Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Nasehat Bagi Mubalig (Seri 3)

Di bawah ini disalinkan nasihat yang indah yang diberikan secara tertulis oleh Hadhrat Khalifatul Masih Tsani r.a. kepada YM. Hadhrat Qadhi Muhammad Abdullah yang sedang akan berangkat ke Eropa/England sebagai utusan Ahmadiyah. Hadhrat Qadhi Muhammad Abdullah sejak dari 59 tahun yang lalu sudah mewaqafkan hayatnya untuk berkhidmat dalam Islam. Hadhrat Imam Mahdi (as) berkenan menerima pewaqafan itu dengan menyatakan: “Mudah-mudahan pada saatnya yang baik saya akan mengingat Anda dan menempaikan Anda di tempat yang patut untuk mengkhidmati Islam”

Kurang lebih setahun Hadhrat Khalifatul Masih Tsani r.a. memangku jawaban Khilafah, sempurna lah sabda Hadhrat Masih Mau’ud (as) itu. Beliau mengirimkan dan menempatkan Hadhrat Qadhi Muhammad Abdullah di London selaku muballigh Islam dan membantu muballigh yang terdahulu yaitu Hadhrat Fatah Muhammad Sayyal MA.

Nasehat

Surat nasihat tertulis dari Hadhrat Khalifatul Masih Tsani r.a. tersebut sebagai berikut:

A’uudzubillaahi niinasy-syaythoonirojiim BismiLLaahirrohmaanirrahiim. Nahmaduhuu wa nushallii ‘alaa rasuulihil-kariim Saya berangkatkan Tuan dengan nama Tuhan. Saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan Yang tidak diperanakkan. Dia-lah penjaga, pemelihara, penunjuk jalan, dan Dia-lah Maha Guru Allaahumma aamiin.

Ingatlah bahwa tugas yang diberikan kepada Tuan ini adalah sebesar-besar tugas. Pekerjaan Tuhan, bukannya pekerjaan manusia. Tuhan-lah Penguasa hati, Tuhan-lah Yang bisa menaklukkan hati manusia. Tuhan pulalah Yang sanggup memperbaiki hati manusia yang sudah rusak binasa itu.

Nah, hendaklah Tuan setiap detik mengharapkan pertolongan dari-Nya. Janganlah sedikit pun terlintas dalam hati Tuan bahwa dalam diri Tuan ada kecakapan (kepandaian) atau kekuatan. Penuhi hati Tuan dengan cinta kepada Allah. Jangan lengah, jangan dibiarkan terlintas dalam hati Tuan rasa takabbur, kebesaran, kesombongan dan keangkuhan.

Apabila Tuan berhadapan dengan lawan maka segeralah menundukkan diri kepada-Nya sambil mohon pertolongan serta meyakini bahwa Dia-lah Yang akan menolong Tuan dalam keadaan ini. Dia-lah Yang akan memberikan ilmu untuk memberikan kepuasan terhadap lawan Tuan itu.

Hendaklah Tuan merasakan bahwa di dalam diri Tuan tidak ada apa-apa, tidak ada kekuatan dan tidak ada ilmu. Tuan yakinkan benar-benar bahwa Tuhan ada beserta Tuan. Dia-lah yang akan mengajarkan segala sesuatunya. Sedikit pun janganlah terbayang dalam pikiran Tuan bahwa lawan akan menguasai Tuan atau mengalahkan Tuan. Yakinlah bahwa kebenaran di pihak Tuan dan kebenaran jualah yang akan menang. Renungkanlah akan kekayaan Tuhan, segala sesuatu ada pada-Nya untuk menolong hamba-Nya dalam menegakkan kebenaran itu.

Ingatlah, orang yang bangga dengan ilmunya tidak akan mendapat taufik untuk mengkhidmati agama yang suci, tidak akan mendapat kemuliaan melainkan kehinaan. Buah pekerjaannya tidak akan beberkat dan baik. Orang-orang yang terpengaruh oleh lawannya, takut dan merasa khawatir maka dia sekali-kali tidak akan mendapat pertolongan dari Allah.

Nah, Tuan hadapilah lawan Tuan itu dengan yakin, penuh dengan takwa, patuh dan tunduk (kepada Allah). Jangan bimbang, jangan berkebesaran (takabur), jangan bangga dengan ilmu yang ada, jangan merasa khawatir dan merasa takut. Dengan merasa yakin yang penuh maka pertolongan Allah akan datang dan musuh tidak akan dapat mengalahkan Tuan.

Sekiranya lawan Tuan menanyakan suatu soal dan Tuan belum tahu jawabannya maka mohonlah kepada Allah (swt) maka Allah (swt) akan mengajarkan sendiri jawabannya, baik dengan perantaraan malaikat atau ilham-Nya. Tuan yakinlah ini, jangan ragu-ragu.

Ingat, bahwa manusia (orang-orang) Barat yang Tuan hadapi ini bukanlah musuh Islam dalam seabad-dua abad melainkan sudah berabad-abad, sudah turun temurun. Sudah mendalam betul dalam hati mereka ingkar kepada Islam. Namun demikian mereka menentang Islam itu karena melihat Islam dari ujung-ujung, dari tempat jauh. Islam hakiki, Islam Muhammad (saw), Islam Quran belum diselaminya. Seakan-akan mereka menentang Islam di masanya, tidak melihat Islam isinya. Serangan mereka terhadap gambaran itu sudah mendatangkan kemenangan bagi mereka. Satu persatu benteng Islam dimasukinya. Ya, kita akui mereka menang, tetapi apa artinya menumbangkan gambar. Bukankah patung dari pahlawan itu dapat ditumbangkan oleh seorang anak kecil saja?

Sekarang Tuan datang ke negeri itu dengan mengemukakan, memperlihatkan isi Islam hakiki, Islam Al-Quran, Islam Nabi Yang Mulia Muhammad (saw), Islam di abad pertama, kedua, dan ketiga, Islam agama Tuhan yang murni dan bersih.

Dengan kedatangan Tuan ini mereka akan sadar, mereka akan menyesal atas serangan selama ini. Salah pandang, salah tinjauan. Gambaran yang dikalahkannya bukan asli, sebab (yang) asli tidak dapat dikalahkan. (Yang) asli adalah agama Tuhan, agama fitrat.

Jika Tuan menghadapi bangsa-bangsa ini, Tuan akan melihat mereka bangga benar dengan ilmu-ilmunya, bangga benar dengan peradabannya. Jika Tuan dapat menguraikan ilmu-ilmu rohani, ilmu-ilmu Al-Quran maka semua ilmu-ilmunya itu tidak akan berarti lagi melihatnya. Mereka akan menyadari bahwa ilmu-ilmu itu dari Tuhan. Tidak ada satu ilmu pun yang terahasia dalam Al-Quran itu.

Al-Quran adalah sumber segala ilmu, begitu pun peradaban. Bila peradaban Islam yang hakiki sudah Tuan uraikan baik-baik maka segala “peradaban yang tinggi” katanya itu akan jatuh ke bawah, sehingga mereka tidak akan segan meninggalkan peradabannya dan mengambil peradaban tinggi Islam. Kita tidak percaya sedikit pun bahwa ilmu-ilmu Al-Quran, peradaban Islam yang tinggi itu akan dapat dikalahkan oleh Barat dewasa ini atau pun kelak.

Adalah keliru sekali atau bodohlah orang-orang yang merasa terpengaruh atau dapat dikalahkan oleh Barat itu. Orang-orang yang semacam itu sudah tentu belum mendapat taufik untuk mendalami isi Islam dan Al-Quran. Dan bagi orang-orang mukmin tentu tidak akan jatuh ke dalam pengaruh itu. Bagaimana akan jatuh setelah diketahuinya bahwa ilmu Al-Quran lebih agung dan tinggi nilainya, peradaban Islam pun demikian pula. Tuan sedikit pun jangan merasa gugup dan khawatir menghadapi kaum Barat. Ilmu Al Quran yang tinggi itu pelajarilah baik-baik, mohonkan hidayah dari Tuhan, banyak banyaklah membaca buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud (as) Di dalam inilah berkumpulnya ilmu-ilmu yang tinggi.

Kepergian Tuan ke Barat ini bukanlah hendak mengambil ruh dan udara Barat melainkan semata-mata untuk mengubah ruh dan udara Barat dengan ruh Islam dan peradaban Islam. Tuan hendaklah senantiasa berjihad, bersungguh-sungguhlah supaya Barat segara berubah udaranya dan ruhnya dengan udara Islam dan ruh Islam. Renungkanlah sabda Nabi Muhammad (saw) “Basysyiruu wa laa tunaffiru” [1] yakni hiburlah mereka, berilah mereka khabar suka, dan janganlah mengemukakan sesuatu yang menimbulkan kebencian mereka.

Dalam perkataan ini, saya tidak bermaksud agar Tuan suka menyembunyikan kebenaran untuk kesukaan orang, sekali-kali tidak. Orang orang yang berbuat demikian adalah berarti membikin-jalan kehancuran bagi dirinya sendiri. Maksudnya adalah karena penyakit Barat ini sudah bagitu mendalam maka tentu juga sembuhnya pun akan berangsur, bila dia sudah menerima Islam maka dengan berangsur-angsur pula ajarkanlah hukum-hukum yang lain, yang mudah dikerjakannya. Sedikit demi sedikit mereka akan maju dalam menjalankan hukum-hukum Islam sehingga sampai sempurna. Kiranya (sebab) dengan dorongan, dengan tergesa-gesa mereka akan takut, lari dan menjauhkan diri. Maksud kita bukan menjauhkan mereka, bahkan akan mendekatkan sehingga menjadi Muslim yang sempuma. Bekerjalah dengan hikmah dan bijaksana, tetapi sekali kali janganlah menyembunyikan kebenaran.

Ingatlah kembali, Jika Tuan menyampaikan tabligh kebenaran kepada orang dan dia tidak menerima maka janganlah Tuan putus harapan. carilah keterangan lain lagi, mudah-mudahan dengan keterangan yang lain itu dia akan menerima, atau mungkin dalam diri Tuan ada kesalahan yang menyebabkan perkataan Tuan tidak beberkat di hadapan Allah Ta’ala. Maka mohonlah ampun dan maaf kepada Tuhan, sambil meminta hidayah dan petunjuk.

Kalau Tuan merasa bosan karena orang tidak percaya atau Tuan merasa putus harapan kemudian Tuan menghentikan pekerjaan itu maka (berarti) Tuan sendiri sudah bunuh diri sebelum orang lain. Tuan tidak menyampaikan kebenaran karena orang sebab mereka tidak menerima. Jauhilah bosan jauhi putus asa atau putus harapan. Dengan jalan ini semoga Tuan akan mendapat perhatian orang dan dari mana-mana orang akan datang kepada Tuan serta akan menerima pengkabaran yang Tuan bawa. Orang-orang akan datang dengan penuh kecintaan dan penuh kehormatan kepada Tuan jika mereka mengetahui dengan sungguh-sungguh akan apa yang Tuan bawa serta sudah melihat gerak-gerik dan amal Tuan.

Masalah makan dan minum

Lain negeri lain pula adatnya. Di barat ini cara minum dan makan tentu berlainan dengan kita. Dalam hal semacam ini jangan berlaku keras, tetapi hendaknya dijaga dari berlebih-lebihan. Minumlah dan makanlah dengan mereka dengan perasaan bebas, artinya tidak gugup, tetapi harus dijaga dari makan dan minum yang terlarang menurut ajaran Islam. Larangan-larangan itu sekali-kali jangan dilanggar bagaimana pun juga.

Barang (binatang) yang halal yang disembelih tidak dari lehernya janganlah dimakan. Di Eropa ini bermacam-macam cara menyembelih itu. Kalau penyembelihan seperti di atas (seperti cara Islam) boleh Tuan makan, kendati pun yang menyembelihnya adalah ahlikitab (Yahudi/Nasrani). Tuan makanlah sembelihan itu dengan membaca Bismillaah.

Masalah ahlikitab seperti ikan dan lain-lain yang halal boleh Tuan makan. Sepiring atau sehidangan dengan mereka tidak ada salahnya. Hanya jaga yang di atas tadi. Burung burung yang halal yang matinya kena tembak boleh Tuan makan dengan membaca Bismillaah.

Berjabat tangan dengan perempuan

Berjabat tangan ini sudah biasa di Barat, lebih-lebih dengan wanita. Hal ini Tuan jauhi benar-benar. Dalam menjauhi ini Tuan harus sangat bijaksana, jangan membawa salah pengertian kepada mereka, yang akan mengakibatkan bertambah jauhnya mereka dari kita. terangkan kepada mereka akan sebab musababnya. Terangkan dengan baik-baik. Ini hukum agama yang wajib dihormati. Kita ke Barat tidak hendak mengambil adat barat, akan tetapi untuk meng-Islam-kan saudara-saudara di Barat. Kalau kita sudah berbuat salah, kemudian bagaimana kita akan dapat menarik mereka lagi?

Berbicara lah dengan orang pelan-pelan, lunak-lembut, dengan gaya menarik. Tiap-tiap pertanyaan jawablah dengan jelas dan benar. Berbicara jangan mencari kemenangan bicara melainkan kemenangan isi. Sekiranya lawan menyambut dengan melakukan kekerasan –baik dengan lisan atau lain-lainnya– maka sambutlah dengan sebaik baiknya. Lunak dan lembut jadikanlah perhiasan kita. Bila Tuan melihat orang ditimpa bahaya maka segeralah datangi dan hiburlah hatinya dan Tuan selalu ikut serta dalam bahaya itu, untuk orang demikian berdoalah.

Dikarenakan Tuan akan bekerja di negeri yang berbahasa Inggris maka perlu sungguh-sungguh belajar bahasa itu. Di London sebagai Amir/Ketua Muballigh adalah Choudiy Fatah Muhammad Sayyal MA. Sahib. Tuan bekerjalah menurut perintahnya, sekali-kali jangan berbuat yang tidak disukainya. Turuti semua perintahnya selama tidak melanggar garis hukum agama. Bekerjasamalah dengannya. Hal administrasi Tuanlah yang mengerjakannya. Tuan dengan dia hendaknya sedemikian rupa kecintaan dan persaudaraan sehingga orang heran melihatnya.

Banyak-banyaklah menelaah Al-Quran, hadits dan kitab Fiqih baca jugalah. Di Eropa macam-macam masalah akan ditanyakan orang kepada Tuan, dan Tuan harus menjawabnya dengan benar. Perbedaan isitilah/definisi antara kita dengan orang lain yang kadang-kadang menimbulkan salah pengertian hendaknya dijelaskan baik-baik.

Keridhaan Allah dahulukan dari keridhaan sendiri atau keridhaan orang. Di Eropa berjangkit penyakit agar agama diselaraskan dengan arus keinginan manusia, padahal - sebenarnya manusia dan keinginannya yang harus dibawahkan kepada keinginan Tuhan/agama. Tuhan adalah Raja dari segala raja dan Kerajaan-Nya berdiri di atas segala kerajaan.

Hendaklah manusia dapat mendirikan kerajaan Allah atas dirinya. Tuan bekerjalah terus, jangan memperhatikan akan jumlah orang yang menerima atau tidak. Biarlah orang menerima dengan sadar dan pengertian yang baik Hidup sederhana, hidup Islami agar diusahakan. Jangan hidup mewah, suka senang dan bersenang-senang.

Tuan belum dapat menunggangi kuda sekali pun satu ekor, tetapi Tuan sekarang akan pergi menunggangi singa yang galak. Banyak orang yang sudah mencoba untuk menungganginya, tetapi baru saja di ekornya sudah gugup dan kembali. Berdoalah banyak-banyak kiranya singa-singa yang galak menjadi jinak dan menundukkan lehernya kepada Tuan.

Doa adalah senjata Tuan, jangan sia-siakan senjata ini, setiap ada (menghadapi) hal/masalah segeralah berdoa. Jangan lalai berhubungan surat menyurat dengan saya, baik surat saya diterima atau pun tidak. Begitu juga kiranya kalau ada soal yang penting dan berat maka segeralah kirimkan (surat) kepada saya. Jangan bingung, jangan gelisah, sekali pun surat itu belum sampai kepada saya tetapi jawabannya sudah berangkat kepada Tuan. Allah Kuasa, Allah Maha Tahu.

Hidup sederhana, pakaian sederhana. Sedikit makan, sedikit bicara, sedikit marah adalah azimat yang baik. Tahajjud, sembahyang malam adalah senjata mukmin yang amat berharga. Perlukan sembahyang malam itu. Di Barat ini ada lain kebiasaan orang, tidurnya jam 1 malam dan bangunnya jam 8 pagi. Tuan jangan menuruti adat itu.

Bertablighlah kepada orang kampung, kepada para petani, buruh kecil dan besar. Dalam jiwa orang-orang ini masih banyak persediaan untuk menerima kebenaran. Orang orang ini umumnya sederhana dalam segala hal. Mereka ini kalau sudah mendapat kebenaran akan mereka pegang dengan baik dan memperjuangkan pula.

Tinggallah menetap di desa-desa itu barang sebulan atau dua bulan, lihat keadaan dan banyak-banyak berdoa. Kadang-kadang pula orang desa ini memperlihatkan kekasarannya dengan lisan atau lainnya. Tapi jangan khawatir, berikan pengertian baik-baik mudah-mudahan mereka akan mengerti dengan mudahnya. Tuan lihatlah, bahwa orang sakit tidak akan minum susu dengan gembira.

Semoga Tuhan bersama Tuan, menolong dan melindungi Tuan.

Satu hal lagi untuk diperhatikan, jangan ikut dalam usaha-usaha politik yang akan merusakkan pemerintahan negara yang sudah sah. Tabligh itulah kerja Tuan untuk selama-lamanya.

Qadian, 6 September 1915

Sumber

Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Diterjemahkan dari “Khalid” April 1957 oleh Mohammad Ayyub (SI No.10 Th. VII/Oktober 1957)

Catatan Kaki