena mengakui kesalahan dan kesesatan mereka. 

  22. Nabi Musa (as) kembali dari kepada kaumnya dengan perasaan marah dan sedih karena mereka telah menyembah lembu. Nabi Musa (as) memarahi Nabi Harun (as) sebagai seorang wakil yang diberikan amanat untuk menjaga Bani Israil. Nabi Musa (as) mencengkeram kepala Nabi Harun (as), bukan karena Harun (as) telah membiarkan atau menyokong perbuatan pemujaan lembu, melainkan karena Nabi Harun (as) tidak berhasil mencegah kaumnya menyembah lembu. Nabi Musa (as) menunjukkan kegusaran karena Nabi Harun (as) tidak berhasil mengelola urusan-urusan agama dengan sebaik-baiknya selagi nabi Musa (as) tidak ada di tempat. Kemarahan itu beralasan, sebab suatu penodaan besar telah dilakukan dan seluruh pekerjaan Nabi Musa (as) selama hidupnya telah terancam bahaya. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa (as) setelah kemarahan beliau mereda. Beliau memohon ampun kepada Allah (dan saudaranya, Nabi Harun (as)) atas kelemahan-kelemahan yang telah terjadi. 

  23. Gempa bumi tersebut hanyalah satu gejala alam biasa. Nabi Musa (as) merasa cemas kalau-kalau gempa itu merupakan azab Tuhan untuk menghukum dosa-dosa yang telah dilakukan oleh kaumnya. 

  24. Doa ini dipanjatkan Nabi Musa (as). Kala itu Nabi Musa sedang memilih tujuh puluh orang laki-laki dari kaumnya untuk menepati perjanjian kepada Allah Ta’ala (melaksanakan baiat) dan terjadi gempa. 

  25. Doa ini dipanjatkan Nabi Musa (as) sebagai sambungan dari ayat sebelumnya (QS Al-A’roof [7]:156) ketika terjadi gempa. Setelah doa itu dipanjatkan Allah Ta’ala berfirman, ”Azab-Ku akan Ku-timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki; tetapi rahmat-Ku meliputi segala sesuatu; maka pasti Aku akan menetapkannya bagi orang-orang yang bertakwa, mereka yang membayar zakat, dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” 

  26. Doa ini dipanjatkan tatkala orang-orang menolak datangnya seorang rasul yang telah diutus oleh Allah Ta’ala. 

  27. Doa ini dipanjatkan oleh kaum Bani Israil yang ketika itu menjadi budak orang-orang Mesir. Mereka meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala. 

  28. Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa (as) agar beliau bisa menyelamatkan kaum Bani Israil (as) yang tertindas oleh Raja Firaun di Mesir. 

  29. Doa ini diucapkan oleh Nabi Nuh (as) ketika bahteranya hendak berlayar menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala. 

  30. Doa tersebut dilatarbelakangi oleh Nabi Nuh (as) yang ingin menyelamatkan putranya yang jelas-jelas menentang dan ingkar kepada Allah Ta’ala.

    Allah Ta’ala berfirman, “Hai Nuh! sesungguhnya ia bukanlah dari keluarga engkau; sebenarnya ia orang yang amalnya tidak baik. Maka janganlah meminta kepada-Ku sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya. Sesungguhnya Aku nasihati engkau, supaya engkau tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”

    Setelah turun teguran itu dari ALlah Ta’ala, maka Nabi Nuh (as) segera memanjatkan doa tersebut kepada Allah Ta’ala. 

  31. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yusuf (as) ketika beliau telah menjadi bendahara khazanah kerajaan Firaun.

    Mimpi-mimpi (nubuwwatan) yang datang dari Allah Ta’ala telah genap-sempurna; yakni beliau (as) dibebaskan dari penjara dan dipertemukan dengan keluarganya dan saudara-saudaranya. 

  32. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yusuf (as), Doa ini masih sambungan dari poin sebelumnya 

  33. Doa Nabi Ibrahim (as), yang disinggung dalam ayat ini menunjukkan, bahwa beliau tahu, bahwa kemusyrikan pada suatu hari akan merajalela di Mekah dan di negeri sekitarnya. Jadi doa itu merupakan cetusan hasrat beliau untuk memelihara keturunan beliau dari kemusyrikan; dan doa itu dipanjatkan beratus-ratus tahun yang silam. 

  34. Doa Nabi Ibrahim (as) ini telah memperoleh perwujudan yang sempurna dalam diri Rasulullah Saw, sebab sebelum beliau hanya orang-orang Arab-lah yang berkunjung ke Mekah untuk mempersembahkan kurban-kurban mereka, tetapi sesudah kedatangan beliau, bangsa-bangsa dari seluruh dunia mulai berkunjung ke kota itu.

    Doa itu diucapkan pada saat, ketika tiada sehelai pun rumput nampak tumbuh dalam jarak bermil-mil di sekitar Mekah. Namun nubuatan itu telah menjadi sempurna dengan cara yang menakjubkan, sebab buahbuahan yang paling terpilih didatangkan orang berlimpah-limpah ke Mekah pada setiap musim.(QS Al-Fatihah [1]: 1-7

  35. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim (as) 

  36. Ayat ini dengan suatu perumpamaan yang indah mengajarkan dan menanamkan kasih-sayang terhadap kedua orang tua. Oleh karena cinta-kasih orang tua tidak dapat dibalas dengan sepadan, maka dianjurkan supaya kekurangan dalam hal ini ditutup dengan jalan berdoa bagi mereka. Doa ini menunjukkan, bahwa dalam usia lanjut orangtua memerlukan perlakuan dengan penuh perhatian dan kasih-sayang seperti layaknya anak-anak kecil dijaga dan diperhatikan dalam masa kanak-kanaknya oleh orang tua mereka. 

  37. Sebagai kemakbulan doa-doa dan permohonan-permohonan beliau, Rasulullah Saw dalam ayat ini diberi khabar suka, bahwa untuk menggenapi nubuatan dalam kata-kata “Mahasuci Dia, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam hari dari Masjid al-Haram ke Masjid alAqsa” (QS.17: 2), beliau akan dibawa ke Medinah. Untuk mendahului dan menyambut penyempurnaan nubuatan ini, beliau diperintahkan berdoa supaya masuk beliau ke Medinah dan begitu pula keberangkatan beliau dari kota Mekah, di mana beliau tinggal pada saat itu, akan dianugerahi keberkatan yang berlimpah-limpah. 

  38. Doa ini dipanjatkan oleh para pemuda yang menjaga keimanan mereka kepada Allah. Mereka dikejar-kejar oleh raja Decius sehingga bersembunyi ke dalam Kahfi (gua) yang luas di pinggir sebuah gunung, di mana mereka dibiarkan menjadi musnah oleh raja zalim itu dengan memberi perintah untuk menutup pintu masuk gua itu rapat-rapat dengan tumpukan batu-batu besar. Sekarang. ini merupakan kenyataan sejarah yang cukup dikenal. bahwa kaum Kristen awal mengalami penindasan yang tak terkatakan dari Kaisar-kaisar Roma musyrik, karena keimanan mereka kepada tauhid Ilahi.

    Untuk menyelamatkan diri dari penindasan kejam dan di luar perikemanu siaan itu, para korban yang tidak berdaya itu mencari perlindungan dengan bersembunyi dalam katakombakatakomba (rongga-rongga di bawah tanah tempat menyimpan mayat-mayat) di Roma. Untuk memenuhi tujuan tersebut katakomba- katakomba itu sangat cocok, pertama oleh karena sangat berliku-likunya jalan ke ruangan-ruangan gua yang sangat menyesatkan itu; dan kedua, oleh karena tak terhitung banyaknya ruangan-ruangan kecil dan persembunyian-persembunyian pada tingkat-tingkat berlainan, yang boleh jadi tetap tidak dapat ditemukan dalam kegelapan oleh para pengejar. Nampak dari tulisan-tulisan pada batu-batu nisan kuburan di katakomba-katakomba tersebut, bahwa kaum Kristen di jaman permulaan itu berpegang pada tauhid dengan kuat. Nabi Isa As disebut dalam tulisan-tulisan itu hanya sebagai gembala atau nabi Allah; sedangkan ibunda beliau, Siti Maryam, tidak lebih dari seorang wanita yang saleh. Nampak pula, bahwa orang Kristen yang mencari perlindungan di katakomba-katakomba tersebut gemar menempatkan anjing di pintu-pintu masuk mereka, yang dengan menyalaknyalak akan memberitahukan kedatangan orang-orang asing. Dengan demikian kisah para penghuni gua itu pada hakikatnya melukiskan sejarah orang-orang Kristen di jaman permulaan, dan menunjukkan betapa mereka menderita penindasan -penindasan tak terkatakan, demi keimanan mereka kepada tauhid Ilahi. 

  39. Doa Nabi Zakaria As memiliki semua unsur dalam suatu doa yang lengkap dan mustajab (manjur). Doa yang mustajab harus diucapkan dengan khusyuk dan merendahkan diri. Orang yang berdoa harus mengakui kelemahan dan ketidakmampuan dirinya. Ia harus memiliki keyakinan membaja akan kekuatan Tuhan untuk mengabulkan doanya. Doa Zakaria As memenuhi semua syarat tersebut. 

  40. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria (as) 

  41. Nabi Musa As tidak menganggap diri beliau layak menghadapi tugas berat yang diserahkan kepadanya. Ia memohon diberi seorang penolong untuk membantunya. Rasulullah Saw yang kepada beliau diserahkan tugas yang jauh lebih berat dan sulit, tidak pernah berdoa untuk diberi seorang pembantu. Beliau sendiri, tanpa dibantu dan tanpa ditolong, menjalankan sepenuhnya dan selengkapnya tugas dan tanggung jawab untuk mengangkat martabat suatu kaum yang telah terbenam ke dalam lumpur kejahatan moral paling rendah ke puncak kemajuan rohani paling tinggi. 

  42. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa (as) ketika diperintah Allah Ta’ala menghadapi Raja Firaun. 

  43. Rasulullah Saw diriwayatkan pernah bersabda, “Carilah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.” (Shagir, jilid I). Di tempat lain dalam Al-Qur’an ilmu telah dilukiskan sebagai “Karunia Allah yang sangat besar” (QS.2:270 dan QS.4:114). Ilmu itu ada dua macam: (a) ilmu yang dianugerahkan kepada manusia dengan perantaraan wahyu dan yang telah mencapai kesempurnaan dalam wujud Al-Qur’an. (b) Ilmu yang didapatkan oleh manusia dengan usaha dan jerih-payahnya sendiri. 

  44. Nabi Ayyub As telah disebut dalam Bibel pernah tinggal di negeri ‘Uz yang agaknya terletak di suatu tempat di bagian utara Arabia, di antara Siria dan Teluk Aqabah. Konon disebutkan, bahwa Ayyub As bermukim di sana sebelum keberangkatan Bani Israil dari Mesir. Menurut sementara pengarang Yahudi, beliau hidup kurang lebih dua ratus tahun sebelum Musa As Menurut beberapa sumber lain beliau setanah air dengan Musa As, tetapi bukan seorang nabi Israili, dan bukan dari keturunan Essau, kakak lelaki Yakub As. Di antara semua kitab Perjanjian Lama, Kitab Ayyub mempunyai kekhususan dalam hal ini, bahwa – kecuali kata Yehovah, yang merupakan nama Tuhan menurut agama Yahudi, di dalamnya sejarah hukum syariat Musa As dan sejarah orang-orang Yahudi nyata sekali, tidak disebut-sebut. Al-Qur’an telah membatasi diri dengan hanya menyebutkan beberapa kenyataan saja yang bertalian dengan Ayyub As dalam ayat ini dan ayat berikutnya. Al-Qur’an menyatakan, bahwa ia seorang hamba Allah yang suci, dan bahwa beliau telah mengalami kesulitan-kesulitan dan kemalangan-kemalangan besar sebab itu, ia menjadi terpisah dari keluarga; dan pengikutnya yang di masa kemudian dapat bergabung dengan beliau dan sementara itu telah bertambah lipat ganda banyaknya. Ayyub As telah disebut-sebut dalam QS. 4: 164; 6: 85 dan QS.38: 42 bersama-sama dengan Daud As dan Sulaiman As. Hal ini menunjukkan, bahwa seperti kedua nabi besar tersebut, ia adalah seorang yang berpengaruh dan berkelimpahan, dan seperti mereka, ia pun harus melalui cobaan-cobaan dan kemalangan-kemalangan yang ditanggungnya dengan kesabaran dan ketabahan yang patut dicontoh. Keberanian dan ketabahan yang diperlihatkan Ayyub As di bawah kesusahan dan kemalangan yang sangat hebat itu, telah menjadi peribahasa. Lihat pula Jew. Enc. pada kata “Job” dan Enc. of Islam pada kata “Aiyub.” 

  45. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ayyub (as) 

  46. Ketika Nabi Yunus As melihat, bahwa nubuatan tentang kehancuran kaumnya tidak sempurna – karena beliau tidak tahu, bahwa nubuatan kehancuran bisa dibatalkan dengan penyesalan (tobat) kepada Allah Swt – maka beliau pergi ke laut dengan perasaan marah. Di sana beliau ditelan oleh ikan paus, kemudian dimuntahkan dalam keadaan hidup. Dalam keadaan gelap ini, beliau berdoa : Ya Allah, selain Engkau tiada tuhan lain. Engkau Mahasuci dan saya betul-betul termasuk orang yang aniaya. 

  47. Doa ini disampaikan oleh Dzun Nun, yakni julukan dari Nabi Yunus (as) ketika ada di dalam perut Ikan. Sebagai bentuk pengabulannya, beliau diselamatkan Allah Ta’ala dan kembali kepada kaumnya. 

  48. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakaria (as). Bentuk pengabulan doa ini, beliau mendapatkan keturunan, yakni Nabi Yahya (as). Lihat (QS Al-Anbiyaa [21]:91

  49. Rasulullah (saw) diperintahkan untuk memanjatkan doa yang tersebut dalam ayat ini sebagai perlindungan terhadap kekuatan-kekuatan buruk yang akan dilepaskan ke dunia di akhir zaman dalam bentuk Ya’jūj dan Ma’jūj . Ternyata dari Bibel, bahwa di masa Ya’jūj dan Ma’jūj , kekuatan fisik tidak akan merupakan satu-satunya bahaya bagi Islam. Ada faktor-faktor lain yang akan merupakan sumber bahaya yang jauh lebih besar bagi Islam. Boleh jadi juga dalam ayat ini Rasulullah (saw) dilukiskan berdoa, supaya masa pendudukan Palestina oleh orang-orang Yahudi menjadi sependek mungkin; dan tanah itu dapat kembali kepada pewaris-pewarisnya yang sah, ialah orang-orang Islam. 

  50. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh (as).  2

  51. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh (as) atau kaumnya yang telah selamat dari banjir. Mereka hampir sampai kepada tempat yang dikehendaki Allah Ta’ala untuk berlabuh. 

  52. Surah ini diwahyukan menjelang akhir masa Mekah. Rasulullah (saw) ketika itu hampir meninggalkan Mekah. Keberangkatan beliau merupakan suatu isyarat dan suatu tanda, bahwa sebagai akibat penolakan yang gigih terhadap beliau, penganiayaan, dan pengusiran beliau dari Mekah yang dilakukan oleh kaum Quraisy, hukuman Tuhan tidak lama lagi akan menimpa mereka. Beliau diajarkan untuk berdoa, bahwa bila hukuman yang diancamkan itu akan menimpa mereka, beliau hendaknya tidak hadir bersama mereka di Mekah. 

  53. Kata-kata “Syaitān” menunjuk kepada orang-orang terkemuka di antara musuh-musuh Rasulullah Saw dan kata “hasutan-hasutan” maksudnya gerakan untuk memburuk-burukkan dan memfitnah, yang dengan itu mereka berusaha menghasut orang-orang untuk melawan beliau. 

  54. Setelah wafat Nabi Ibrahim As meninggalkan nama yang demikian harum sehingga para penganut ketiga cabang agama dunia yang besar – agama Yahudi, Kristen, dan Islam – memandang beliau sebagai leluhur rohani agung mereka, yang mereka kenang dengan penuh rasa hormat. 

  55. Kiamat disebut Ba‘ts, sebab sesudah mati, manusia akan dianugerahi kemampuan-kemampuan baru lagi lebih baik; dan akan dibukakan kepadanya jalan-jalan baru untuk kemajuan rohani. 

  56. Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim (as). 

  57. Doa ini diucapkan oleh Nabi Nuh (as). 

  58. Doa ini dimohonkan Nabi Luth (as) kepada Allah Ta’ala ketika menghadapi kaum beliau.  2

  59. Karena dahika maknanya, ia merasa kagum atau ia merasa senang (Lane). Ayat ini mengandung arti, bahwa Nabi Sulaiman (as) kagum dan senang sekali dengan pendapat baik yang dikemukakan oleh suku bangsa Naml tentang kekuatan dan kesalehan dirinya dan balatentaranya 

  60. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman (as) ketika berdialog dengan Suku atau bangsa Naml 

  61. Ratu Saba diizinkan untuk masuk istana. Lantainya dibuat dari potongan-potongan kaca yang sangat bening dan kilauannya nampak seperti air, padahal hanya lantai biasa dan sama sekali di sana tidak ada air. Karena menyangka itu air, Ratu Saba mengangkat pakaiannya supaya tidak basah. Waktu itu Nabi Sulaiman (as) menjelaskan kepadanya, inipun tipuan penglihatan, sebagaimana ketika kamu melihat matahari, kamu menganggap itu sebagai sumber cahaya, padahal sesungguhnya nur Allah-lah yang menjadikannya bersinar. Dengan itu ia menjadi paham, bahwa mereka telah keliru menyembah matahari. 

  62. Doa ini dipanjatkan oleh Rastu Saba yang terkagum-kagum dengan kerajaan yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada Nabi Sulaiman (as) 

  63. Zalamūhu berarti, ia meletakkan atas pundak orang lain suatu beban yang melewati batas kekuatan atau kemampuannya untuk memikul; ia membiarkan dirinya menjadi sasaran bahaya (Lane & Mufradat). Nabi Musa As menginsyafi, bahwa dalam usaha membela seorang orang Israil yang malang itu, ia tanpa sengaja telah membunuh orang Mesir itu, dan karenanya telah menempatkan diri dalam bahaya besar dan memikul beban yang nampaknya tidak akan dapat ia pikul. Dengan demikian ia berdoa ke hadirat Ilahi agar melindunginya dari natijah (akibat) buruk, yang boleh jadi timbul dari pembunuhan secara tak sengaja atas seorang warga dari bangsa yang sedang berkuasa. 

  64. Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa (as) setelah secara reflek membela seseorang yang sedang dianiaya. Salah satu penduduk Mesir yang ketika itu berseteru dengan salah satu kaum Yahudi. Nabi Musa (as) meninju penduduk Mesir itu. Dan tiba-tiba orang itu mati. Nabi Musa (as) segera meminta ampun kepada Allah Ta’ala.  2 3 4

  65. Ayat ini menunjukkan Nabi Musa As seolah-olah berkata, “Ya Tuhanku! Engkau selamanya berbelas kasih kepadaku, maka karena bersyukur atas nikmat Engkau aku berjanji, bahwa aku selamanya akan membela orangorang yang teraniaya, sebagaimana aku pernah lakukan pada kejadian terakhir, dan aku sama sekali tidak akan memihak orang yang zalim.” Atau dapat juga diartikan, “Ya Tuhanku, karena Engkau selamanya baik dan berkasih-sayang kepadaku, bagaimana aku dapat menjadi seorang penolong dan pembela kaum yang teraniaya?” 

  66. QS Al Qoshshos ayat 16-23 : Nampaknya sebelum kenabian beliau, Nabi Musa As biasa jalan-jalan diwaktu subuh. Suatu hari di jalan beliau melihat seorang Israil bertengkar dengan seorang dari kaum Fir’aun. Ketika ia minta tolong kepada Nabi Musa As, beliau memukul orang dari kaum Fir’aun dan ia mati. Pada Subuh berikutnya Nabi Musa As melewati jalan itu lagi. Beliau melihat lagi orang dari kaumnya tengah bertengkar dengan seseorang dari kaum Fir’aun. Ketika Nabi Musa As maju ke depan untuk menolong orang dari kaumnya, maka orangnya Fir’aun bicara dengan pelan, “Apakah engkau akan memperlakukan aku seperti kemarin kamu telah membunuh orang kami ?” Sesudah menerangkan kedua peristiwa itu, ayat berikutnya menjelaskan, bahwa para pemimpin kaum Fir’aun telah memutuskan untuk menghukum mati Musa As. Sebelumnya, seseorang yang tahu telah memberi tahu Musa As tentang itu. Beliau pun pergi dari sana menuju Midian. 

  67. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrohim (as). Setelah beliau berdoa, Allah Ta’ala memberikan jawaban, “Maka Kami memberi kabar suka kepadanya tentang seorang anak laki-laki yang lembut hatinya.” (QS Ash-Shooffaat [38]:101

  68. Seperti nampak dari ayat sebelum ini Nabi Sulaiman (as) telah mempunyai firasat bahwa kerajaan duniawinya akan menjadi terpecah-belah sesudah ia wafat, disebabkan oleh mental putranya yang lemah dan tidak layak itu; maka ia berdoa supaya kerajaan rohani yang telah dianugerahkan Allah Swt kepada keturunannya dapat berjalan terus. Bila kata-kata, “suatu kerajaan yang tidak dapat diwarisi oleh seseorang sesudahku,” diartikan secara harfiah, maka doa Nabi Sulaiman As akan dipahami sudah terkabul dalam artian bahwa sesudah kewafatannya, tidak akan ada raja di antara kaum Bani Israil yang memiliki kekuasaan dan pamor seperti dirinya. 

  69. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman (as) 

  70. Ayat ini meletakkan suatu asas yang agung. Tiada pekerjaan dilaksanakan dan tiada kemenangan dapat dicapai oleh seseorang di dunia ini tanpa bantuan orang lain. Orang-orang lain masing-masing dengan sadar atau tidak sadar telah memberikan sumbangan kepada pekerjaan itu. Sekutu-sekutu dan pembantupembantu yang sadar atau tidak sadar itu terutama ayah bunda, istri, dan anakanaknya. Maka anggota keluarga yang terdekat itu pun akan diizinkan ikut serta menikmati karunia-karunia yang akan dianugerahkan kepada orang-orang yang beriman, atas amal-amal salehnya. 

  71. Doa ini dipanjatkan oleh malaikat-malaikat yang memikul ‘Arasy dan mereka yang ada di sekitarnya, mereka bertasbih dengan memuji Tuhannya, dan mereka beriman kepada-Nya, dan mereka memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman dengan doa ini. 

  72. Doa ini dipanjatkan oleh orang yang berumur 40 tahun. Doa ini dipanjatkan sebagai rasa syukur terhadap nikmat dari Allah Ta’ala yakni ia mendapatkan asuhan orang tua yang baik. 

  73. Kata-kata itu dapat dikenakan kepada para Muhajirin yang kemudian datang ke Medinah, atau kepada semua keturunan kaum Muslimin yang datang kemudian. 

  74. Keinginan tidak kunjung padam bagi kesempurnaan pada pihak orang-orang yang beriman di surga sebagaimana diungkapkan dalam kata-kata, “Wahai, Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami,” menunjukkan bahwa kehidupan di surga itu bukanlah kehidupan menganggur. Kebalikannya, kemajuan rohani di surga tiada berhingga sebab bila orang-orang mukmin akan mencapai kesempurnaan – yang menjadi ciri tingkat tertentu – mereka tidak akan berhenti sampai di situ, melainkan serentak terlihat di hadapannya ada tingkat kesempurnaan lebih tinggi dan diketahuinya bahwa tingkat yang didapati olehnya itu bukan tingkat tertinggi, maka ia akan maju terus dan seterusnya tanpa berakhir.

    Selanjutnya tampak bahwa setelah masuk surga orang-orang mukmin akan mencapai Maghfirah – penutupan kekurangan (Lane). Mereka akan terus-menerus berdoa kepada Tuhan untuk mencapai kesempurnaan dan sama sekali tenggelam dalam Nur Ilahi dan akan terus naik kian menanjak ke atas dan memandang tiap-tiap tingkat sebagai ada kekurangan dibandingkan dengan tingkat lebih tinggi yang didambakan oleh mereka, dan karena itu akan berdoa kepada Tuhan supaya Dia menutupi ketidaksempurnaannya sehingga mereka akan mampu mencapai tingkat lebih tinggi itu. Inilah makna yang sesungguhnya tentang Istighfār, yang secara harfiah berarti “mohon ampunan atas segala kealpaan.” 

  75. Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh orang Mukmin yang dimisalkan seperti istri Fir’aun. 

  76. Nabi Nuh (as) menggunakan segala sarana yang ada pada dirinya untuk membuat kaumnya mau mendengarkan Amanat Ilahi. Tetapi kaumnya sama-sama bertekad untuk tidak menghiraukan Amanat. 

  77. Ayat 27-28: Latar belakang doa buruk Nabi Nuh As terhadap kaumnya, adalah karena Allah Ta’ala telah memperingatkan beliau As bahwa sekarang kaum ini atau keturunannya tidak akan pernah beriman. Nabi Nuh As secara pribadi tidak dapat mengetahui hal ini. Pastinya setelah mendapat ilmu dari Allah Ta’ala Nabi Nuh As, terpaksa berdoa buruk bagi kaumnya. 

  78. Nabi-nabi Allah sarat dengan nilai-nilai kebajikan manusiawi. Doa Nabi Nuh As menunjukkan bahwa perlawanan terhadapnya tentu berlangsung sangat lama, gigih, dan tidak kunjung berkurang, dan bahwa segala usaha membawa kaumnya kepada jalan lurus telah kandas dan gagal serta tidak ada kemungkinan yang tinggal untuk penambahan lebih lanjut jumlah pengikut yang kecil itu, dan pula bahwa para penentangnya telah melampaui batas-batas yang wajar dalam menentang dan menganiaya ia dengan para pengikutnya, dan dalam berkecimpung di dalam perbuatan-perbuatan jahat. Keadaan telah begitu jauh sehingga seorang yang begitu berpembawaan kasih sayang seperti Nabi Nuh As terpaksa berdoa buruk untuk kaumnya. Dalam keadaan yang sama, sikap Rasulullah Saw terhadap para penentang beliau menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok. Dalam pertempuran Uhud, ketika dua buah gigi beliau patah dan beliau terluka parah serta darah beliau mengucur dengan derasnya, kata-kata yang keluar dari mulut beliau hanyalah, “betapa suatu kaum akan memperoleh keselamatan, sedang mereka telah melukai nabi mereka dan melumuri mukanya dengan darah, karena kesalahan yang tidak lain selain ia telah mengajak mereka kepada Tuhan. Ya, Tuhan-ku! Ampunilah kiranya kaumku ini, sebab mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat” (Zurqani dan Hisyam)