Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Keutamaan Shalawat

Pengertian Shalawat

Shalawat atau Selawat (kata baku) [1] berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata (صَلَوَاتٌ) yang merupakan isim-jamak (kata benda jamak) yang berarti kehormatan [2]. Kata dasar dari kata ini adalah sholaat (صَلَاة). Akar katanya adalah sholaa (صلو) yang berarti doa (seruan kepada Allah) [3]

Membaca selawat untuk nabi, memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah Swt. untuk nabi dengan ucapan, pernyataan serta pengharapan, semoga dia (nabi) sejahtera (beruntung, tak kurang suatu apapun, keadaannya tetap baik dan sehat). Shalawat dalam bentuk lengkap diltulis,

صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Shallalloohu ‘alayhi wa as-sallaam yang lazim disingkat dengan ‘saw’) adalah ungkapan yang diucapkan oleh umat Islam setiap kali mereka merujuk pada nama Nabi Muhammad. [4]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata yang baku adalah selawat. Sedangkan bentuk tidak bakunya yaitu: salawat, salwat, solawat, sholawat.

Secara etimologi, Selawat berarti permohonan kepada Tuhan, doa dan doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya. Membaca selawat artinya berdoa memohon berkat Tuhan. [1]

Perintah Bershalawat

Tujuan Shalawat

Keutamaan Shalawat

Paling dekat dengan Rasulullah (saw)

Dihindarkan dari Syetan

Bentuk Rasa Syukur

Bentuk Rasa Cinta kepada Rasulullah (saw)

Mendapatkan Syafaat Rasulullah (saw)

Mendapatkan Washillah dari Rasulullah (saw)

Kaffarah atau Penebus Kesalahan

Terhindar dari Bahaya-bahaya di Hari Kiamat

Shalawat Membuka Pintu Langit

Penjelasan tentang Aali Muhammad (Keluarga Muhammad)

Penerapan Shalawat

Dibaca Ketika Shalat

Menjawab Penghinaan terhadap Nabi saw dengan Lebih Banyak Bershalawat

Cara Bershalawat

Shalawat di Bulan Muharram

Macam-Macam Bacaan Shalawat

Tafsir Al-Ahzab ayat 57

Contoh Berkat-Berkat Shalawat

…dari Maulvi Abdul Karim Sialkoti, beliau mengatakan bahwa satu kali saya sendiri mendengar dari Hadhrat Imam Mahdi (as) beliau bersabda bahwa pengaruh dari shalawat dan karena sering-sering membacanya, Allah telah menganugerahkan derajat/kedudukan ini (sebagai Masih Mau'ud dan Imam Mahdi) kepadaku dan beliau bersabda bahwa aku melihat karunia-karunia atau berkat-berkat Allah dalam bentuk cahaya yang mengagumkan pergi menuju kepada Yang Mulia Rasulullah (saw) dan setelah sampai disana lalu terserap ke dalam dada Yang Mulia Rasulullah (saw) dan setelah keluar dari sana, ia lalu menjadi aliran-aliran yang mengalir yang tiada terhitung jumlahnya dan itu kemudian sampai kepada setiap orang yang berhak sesuai dengan bagiannya. Sesungguhnya, tidak ada berkat yang bisa sampai kepada yang lain tanpa melalui Yang Mulia Rasulullah (saw); Kemudian bersabda bahwa apa shalawat itu? Shalawat itu adalah menggerakkan Arasy, Yang Mulia Rasulullah (saw) yang darinya aliran-aliran nur keluar, barangsiapa yang ingin meraih karunia Allah dan berkat-Nya, maka dia harus banyak-banyak membaca shalawat, sehingga terjadi gerakan di dalam berkat dan ka- runia itu. [5] [6]

Catatan Kaki