Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

Berkat-Berkat Pengorbanan

Assalamu ‘alaikum wa rahmatulloohi wa barookaatuh

أَشْهَدُ أنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Hadirin peserta KPA yang berbahagia, kali ini akan disampaikan Materi Kelas B untuk mata pelajaran Pengorbanan dan Nizam. Ini adalah pertemuan ke tiga dari materi pengorbanan.

Seperti yang kita ketahui bahwa pengorbanan merupakan salah satu cara kita untuk bisa meraih cinta. Misalnya, jika kita ingin seseorang mencintai kita, maka kita hendaknya berkorban. Begitu pula apabila kita ingin mendapatkan qurub ilahi atau kedekatan dengan Allah Ta’ala, maka wajiblah atas kita melaksanakan pengorbanan. Hal ini karena kata “qurban” itu memiliki makna “pendekatan diri” dan “persembahan” [1].

Kali ini marilah kita simak bersama ayat-ayat Alquran yang membahas mengenai pengorbanan.

Allah Ta’ala berfirman,

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

QS Al-Kautsar (108): 3

فَصَلِّ لِرَبِّکَ وَانۡحَرۡ

“Maka beribadahlah kepada Tuhan engkau dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsar [108]: 3 )

QS Al-An’aam (6):163

قُلۡ اِنَّ صَلَاتِیۡ وَنُسُکِیۡ وَمَحۡیَایَ وَمَمَاتِیۡ لِلّٰہِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, pengorbananku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam (QS Al-An’aam [6]:163)

QS Ash-Shaaf (61): 11 s.d. 12

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا ہَلۡ اَدُلُّکُمۡ عَلٰی تِجٰرَۃٍ تُنۡجِیۡکُمۡ مِّنۡ عَذَابٍ اَلِیۡمٍ

تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَرَسُوۡلِہٖ وَتُجٰہِدُوۡنَ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ بِاَمۡوٰلِکُمۡ وَاَنۡفُسِکُمۡ ۚ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

“Hai orang-orang yang beriman, Maukah Aku tunjukkan kepadamu perdagangan yang akan menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? - Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kamu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Hal itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS Ash-Shaaf [61]: 11-12)

QS Al Baqarah (2): 262

مَّثَلُ الَّذِیۡنَ یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوٰلَہُمۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ کَمَثَلِ حَبَّۃٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِیۡ کُلِّ سُنۡۢبُلَۃٍ مِّائَۃُ حَبَّۃٍ ۗ وَاللّٰہُ یُضٰعِفُ لِمَنۡ یَّشَآءُ ۗ وَاللّٰہُ وٰسِعٌ عَلِیۡمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah, adalah seumpama sebuah biji menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji, Allah melipat-gandakan ganjaran-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas karunia-Nya, Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah [2]: 262)

QS Al Baqarah (2): 263

اَلَّذِیۡنَ یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوٰلَہُمۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ثُمَّ لَا یُتۡبِعُوۡنَ مَاۤ اَنۡفَقُوۡا مَنًّا وَّلَاۤ اَذًی ۙ لَّہُمۡ اَجۡرُہُمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَلَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ

“Orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dibelanjakannya itu dengan menyebut-nyebut kebaikan dan tidak pula menyakiti hati, bagi mereka ada ganjarannya di sisi Tuhan-nya, dan tidak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih” (QS Al Baqarah [2]: 263)

QS Al Baqarah (2): 265

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُبۡطِلُوۡا صَدَقٰتِکُمۡ بِالۡمَنِّ وَالۡاَذٰی کَالَّذِیۡ یُنۡفِقُ مَالَہٗ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَالۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ ۖ فَمَثَلُہٗ کَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَیۡہِ تُرَابٌ فَاَصَابَہٗ وَابِلٌ فَتَرَکَہٗ صَلۡدًا ۖ لَّا یَقۡدِرُوۡنَ عَلٰی شَیۡءٍ مِّمَّا کَسَبُوۡا ۗ وَاللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الۡکٰفِرِیۡنَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan sedekah-sedekahmu sia-sia dengan menyebut-nyebut jasa baik dan menyakiti, seperti orang yang membelanjakan hartanya untuk dilihat manusia, sedangkan ia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka keadaannya seperti batu licin yang di atasnya tertutup tanah, lalu hujan lebat menimpanya dan meninggalkannya licin. Mereka tidak akan memperoleh sesuatu dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (QS Al Baqarah [2]: 265)

QS Al Baqarah (2): 266

وَمَثَلُ الَّذِیۡنَ یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوٰلَہُمُ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰہِ وَتَثۡبِیۡتًا مِّنۡ اَنۡفُسِہِمۡ کَمَثَلِ جَنَّۃٍۭ بِرَبۡوَۃٍ اَصَابَہَا وَابِلٌ فَاٰتَتۡ اُکُلَہَا ضِعۡفَیۡنِ فَاِنۡ لَّمۡ یُصِبۡہَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِیۡرٌ

“Dan perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka demi mencari keridhoan Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti perumpamaan kebun yang terletak di dataran tinggi, hujan lebat menimpanya lalu menghasilkan buahnya dua kali lipat, tetapi jika hujan lebat tidak menimpanya, maka hujan gerimis pun memadai. Dan Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah [2]: 266)

QS At Taubah (9): 103

خُذۡ مِنۡ اَمۡوٰلِہِمۡ صَدَقَۃً تُطَہِّرُہُمۡ وَتُزَکِّیۡہِمۡ بِہَا وَصَلِّ عَلَیۡہِمۡ ۖ اِنَّ صَلَوٰتَکَ سَکَنٌ لَّہُمۡ ۗ وَاللّٰہُ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ

“Ambillah sedekah dari harta mereka agar engkau dapat membersihkan mereka dan mensucikan mereka dengannya. Dan berdoalah untuk mereka; sesungguhnya doa engkau adalah sumber ketenteraman bagi mereka. Dan, Allah itu Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS At Taubah [9]: 103)

QS Al Anfal (8): 4 s.d. 5

اَلَّذِیۡنَ یُقِیۡمُوۡنَ الصَّلٰوۃَ وَمِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ یُنۡفِقُوۡنَ

اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ حَقًّا ۚ لَّہُمۡ دَرَجٰتٌ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ وَمَغۡفِرَۃٌ وَّرِزۡقٌ کَرِیۡمٌ

“Orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka * Mereka inilah orang-orang mukmin yang sejati. Bagi mereka ada derajat-derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka, ampunan dan rezeki yang mulia” (QS Al Anfal [8]: 4-5)

Penutup

Demikianlah, semoga petunjuk-petunjuk dari Alquran tersebut bisa menjadikan kita memahami pengorbanan di jalan Allah Ta’ala bisa diamalkan dalam kehidupan ini sehingga bisa menjadi bekal yang baik di masa yang akan datang.

Wa aakhiru da’wanaa anil-hamdulillaahi robbil ‘aalamiin,

Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullohi wa barokaatuh.

Video

Catatan Kaki