Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

Sejarah Jemaat Ahmadiyah di Banjarnegara

Jemaat Ahmadiyah pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Banjarnegara sekira tahun 1952, oleh Ahmad Rusydi alias Basroil [1] [2] di Krucil, Desa Winong, Bawang, Banjarnegara.

Ahmad Rusydi pulang dari luar negeri sekira tahun 1960-an. Sudah banyak orang Islam ketika itu. Kebanyakan mereka belum mengenal tentang Ahmadiyah. Beliau pulang (dari Qadian) dan memperkenalkan tentang kedatangan Imam Mahdi kepada warga masyarakat Krucil. Awalnya beliau tidak diterima masyarakat. Setelah berlalunya waktu dan setelah beliau banyak menyampaikan ceramah dan lain-lain, akhirnya beliau diterima masyarakat. Selanjutnya Banyak dari antara mereka yang tertarik dengan ajaran yang disajikan melalui Jemaat Ahmadiyah. Setelah itu terjadi baiat massal (menerima Jemaat Ahmadiyah) yang dilaksanakan beberapa tahap. Salah satunya dilakukan di tahun 1963 [3].

Lima orang awwalin yang baiat masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah di Masjid An-Nur, Krucil diantaranya adalah:

Selanjutnya beberapa kali terjadi baiat susulan. Mereka yang baiat setelahnya antara lain,

Masjid masjid-An-Nur adalah satu masjid tertua nomor dua di kecamatan Bawang, Banjarnegara. Dahulu kala, banyak orang-orang yang Jumatan dari desa-desa sekitar yang jaraknya puluhan kilometer karena ketika itu masjid itu masih sangat sedikit.

Bapak Suripto (putra pak Daryali) menikah dengan seorang anggota Lajnah Imaillah di Desa Limbangan dan beliau memutuskan untuk pindah ke Desa Limbangan serta mendirikan Jemaat di sana.

Kemudian ada bapak Pono Edi Sunargo (baiat) dan mengembangkan Jemaat di pusat kota Banjarnegara.

Beberapa diantara anggota Jemaat Bawang juga ada yang transmigrasi ke Papua dan mendirikan Jemaat di sana.

Lokasi Perkembangan Awal

Jemaat Ahmadiyah di Banjarnegara pertama kali muncul di Krucil, Desa Winong. Dan pertama kali, Jemaat Ahmadiyah Banjarnegara dahulu berpusat di Krucil [2].

Di desa ini terdapat lima kampung atau dukuh, yaitu:

Dari penduduk desa Winong yang berjumlah 3.088 jiwa, penduduk kampung Krucil ada sebanyak 501 jiwa. Yaitu 16,2 persen dari penduduk desa tersebut. [5]

Catatan Kaki

  1. Munawar Ahmad, dkk., Bunga Rampai Sejarah Ahmadiyah Indonesia (1925-200), (Bogor: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2000), cet. ke-1, h. 146 

  2. Wawancara Isa Mujahid Islam dengan bapak Edi Sujarwo via Whatsapp Call tanggal 07-Jun-2021.  2

  3. Wawancara Isa Mujahid Islam dengan Mln. Nurhadi tanggal 25 Mei 2021 di rumah Mubalig di Bawang-Krucil.  2 3

  4. Wawancara Isa Mujahid Islam dengan Mukhlisin, 16-Jun-2021 di Masjid Al-Husna, Krucil. 

  5. Wawancara Isa Mujahid Islam dengan Kepala Urusan Pemerintahan Desa Winong, Muhammad Sodik, 24 Maret 2020 pukul 08.50 WIB