Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Khalifah Islam Saat Ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifah Islam Saat Ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad

Banyak orang yang saat ini mencari siapa khalifah Islam saat ini sehingga mereka akan menemukan jawaban Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Ahmadiyah sebagai jawabannya. Ini banyak dilakukan orang-orang melalui mesin pencari Google.

Merujuk kepada khalifatulmasih.org, Hazrat Mirza Masroor Ahmad [1] adalah Khalifah kelima dari Komunitas Muslim Ahmadiyah. Beliau terpilih untuk posisi seumur hidup ini sejak 22 April 2003. Beliau menjabat sebagai pimpinan ruhani dan pimpinan administrasi organisasi keagamaan internasional di seluruh dunia dengan keanggotaan lebih dari 10 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 200 negara.

Beliau adalah tokoh Muslim terkemuka di dunia yang mempromosikan perdamaian dan kerukunan antaragama. Melalui khotbah-khotbah, ceramah-ceramah, buku-buku, dan pertemuan-pertemuan pribadinya, beliau terus menganjurkan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melayani umat manusia. Beliau juga senantiasa mengadvokasi penegakan hak asasi manusia secara universal, keadilan dan pemisahan agama dan politik.

Sejak terpilih sebagai seorang khalifah, beliau telah memimpin kampanye di seluruh dunia untuk menyampaikan pesan Islam yang damai melalui semua bentuk media cetak dan digital. Di bawah kepemimpinannya, Jemaat Ahmadiyah di seluruh negara telah meluncurkan kampanye yang mencerminkan ajaran Islam yang benar dan damai.

Beliau juga telah melakukan perjalanan-perjalanan secara global untuk mempromosikan dan memfasilitasi pelayanan kepada umat manusia. Beliau secara teratur bertemu dengan presiden, perdana menteri, kepala negara lainnya, anggota parlemen dan duta besar negara.

Profil Khalifah Islam Ahmadiyah Saat Ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba)

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad adalah Khalifah yang berada dalam Umat Islam yang ada saat ini. Beliau menjabat sebagai khalifah kelima dari Jemaat Muslim Ahmadiyah. Beliau sering disebut sebagai khalifatul masih. Beliau terpilih untuk gelar Khalifah seumur hidup ini sejak 22 April 2003. Beliau menjabat sebagai kepala ruhani/spiritual dan administrasi di seluruh dunia dari sebuah organisasi keagamaan internasional dengan keanggotaan sekira sepuluh juta jiwa lebih yang tersebar di lebih dari 200 negara di dunia.

Beliau sering disapa oleh para Ahmadi lainnya dengan gelar Amiirul Mu’miniin (Amir bagi para Mukmin) atau Huzur (yang mulia). Beliau juga senantiasa didoakan oleh para pengikutnya dengan doa ayyadahuLLoohu ta’aala bi nashrihil-‘aziiz (semoga Allah Ta’ala menguatkan beliau dengan pertolongannya Yang Perkasa). Doa ini selalu ditulis dengan singkatan aba atau atba.

Beliau lahir pada 15 September 1950 di Rabwah, Pakistan. Setelah menyelesaikan gelar Magister Ekonomi Pertanian pada tahun 1977 dari Universitas Pertanian di Faisalabad, Pakistan, beliau secara resmi mempersembahkan hidupnya untuk pengabdian kepada Islam.

Dari tahun 1977 hingga 1985, beliau berkhidmat untuk Islam di Ghana. Beliau menjalankan proyek pembangunan sosial, pendidikan, dan pertanian. Satu catatn yang gemilang bahwa beliau berhasil menanam gandum di tanah Ghana untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa itu.

Beliau dari Ghana kembali ke Pakistan tahun 1985 dan berkhidmat di berbagai posisi administrasi senior dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah selama 18 tahun berikutnya, termasuk sebagai Ketua Eksekutif Jemaat Muslim Ahmadiyah di Pakistan dari tahun 1997 hingga –di puncak pengabdiannya– beliau terpilih sebagai Khalifah.

Huzur tinggal di 16 Gressenhall Road, London SW18 5QL, U.K. beserta istri, Amtul Sabooh Ahmad. Beliau memiliki dua anak dan tiga cucu.

Beberapa waktu sebelum terjadi pandemi Covid-19, beliau tinggal di Islamabad, Sheephatch Lane, Tilford GU10 2AQ, U.K. sampai saat ini

Hobi

Hobi beliau adalah berkebun, membaca, fotografi dan berjalan kaki.

Dari sumber yang tidak resmi, ketika Huzur V atba berkunjung ke Singapura tahun 2013, salah seorang penerima tamu menyatakan bahwa Huzur gemar dengan es krim. Beliau bisa menghabiskan es krim dalam gelas besar dalam waktu yang tidak lama.

Komunikasi dengan para Jamaahnya

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memperhatikan pengikutnya. Begitu juga sebagai seorang khalifah, beliau mempunyai kontak yang khas dengan para jamaahnya atau pengikutnya. Beberapa metode khalifah berkomunikasi dengan para pengikutnya antara lain dengan cara sebagai berikut:

(1) Koresponden Melalui Surat

Huzur menerima ribuan surat setiap harinya dari para Muslim Ahmadi dan non-Ahmadi di seluruh dunia untuk meminta petunjuk, pendapat, pertimbangan dan bimbingan serta doa.

(2) Mulaqat (Pertemuan Tatap Muka)

Selain melakukan komunikasi secara tidak langsung melalui surat, Huzur juga melakukan pertemuan dengan setiap anggota Jemaat, setiap hari. Akan tetapi setelah terjadi pandemi Covid-19, Mulaqat atau pertemuan secara langsung dihentikan sampai pandemi dinyatakan usai.

Sebagai perhatian beliau dengan anggota Jemaatnya, Huzur membuka jadwal pertemuan dengan para Ahmadi melalui tatap muka jarak jauh secara daring (teleconference). Huzur selalu memberikan nasehat-nasehat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para Ahmadi.

(3) Memberikan Tarbiyat atau Pendidikan Melalui Khotbah Jumat

Dalam khotbah-khotbanya yang disampaikan setiap hari Jumat, beliau senantiasa menceritakan akhlak sempurna yang dimiliki oleh yang mulia Rasulullah salallaahu alaihi wasallam sehingga menimbulkan semangat ruhani yang besar kepada para jamaahnya. Selain itu diceritakan juga kisah-kisah para sahabat Rasulullah (saw) yang telah berhasil mencerminkan sifat-sifat akhlak mulia Rasulullah (saw) dalam kehidupan mereka. Khotbah tersebut disiarkan langsung secara global di MTA International [2], sebuah stasiun televisi satelit milik Muslim Ahmadiyah Internasional dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa utama di dunia [1].

(4) Berbagai Acara di TV MTA Internasional

MTA International disiarkan melaui satelit-satelit di dunia. TV milik Ahmadi tersebut juga menyiarkan langsung acara-acaranya melalui streaming di https://www.mta.tv dan https://www.alislam.org. Khotbah Jumat diterjemahkan lansung dalam lebih dari 18 bahasa. Huzur menggunakan sarana ini untuk memberikan nasihat kepada para Muslim Ahmadi tentang berbagai masalah penting.

Sekilas tentang Ahmadiyah

Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah organisasi gerakan internasional yang dinamis dan berkembang pesat di dalam agama Islam. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, India (as), telah mendirikan Jemaat Ahmadiyah pada tahun 1889. Muslim Ahmadi mempercayai bahwa beliau adalah Almasih yang dijanjikan Rasulullah (saw) Masih Mau’ud yang telah lama ditunggu dan Imam Al-Mahdi, yang kedatangannya dinubuwwatkan (dijanjikan) oleh Nabi Muhammad (saw). Markas besar Komunitas saat ini berada di Inggris Raya, tempat Yang Mulia Mirza Masroor Ahmad tinggal.

Jemaat Muslim Ahmadiyah menyebarkan ajaran Islam yang benar dan pesan perdamaian dan toleransi melalui saluran televisi satelit (MTA) selama dua puluh empat jam [2], Internet dan media cetak (Islam International Publications).

Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah organisasi keagamaan yang sepenuhnya mandiri dan tidak memiliki ambisi politik apa pun. [1]

Sekilas Konsep Kekhalifahan

Kita mengetahui bahwa akhir khalifah Islam, yaitu kekhalifahan yang diridhoi oleh Rasulullah (saw) adalah Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (ra). Itulah khalifah minhaajin-nubuwwah di masa Rasulullah (saw). Hal ini diisyaratkan dalam hadits riwayat Ahmad [3], bahwa corak kekhalifahan itu ada:

Pernah Rasulullah (saw) menubuwwatkan khalifah setelah beliau ada dua belas khalifah [4]. Akan tetapi karena ada “ketidakbersyukuran” terhadap kekhalifahan tersebut, maka Allah (swt) hanya memberikan karunia empat khalifah rasyidah setelah Rasulullah (saw). Setelah itu kekhalifahan mengambil corak kerajaan sehingga kepemimpinannya cukup berbeda dengan Khalifah Rasyidah.

khilafah ‘ala minhajin-nubuwwah (di akhir zaman) dikenal dengan Khalifatul Masih. Silakan simak lebih dalam mengenai Khalifatul masih di sini.

Khalifah Islam Sekarang

Ketika seseorang mencari siapa khalifah Islam saat ini, maka khalifah yang sesuai dengan dengan nubuwwatan Rasulullah (saw) dan sesuai dengan kondisi sekarang adalah corak khilafah ‘ala minhajin-nubuwwah. Jadi jawaban yang cocok untuk pertanyaan siapakah khalifah islam saat ini adalah kekhalifahan Ahmadiyah.

Mengapa Khalifah Ahmadiyah?

Beberapa alasan mengapa yang paling cocok untuk kekhalifahan saat ini adalah:

Itulah kelebihan-kelebihan kekhalifahan Ahmadiyah.

Bukti Nyata Khalifah Menjadi Juru Perdamaian

Huzur adalah tokoh Muslim terkemuka di dunia yang mempromosikan perdamaian dan kerukunan antar agama. Melalui khotbah, ceramah, buku, dan pertemuan pribadinya, Huzur senantiasa menyampaikan kepada manusia untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa (hablum-minalloh) dan mengkhidmati umat manusia (hablum-minannaas). Beliau juga terus mengadvokasi penegakan hak asasi manusia universal, masyarakat yang adil, dan menganjurkan pemisahan antara agama dan politik negara.

Sejak terpilih sebagai Khalifah, Huzur telah memimpin kampanye pesan damai Islam di seluruh dunia baik melalui media cetak maupun digital. Di bawah kepemimpinannya, Jemaat Ahmadiyah secara nasional (di beberapa negara) telah meluncurkan kampanye yang mencerminkan ajaran Islam yang hakiki dan Islam yang damai. Muslim Ahmadi di seluruh dunia terlibat dalam upaya untuk mendistribusikan jutaan selebaran yang berisi pesan-pesan damai kepada Muslim dan non-Muslim, mengadakan simposium lintas agama dan perdamaian dan menampilkan pameran Alquran. Ini dilakukan untuk untuk menyajikan ajaran Islam yang benar dan mulia. Kampanye-kampanye ini telah mendapat liputan media di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa Islam memperjuangkan perdamaian, kesetiaan kepada negara dan mengkhidmati umat manusia.

Pada tahun 2004, Huzur mengadakan Simposium Perdamaian Nasional tahunan. Para tamu dari semua lapisan masyarakat berkumpul untuk bertukar pikiran tentang promosi perdamaian dan harmoni. Setiap tahun simposium menarik banyak menteri, anggota parlemen, politisi, pemimpin agama, dan pejabat lainnya. Pada tahun 2009, Yang Mulia juga meluncurkan trofi tahunan yaitu ‘Trofi Muslim Ahmadiyah bagi Kemajuan Perdamaian’, yakni penghargaan perdamaian internasional untuk individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen dan pelayanan luar biasa untuk perdamaian dan kemanusiaan.

Pada tahun 2012, Kongres Amerika Serikat dan Parlemen Eropa mendapat manfaat langsung dari pesan Huzur tentang perdamaian, keadilan, dan persatuan.

Pada 27 Juni 2012, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut di Capitol Hill di Washington DC di mana beliau menyampaikan pidato utama berjudul, ‘Jalan Menuju Perdamaian, Hubungan yang Adil antar Bangsa’, kepada audiens yang dipenuhi lebih dari 30 anggota Kongres Amerika Serikat. Sehubungan dengan peristiwa bersejarah ini, dibuatlah resolusi atau kesepakatan (yang dilakukan oleh partai politik yang saling beroposisi/bertentangan satu-sama-lain) di Dewan Perwakilan Rakyat untuk menghormati kunjungan Khalifah.

Pada tanggal 4 Desember 2012, Huzur menyampaikan pidato bersejarah di Parlemen Eropa di Brussel kepada lebih dari 350 tamu yang mewakili 30 negara, termasuk Presiden Parlemen Eropa. Selama tiga puluh lima menit, Huzur meminta kepada Uni Eropa untuk menjaga persatuannya dan menyerukan kesetaraan dan keadilan dalam hubungan internasional.

Pada tanggal 11 Februari 2014, Huzur menyampaikan pidato utama di ‘The Conference of World Religions’ yang diadakan di Guildhall, London. Dalam pidatonya, Huzur menguraikan komitmen Islam untuk mempromosikan saling pengertian, toleransi, dan rasa hormat berdasarkan ajaran Alquran dan kehidupan Nabi suci Muhammad (saw).

Pelayanan Publik

Huzur telah melakukan perjalanan Internasional untuk mempromosikan dan memfasilitasi pengkhidmatan kepada umat manusia. Beliau secara teratur bertemu dengan presiden, perdana menteri, kepala negara, anggota parlemen dan duta besar negara. Beberapa diantaranya:

Huzur menaruh perhatian khusus dalam meringankan penderitaan negara-negara berkembang, dengan membantu meningkatkan pertanian mereka dan memfasilitasi akses ke makanan, air bersih, dan listrik. Beliau mengawasi pekerjaan International Association of Ahmadi Architects and Engineers (IAAAE), sebuah organisasi yang diberi pengarahan dengan memimpin berbagai proyek kemanusiaan dan pembangunan, di daerah terpencil di dunia. Cakupan dan keahlian organisasi ini telah berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. Demikian pula, Yang Mulia mendukung pekerjaan Humanity First, sebuah organisasi amal/non-profit untuk pembangunan dan bantuan bencana internasional dan organisasi sejenis lainnya.

Di bawah kepemimpinan Huzur, Jemaat Muslim Ahmadiyah telah membangun sejumlah sekolah dan rumah sakit yang menyediakan fasilitas kelas atas di belahan dunia yang terpencil. Dan melalui berbagai organisasi Jemaat Muslim Ahmadiyah, Huzur telah mendanai biaya sekolah dan pendidikan banyak siswa yang kurang mampu di seluruh dunia, terlepas dari latar belakang agama mereka.

Tanggapan Khalifah atas Persekusi atau Penganiayaan

Setelah beliau terpilih menjadi Khalifah di tahun 2003, Huzur terpaksa diasingkan dari Pakistan, negara asalnya. Konstitusi dan KUHP Pakistan membatasi anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk mengamalkan ajaran Islam atau menyatakan diri beragama Islam. Pelanggaran terhadap undang-undang yang represif ini berakibat pada denda, penjara, dan bahkan kemungkinan hukuman mati. Akibatnya, undang-undang tersebut mencegah Huzur untuk memenuhi tugasnya sebagai Kepala Organisasi Internasional dan karenanya beliau tidak dapat kembali ke Pakistan.

Meskipun penganiayaan yang dialami Muslim Ahmadi terus berlanjut di berbagai negara mayoritas Muslim, Huzur dengan tegas melarang pengikutnya untuk melakukan atau membalas dengan kekerasan apa pun. Pada 28 Mei 2010, teroris anti-Ahmadiyah menyerang dua masjid milik Jemaat Muslim Ahmadiyah di Lahore, Pakistan. Sebanyak 86 Muslim Ahmadi menjadi syahid ketika Sholat Jum’at, sementara puluhan lainnya terluka. Terlepas dari kebiadaban dan kejahatan terhadap kemanusiaan ini, Huzur menginstruksikan Muslim Ahmadi di seluruh dunia untuk menanggapi hanya melalui doa dan cara yang damai sepenuhnya.

Perintah Bergabung dengan Khilafat Ahmadiyah

Rasulullah (saw) memberikan perintah kepada umatnya agar bergabung/berbaiat dengan khalifatullah Al-mahdi, walaupun harus merangkak di gunung salju [5]. Oleh karena itu, sempurnakanlah oleh kita perintah beliau (saw) dengan ruh ketaatan yang sempurna. Dengan taat kepada khalifah [6], itu artinya kita taat kepada perintah yang mulia Rasulullah (saw).

Rasulullah (saw) juga memberikan nasehat kepada umatnya bahwa dengan memegang teguh kepada khilafat yang beliau (saw) ridhoi, maka kita akan memperoleh keselamatan [7]

Tegaknya Kekhalifahan Merupakan Janji Allah Ta’ala

Ketika Allah Ta’ala telah berjanji, maka tiada makhluknya yang dapat menghalangi kuasa-Nya. Allah Ta’ala telah berjanji tentang akan tegaknya khalifah bagi umat Islam. Allah Ta’ala memberikan karunia khilafat kepada: Orang-orang yang beriman dan orang-orang yang beramal shaleh.

Maksud kedatangan para utusan Allah adalah menegakkan tauhid. Oleh karena itu, kedatangan khalifah itu hanya meneruskan kembali apa yang dibawa oleh utusan Allah tersebut. Jadi tujuan utama tegaknya Kekhalifahan Ahmadiyah adalah meneruskan tugas Khalifatullah Al-Mahdi, yaitu menegakkan tauhid. Khalifah juga berperan sebagai menyambung tali Allah Ta’ala dengan umat manusia.

Barangsiapa yang ingin bergabung dengan jamaahnya insya Allah akan diterima dengan senang hati. Semoga kita selalu ada dalam keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Wassalaamu ‘alaa manit-taba’al hudaa.

Tag

#khalifah, #islam, #ahmadiyah, #khilafat, #mirzamasroorahmad, #khalifahislam

Catatan kaki