Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Pernyataan Khalifah Islam Ahmadiyah tentang Keadaan Palestina dan Israel

Khalifah Islam Saat Ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad

Ketegangan antara Israel-Palestina terus berlangsung. Hamas dan Israel sering sekali bertikai dan menimbulkan korban jiwa. Israel sering memberikan balasan serangan dengan operasi militer. Akibat serangan yang terjadi, banyak warga Palestina yang tidak bersalah meninggal dunia dan luka-luka.

Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV (rh) menyampaikan,

Sejauh kaitannya dengan Islam, ia dengan tegas menolak dan mengecam setiap bentuk terorisme. Islam tidak memberikan perlindungan atau pembenaran untuk setiap tindakan kekerasan apapun, apakah itu dilakukan oleh perorangan, kelompok ataupun pemerintah.

Tentu saja terdapat ruang kegelisahan di dunia Islam, karena adanya kelompok, organisasi, dan kadang-kadang pemerintah, yang nampak melakukan tindakan terorisme, kekerasan dan sabotase. Palestina, Lebanon, Libya, Suriah sering menghiasi pemberitaan. Dalam sebagian besar kasus, mereka yang terkait adalah Islam, namun ada beberapa pengecualian. Diantara orang-orang Palestina, misalnya, banyak orang yang bertekad untuk melakukan tindakan terorisme terhadap Israel, yang kebetulan memiliki keyakinan sebagai Kristen. Untuk memudahkan atau karena kurangnya pengetahuan mereka disebut sebagai terorisme Islam oleh media-media barat. Di Libanon, ada teroris Muslim dan teroris Kristen, dan ada juga agen dan tentara Israel yang satu sama lain terlibat dalam kegiatan terorisme yang mengejutkan rasa kemanusiaan. Tetapi Anda tidak akan mendengar terorisme Yahudi atau Kristen dengan apa yang terjadi di Lebanon. Semua tindak kekerasan disatukan dan dibungkus dalam paket ‘terorisme Islam’. [1]

Di tahun 2009, Khalifah Islam Ahmadiyah saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) bersabda,

Pada saat ini tengah terjadi peperangan antara Israel dan Palestina, disebabkan tidak adanya bimbingan yang benar dan tepat sehingga orang-orang Palestina yang teraniaya tengah menghadapi banyak kehilangan dan kerugian. Mereka tengah membuat kerugian mereka sendiri, dan pada zaman ini bimbingan terhadap umat Islam diberikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. yaitu janganlah berperang atas nama agama. Jika ada yang berperang atas nama agama mereka tidak akan mendapat kejayaan.

Peperangan yang tengah berlangsung ini keadaannya tidak seimbang. Akal juga menghendaki agar semua perkara diselesaikan melalui perundingan, supaya jiwa orang-orang tak berdosa dapat diselamatkan dan tidak menjadi sia-sia. Serangan-serangan Israel ditujukan ke arah orang-orang yang tak berdosa. Memang benar di antara sasaran mereka tepat kepada yang dituju namun banyak sekali jiwa orang tidak berdosa yang melayang tersia-siakan.

Di negeri ini (Inggris) juga melalui surat-surat kabar mulai ribut mempermasalahkan hal tersebut. Mereka mengatakan kepada Israel, “Untuk membalas kematian satu orang, anda telah membunuh seratus lima puluh orang.” Orang-orang yang akan dikenakan tindakan oleh Allah Ta’ala atau akibat apa yang akan mereka hadapi, bukan dengan peperangan, melainkan Allah Ta’ala dengan taqdir-Nya akan memberi keputusan sendiri.

Bagaimana caranya, hanya Tuhan sajalah Yang lebih mengetahuinya. Demikianlah apa yang telah difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Quranul Karim. Jadi jika orang-orang Palestina hendak mempertahankan diri dan jika ada uluran pertolongan dari orang-orang Muslim maka caranya lakukanlah dengan menundukkan kepala di hadapan Allah Ta’ala, kemudian mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala melalui doa-doa. Tidak syak lagi Allah Ta’ala menangkap dan akan menangkap orang-orang zalim dan Dia tidak akan membiarkan mereka.

Akan tetapi orang-orang Muslim juga berkewajiban untuk mengenal seruan dari Imam Zaman sekarang ini. Di negeri ini bila saja saya mendapat kesempatan untuk berkata di hadapan orang-orang mazhab (kepercayaan) lain maka saya katakan bahwa jika keadilan diabaikan dan tuntutannya tidak dipenuhi sebaik-baiknya maka kalian akan terus-menerus terlibat dalam api peperangan yang sangat dahsyat dan menakutkan.

Hanya dengan melakukan kezaliman terhadap orang-orang yang tidak berdosa kalian tidak akan mendapatkan keselamatan, kekuatan kalian tidak akan memberi keselamatan. Maka saya katakan kepada mereka berusahalah untuk menyelamatkan kehancuran anak keturunan kalian dan tegakkanlah keadilan.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan negara-negara besar adi kuasa menjadi bangsa-bangsa yang menegakkan keadilan, jika tidak, masalah perang ini bukan hanya masalah perang antara kedua negara namun akan melibatkan negara-negara besar sehingga menjadi perang global (perang dunia) yang sangat dahsyat dan mengerikan yang efek secara lahiriah sudah nampak sekali.

Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada setiap orang Ahmadi untuk banyak memanjatkan doa-doa kepada Allah Ta’ala, untuk banyak membaca shalawat supaya bisa menjadi penyelamat dunia dari kehancurannya. Semoga manusia di dunia memahami hakekat dari masalah ini dan semoga selamat dari kehancuran. [2]

Di tahun 2012, Khalifah Islam Ahmadiyah saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) bersabda,

Serangan Israel terhadap Palestina adalah karena pertentangan internal umat Islam dan tidak adanya persatuan diantara umat Islam. Tidak ada negara Islam yang nilai-nilai moralnya tidak diinjak-injak atas dasar perbedaan agama atau pertentangan politik. Tidak diperhitungkan (dianggap) bagaimana kisah-kisah menakutkan keaniayaan satu sama lain. Sebagai akibatnya, sedikit banyak dalam gambarannya perbuatan aniaya dengan menyerang satu sama lain, kita melihat dalam hal ini, kekuatan luar juga masuk ke dalam wilayah negeri-negeri Muslim menjalankan upaya-upaya kritis berbahaya.

Harapan kita, semoga Tuhan menjadikan kaum Muslimin itu sadar dan bersatu. Mereka harus mengambil pelajaran dari para pendahulu mereka bagaimana sejarah berkata berkaitan dengan hal itu. [3]

Beliau (atba) menyampaikan,

…mengenai penyerangan Israel ke Palestina, berlimpah-limpah doa hendaknya dipanjatkan supaya Allah menyelamatkan jiwa-jiwa tak berdosa dari segala jenis kezaliman.

Israel mengeluarkan pernyataan, “Kami melakukan serangan adalah dikarenakan kami tidak dapat hidup dalam ketakutan sehingga kami menyerang orang-orang Palestina.” Memang, mereka adalah yang pertama-tama yang menyerang, dan ketika orang-orang Palestina ini memberikan respon, mereka (Israel) mengatakan, “Mereka (orang-orang Palestina) ini telah menimbulkan rasa takut.

Ini adalah kasus penggertakan yang aneh, sebuah cara yang aneh memang, yang orang-orang di dunia ini sedang mengadopsinya, dan hal ini – seperti telah sebelumnya saya katakan – terjadi karena tidak adanya persatuan diantara umat Islam. Semoga Allah juga merahmati dan mengasihani orang-orang Palestina yang tak berdosa dan menyelamatkan mereka dari setiap jenis kekejaman. [3]

Khalifah-e-Waqt (Khalifah Islam Ahmadiyah Saat Ini), Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) menyampaikan dalam Khotbah Jumatnya di tahun 2014,

Sekarang dengan rasa prihatin kita mengatakan bahwa kebanyakan negara-negara Muslim bernasib malang, mereka sudah tidak bersatu lagi. Rakyat berperang melawan rakyat. Rakyat juga sedang kacau berperang melawan Pemerintah. Dan Pemerintah juga sedang melakukan kezaliman. Seolah-olah persatuan dan kesatuan Bangsa sudah tidak ada lagi, bahkan kezaliman pun sedang memanas di mana-mana. Bahkan kezaliman juga sedang dikerahkan. Maka, sebagai dampak dari hilangnya persatuan dan kesatuan itu, orang-orang Non Muslim semakin berani untuk melakukan tindakan menyerang sekehendak hati mereka. Dan itulah sebabnya Israil juga terus-menerus sedang melakukan pembunuhan secara kejam terhadap orang-orang Muslim Palestina yang tidak berdosa. Jika terdapat persatuan dan kesatuan di kalangan orang-orang Muslim dan melangkah diatas jalan yang telah diberitahu oleh Allah Ta’ala, maka Negara-negara Muslim yang begitu kuat, kezaliman tidak akan terjadi seperti itu. Perang juga mempunyai peraturan tertentu. Orang-orang Palestina tidak mempunyai kekuatan melawan Israel.

Jika memang betul Hamas juga melakukan kezaliman, maka Negara-negara Muslim lain harus berusaha menghentikannya. Gambaran kezaliman yang dilakukan oleh kedua belah pihak itu adalah, seperti satu pihak melakukan kezaliman menggunakan tongkat pemukul sedangkan pihak lawannya melakukan kezaliman menggunakan senjata meriam. Karena baru-baru ini Negara Turki pun secara resmi telah menyatakan berkabung atas situasi di Palestina, maka dengan itu orang-orang Muslim menganggap bahwa kewajiban mereka telah terpenuhi. Begitu juga Western Power (kekuatan Barat) tidak melakukan sesuatu langkah tindakan apapun. Apa yang harus mereka lakukan adalah, mereka harus menekan dengan keras kedua belah pihak untuk menghentikan pertempuran. Kita hanya dapat memanjatkan do’a untuk mereka, semoga Allah Ta’ala menyelamatkan orang-orang mazlum dan ma’sum dari kejahatan pihak orang-orang zalim dan biadab agar keamanan dapat ditegakkan di sana. Begitu juga keadaan di dalam Negara-negara Muslim lainnya sedang berlaku kezaliman kelompok satu dengan kelompok lain dan kekacauan semakin terus meningkat.

Kita do’akan semoga Allah Ta’ala memberi akal kepada mereka. Semoga orang-orang pengucap dua Kalimah Syahadat yang saling bunuh dengan orang-orang pengucap kalimah syahadah yang sama, berdamai dan bersatu kembali. Tanpa melakukan demikian, hak-hak ibadah-ibadah mereka tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak pula keinginan untuk meraih Lailatul Qadar dapat tercapai. Sebab apabila persatuan dan kesatuan suatu Kaum tidak terjamin dan sudah hilang sirna maka Lailatul Qadar-pun dirampas dari mereka, yang tinggal hanya-lah keadaan malam yang pekat, gelap-gulita menyelimuti mereka. Kemajuan pun terhenti oleh berbagai macam kendala. [4]

Di tahun 2014, Khalifah Islam Ahmadiyah saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) memberikan pernyataan,

Permasalahan global saat ini amat mengerikan; situasi di dunia Islam, terlebih khususnya serangan keji yang terus menerus dilancarkan Israel terhadap warga Palestina. Hingga kemarin genjatan senjata yang sifatnya sementara telah terjadi namun kabarnya telah berakhir hari ini. Tuduhannya bahwa yang merusak gencatan senjata ini adalah pihak Palestina meskipun “Allahu a’lamu bishawab” Allah-lah Yang Paling Mengetahui Segalanya. Semoga Allah bagaimanapun juga menjadikan penganiayaan ini berakhir! [5]

Di tahun 2015, Khalifah Islam Ahmadiyah saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) memberikan pernyataan,

Jika kita mengamati situasi di Timur Tengah, jelas bahwa kebencian dan permusuhan antara Israel dan Palestina terus meningkat dan acapkali permusuhan ini meletus menjadi kekerasan dan pertumpahan darah yang tidak berperi kemanusiaan. Kemudian, kita semua mengetahui bahwa hubungan antara Israel dan Iran juga sangat tidak stabil. Sudah sejak lama, kurangnya kepercayaan dan kekerasan yang saling berbalas terjadi, dan nampaknya makin meningkat setiap harinya. Singkatnya, sebagian besar wilayah dunia dilanda kekacauan dan konflik. Sayangnya, dunia gagal menyusun rencana atau strategi yang efektif untuk membebaskan umat manusia dari keputusasaan ini.

Inti dan akar permasalahannya diabaikan atau setidaknya tidak diberikan perhatian yang serius. Setiap negara meyakini bahwa kebijakannya benar dan yang lain salah. Banyak negara percaya bahwa apa yang terjadi di belahan lain dunia tidak akan mempengaruhi mereka. Keyakinan dan persepsi semacam itu keliru dan terbukti berbahaya. Bahkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk membangun perdamaian, seringkali berakhir sia-sia, karena lamanya waktu untuk menetapkan strategi dalam menyelesaikan masalah yang tidak semestinya. Jadi kita harus menyadari dan mengenali kebutuhan utama saat itu. Dan setiap kali perencanaan dibuat untuk mengendalikan situasi, maka hal itu harus dibuat dalam waktu singkat.

Kita harus menyadari bahwa perdamaian hanya dapat dibangun di atas fondasi yang kuat berupa kejujuran, integritas, dan keadilan. Ini adalah kunci menuju perdamaian. Sebelum kejujuran dan keadilan terwujud, maka tidak akan ada solusi yang bermanfaat.

Terkait dengan komunitas kami, Jamaah Muslim Ahmadiyah, tidaklah memiliki kekuasaan atau pengaruh duniawi. Tujuan kami murni bersifat rohani dan kami tidak mencari kekuasaan atau pemerintahan. Kami tidak memiliki ambisi atau tujuan politik. Sebagai komunitas keagamaan, kami hanya menginginkan agar dunia mendekat kepada Sang Pencipta dan orang-orang memenuhi hak satu sama lain. Untuk memenuhi tujuan ini kami telah melakukan berbagai upaya di seluruh dunia. Kami berusaha menyebarkan kepada orang lain bahwa ajaran Islam tidak ada hubungannya dengan kekerasan dan kekacauan yang terjadi di dunia ini. [6]

Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) menulis,

Inilah yang kita saksikan hari ini yaitu eskalasi konflik antara Israel dan Palestina. Kekuatan utama telah menyatakan secara terbuka kemarahan dan keprihatinan mereka pada situasi di Suriah, Libya atau Mesir, meskipun bisa dikatakan bahwa hal itu, pada dasarnya, adalah masalah internal. Namun mereka tampaknya tidak terlalu memperhatikan atau memprihatinkan terhadap keadaan rakyat Palestina. Hal ini dirasakan sebagai standar ganda yang menyebabkan keluhan dan kejahatan meningkat dalam hati orang-orang dari negara-negara Muslim untuk melawan kekuatan utama dunia. Kemarahan dan permusuhan sangat berbahaya dan bisa meluap dan meledak setiap saat. Apa yang akan dihasilkan dari keadaan itu? Berapa banyak kerusakan yang akan dilakukan pada negara berkembang? Akankah mereka akan mampu bertahan? Berapa banyak negara-negara maju akan terpengaruh? Hanya Tuhan yang tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya tidak bisa menjawab hal ini dan tidak ada yang bisa menjawab. Apa yang kita bisa yakini tentang hal itu adalah bahwa perdamaian dunia akan hancur.

Biarlah menjadi jelas bahwa saya tidak berbicara dalam mendukung atau tidak mendukung negara tertentu. Apa yang ingin saya katakan adalah bahwa semua bentuk kekejaman, di mana pun terjadi, harus diberantas dan dihentikan terlepas dari apakah dilakukan oleh orang-orang Palestina, orang Israel atau orang-orang dari negara lain. Kekejaman harus dihentikan, karena jika hal ini terus berlangsung, maka akan terus menyebar luas, api kebencian pasti akan menelan seluruh dunia sedemikian rupa, sehingga orang-orang akan segera melupakan masalah penyebab krisis ekonomi saat ini. Sebaliknya, mereka akan menghadapi keadaan yang jauh lebih mengerikan. Akan ada suatu kerugian besar bagi kehidupan kita bahkan kita tidak bisa memahami atau membayangkannya. [7]

Pemimpin Dunia Muslim Ahmadiyah, Khalifah Islam Saat Ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad sangat mengecam kekejaman yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Hal ini disampaikan ketika menyampaikan Khotbah Idul Fitri pada tanggal 14 Mei 2021 di di Masjid Mubarak, Tilford, UK (United Kingdom of Britain/Britania Raya).

Khalifah Islam Ahmadiyah menyeru agar negara-negara Muslim menunjukkan persatuan dan melawan kekejaman serta ketidakadilan yang terjadi di Palestina. Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengecam penggunaan kekuatan yang tak berimbang yang yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir oleh negara Israel terhadap warga Palestina. Bahkan mereka mengusir warga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan:

“Hari ini, kita harus berdoa dengan sunguh-sungguh untuk rakyat Palestina yang saat ini tengah mengalami kekejaman yang berat. Dalam beberapa hari terakhir, ketika melaksanakan shalat di Masjid Al-Aqsa, mereka diserang secara brutal dan dipukuli oleh otoritas negara. Kemudian mereka dipaksa keluar dari Sheikh Jarrah, kawasan kecil, yang merupakan tanah mereka sendiri.” [8]

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Polisi (Israel) menggunakan gas air mata dan peluru dan sekarang telah dimulai serangan udara. Mereka mengklaim bahwa mereka menyasar musuh dan para militan tetapi pada kenyataannya, yang terjadi adalah kekejaman yang mengerikan dan sewenang-wenang, dan warga sipil yang tidak bersalah telah menjadi korban. Terdapat juga laporan media bahwa polisi Israel telah menghalangi para korban terluka dari mendapatkan akses pada bantuan medis dan perawatan.” [8]

Dalam mendoakan rakyat Palestina, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan:

“Semoga Allah memberi kasih sayang kepada mereka yang terzalimi, dan semoga Allah menghukum orang-orang zalim.” [8]

Khalifah-e-Waqt (Khalifah Saat Ini) juga berbicara mengenai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang sejauh ini tidak berpendapat terhadap pembunuhan sembilan anak tak bersalah pada hari senin oleh serangan udara Israel. Setelah itu, banyak lagi warga Palestina yang tak bersalah yang terbunuh.

Hazrat Khalifah juga menyebutkan laporan yang diterbitkan oleh organisasi-organisasi HAM, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International yang menyoroti kebijakan diskriminatif dan perlakuan kejam terhadap rakyat Palestina.

Hazrat Khalifah juga mengutip berbagai media yang menggambarkan situasi saat ini. Diantaranya beliau menyampaikan:

“Sebuah artikel di surat kabar Israel Haaretz menulis: ‘Ini adalah jenis keadilan khusus yang dipraktikkan di sini: Apa yang menjadi milikku adalah milikku selamanya, dan apa yang menjadi milikmu – juga milikku selamanya.’ Persis seperti inilah bagaimana hak-hak orang Palestina dirampas. Semoga Allah Ta’ala mengasihi mereka. Idul Fitri ini bukannya membawa kegembiraan bagi mereka tetapi mendapat banyak kesedihan. Semoga Allah mengubah kesedihan mereka menjadi kegembiraan dan semoga mereka dapat menjalani hidup mereka dengan damai dan tenang.” [8]

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Semoga rakyat Palestina menemukan pemimpin yang bisa membimbing mereka dengan cara yang benar. Tentu saja, negara-negara Muslim harus bersatu dan memberikan peran yang baik untuk melindungi Palestina dan umat Islam lainnya yang tertindas di dunia. Namun, dunia Muslim terpecah dan kurangnya persatuan antara negara-negara Muslim. Dalam hal ini, negara-negara Muslim tidak menunjukkan reaksi yang seharusnya mereka lakukan. Mereka hanya memberikan pernyataan yang dangkal, sedangkan jika mereka semua bersatu dan memberi pernyataan yang sama, maka hal itu akan memiliki dampak yang jauh lebih besar dan menjadikannya lebih berbobot.” [8]

Sebagai penutup, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan:

“Semoga Allah memberikan pengertian dan kebijaksanaan kepada para pemimpin Muslim. Semoga Allah juga memberi kesadaran kepada Israel supaya mereka menahan diri dan menarik diri dari kezaliman mereka. Kemudian semoga Allah menuntun rakyat Palestina jika dari sisi mereka terdapat keaniayaan, karena kurangnya kepemimpinan – meskipun kenyataanya tidak demikian. Jika mereka (rakyat Palestina) menggunakan tongkat, mereka akan diserang rudal berat dan persenjataan canggih, yang juga telah disebutkan sebelumnya. Tidak ada bandingannya dalam hal kekuatan yang digunakan oleh kedua pihak. Oleh karena itu kita harus berdoa untuk rakyat Palestina. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki situasi mereka dan menciptakan sarana bagi kebebasan mereka dan semoga mereka dapat terus mempertahankan tempat dan tanah mereka yang sah yang telah diberikan kepada mereka dalam perjanjian awal.” [8]

Hazrat Khalifah juga mengajak Muslim Ahmadi untuk berdoa bagi dunia yang lebih luas selama Khotbah Idul Fitri dan mengatakan bahwa mereka harus berdoa untuk semua orang yang membutuhkan di dunia ini dan mereka yang menjadi sasaran ketidakadilan.

Surat Khalifah Islam Ahmadiyah Saat ini (Khalifah-e-Waqt) untuk Perdana Menteri Israel

Yang Mulia,

Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel

Jerusalem. 26 Februari 2012

Perdana Menteri yang terhormat,

Saya baru-baru ini mengirim surat kepada Yang Mulia Shimon Peres, Presiden Israel, tentang timbulnya masalah yang membahayakan negara di seluruh dunia. Mengingat keadaan yang berubah dengan cepat, saya merasa berkepentingan untuk menyampaikan pesan kepada Anda juga, karena Anda adalah Kepala Pemerintahan dari negara Anda.

Sejarah bangsa Anda terkait erat dengan kenabian dan wahyu Ilahi. Memang para nabi Bani Israel membuat nubuwat yang sangat jelas tentang masa depan bangsa Anda. Sebagai akibat dari ketidak-taatan dengan ajaran para Nabi dan kelalaian terhadap nubuwat mereka, Bani Israel harus mendapat kesulitan dan kesengsaraan. Jika para pemimpin negara Anda tetap teguh dalam ketaatan kepada para Nabi, mereka bisa diselamatkan dari berbagai kemalangan dan tantangan abadi. Dengan demikian, itu adalah tugas Anda, bahkan mungkin lebih daripada yang lain, untuk memperhatikan nubuwat dan perintah para Nabi.

Saya sampaikan kepada Anda, sebagai Khalifah dari Al-Masih dan Imam Mahdi yang Dijanjikan, yang dikirim sebagai hamba dari Nabi Suci Muhammad (saw). Nabi Suci (saw) dikirim sebagai Rahmat bagi seluruh umat manusia di antara saudara-saudara Bani Israel yang mirip dengan Musa (as) (Ulangan 18:18). Oleh karena itu, adalah tugas saya untuk mengingatkan Anda tentang pesan Tuhan. Saya berharap bahwa Anda akan termasuk ke dalam bagian dari antara mereka yang mengindahkan Panggilan Tuhan, dan yang berhasil menemukan jalan yang benar, yaitu jalan yang sesuai dengan Allah Yang Maha Tinggi, Penguasa langit dan bumi.

Kami mendengar laporan dalam berita, saat ini Anda sedang bersiap untuk menyerang Iran. Namun sebagai hasilnya adalah Perang Dunia yang mengerikan akan berada di hadapan Anda. Dalam Perang Dunia terakhir, jutaan orang tewas, ratusan orang Yahudi juga terbuang menjadi korbannya. Sebagai Perdana Menteri, adalah tugas Anda untuk melindungi kehidupan bangsa Anda. Keadaan dunia saat ini menunjukkan bahwa Perang Dunia tidak akan terjadi hanya antara dua negara, melainkan blok-blok negara akan masuk dalam formasi itu. Ancaman pecahnya Perang Dunia adalah sesuatu yang sangat serius. Kehidupan Muslim, Kristen dan Yahudi berada dalam bahaya itu. Jika perang semacam ini terjadi, maka akan menghasilkan reaksi kehancuran umat manusia secara berantai. Dampak dari bencana ini akan dirasakan oleh generasi mendatang, yang akan lahir cacad atau lumpuh. Hal ini terjadi karena akan melibatkan perang atom. Karenanya, permohonan saya kepada Anda bahwa daripada mengarahkan dunia ke dalam cengkeraman Perang Dunia, maka lebih baik melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan dunia dari bencana global. Daripada menyelesaikan sengketa dengan kekuatan, Anda harus mencoba untuk mengatasinya dengan dialog, sehingga kita dapat memberikan generasi mendatang dengan masa depan yang cerah, bukan memberi “hadiah” kepada mereka dengan kecacadan dan kelumpuhan.

Saya akan mencoba menjelaskan pandangan saya berdasarkan ayat-ayat sebagaimana ajaran Anda, ekstrak pertama adalah dari Zabur:

“Jangan marah karena orang yang berbuat jahat. Jangan iri kepada orang yang berbuat salah. Karena mereka akan segera dipotong seperti rumput, dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah pada Tuhan, dan berbuat baiklah. Tinggallah di negeri, dan menikmati rumput yang aman. Juga bergembiralah bersama Allah, dan Dia akan memberikan kamu apa yang diinginkan hatimu. Peganglah jalan kepada Allah. Percaya kepada-Nya, dan Dia akan melakukan hal ini : Dia akan membuat kebenaranmu laksana fajar, dan keadilan anda seperti matahari siang. Berdiamlah dalam Tuhan, dan menunggu dengan sabar bagi-Nya. Jangan marah karena orang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang membuat tipu daya terjadi. Hentikan dari kemarahan, dan tinggalkan kemurkaan. Jangan khawatir, hal itu mengarah hanya kepada kejahatan. Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menunggu Tuhan akan mewarisi negeri. Untuk sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi. Ya, meskipun kamu mencari tempatnya, ia tidak ada lagi. Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri, dan akan menyenangkan diri mereka dalam kelimpahan perdamaian.” (Zabur , 37:1-11).

Demikian pula, kita akan dapatkan dalam Taurat :

“Jangan ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. Jangan ada di dalam rumahmu dua macam penyelam dengan bobot, besar dan kecil. Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat, haruslah ada padamu penyelam yang utuh dan tepat, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah-mu. Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi Tuhan, Allah-mu.” (Ulangan, 25:13-16).

Dengan demikian, para pemimpin dunia, dan terutama Anda harus mengakhiri gagasan pemerintahan dengan kekerasan dan harus menahan diri dari menindas yang lemah. Sebaliknya, berusaha untuk menyebarkan dan mempromosikan keadilan serta perdamaian. Dengan demikian, Anda akan tetap dalam perdamaian, Anda akan mendapatkan kekuatan dan perdamaian dunia juga akan didirikan.

Adalah doa saya agar Anda dan para pemimpin dunia lain memahami pesan saya, mengenal tempat dan status serta memenuhi tanggungjawab Anda.

Hormat kami,

MIRZA MASROOR AHMAD

Khalifatul Masih V

Pemimpin Internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah [9]

Catatan Kaki