Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Larangan Bunuh Diri

Bunuh diri merupakan satu sebuah tindakan yang sengaja dilakukan sehingga menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri adalah puncak dari keputus-asaan. Banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Saya akan memaparkan beberapa dalil yang melarang seseorang membunuh dirinya sendiri.

Allah Melarang Bunuh Diri

Allah Ta’ala berfirman,

...وَ لَا تَقۡتُلُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ کَانَ بِکُمۡ رَحِیۡمًا ﴿۳۰﴾

“…Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya, Allah Maha Penyayang terhadapmu.” (QS An-Nisa [4]: 30)

Dari firman diatas, Allah Ta’ala sungguh sangat sayang kepada kita. Jika kita melakukan bunuh diri, itu artinya kita tidak menyayangi diri sendiri.

Balasan Bunuh Diri adalah Api Neraka

Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman,

وَ مَنۡ یَّفۡعَلۡ ذٰلِکَ عُدۡوَانًا وَّ ظُلۡمًا فَسَوۡفَ نُصۡلِیۡہِ نَارًا ؕ وَ کَانَ ذٰلِکَ عَلَی اللّٰہِ یَسِیۡرًا ﴿۳۱﴾

“Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melakukan pelanggaran dan keaniayaan, maka Kami akan memasukkannya ke dalam Api; dan hal demikian itu mudah bagi Allah.” (QS An-Nisa [4]: 31)

Dari firman di atas, jelas bahwa tindakan bunuh diri itu satu tindakan pelanggaran dan tindakan aniaya. Sehingga Allah Ta’ala berhak menghukum orang tersebut untuk dimasukkan ke dalam siksaan api neraka.

Balasan Bunuh Diri adalah Siksaan Serupa yang Dilakukan Ketika Bunuh Diri

Diriwayatkan,

...وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ...

“…barangsiapa bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan disiksa di akhirat dengan sesuatu yang digunakan untuk bunuh diri…” (H.R. Al-Bukhari, Kitab Adab, Bab Larangan mencela dan melaknat)

Dalam satu riwayat diceritakan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِي النَّارِ وَالَّذِي يَطْعُنُهَا يَطْعُنُهَا فِي النَّارِ

dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Telah bersabda Nabi Shallallahu’alaihiwasallam: “Barangsiapa yang mencekik dirinya (hingga mati) maka dia akan dicekik di neraka dan barangsiapa yang menikam dirinya (hingga mati) maka dia akan di tikam di neraka”. (H.R. Al-Bukhari, Kitab Jenazah, Tentang Orang Yang Mati Bunuh Diri)

Balasan Bunuh Diri adalah Tinggal Sangat Lama di Neraka

Dalam riwayat lain dikisahkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

…dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung, hingga membunuh jiwanya (bunuh diri), maka ia akan jatuh ke neraka jahannam, ia tinggal di dalamnya sangat-lama. Barangsiapa menegak racun, hingga meninggal dunia, maka racun tersebut akan berada di tangannya, dan ia akan menegaknya di neraka jahannam, ia tinggal di dalamnya sangat-lama. Dan barang siapa bunuh diri dengan (menusuk dirinya dengan) besi, maka besi itu akan ada di tangannya, dengannya ia akan menghujamkan ke perutnya di neraka jahannam, ia tinggal di dalamnya sangat-lama.” (H.R. Al-Bukhari, Kitab Pengobatan, Minum racun, berobat dengannya)

Allah Ta’ala Berfirman bahwa Surga Diharamkan bagi Orang yang Bunuh Diri

Rasulullah (saw) bersabda dengan mengutip firman (wahyu) Allah Ta’ala

كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فَجَزِعَ فَأَخَذَ سِكِّينًا فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ فَمَا رَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Ada seseorang di antara umat sebelum kalian menderita luka-luka tapi dia tidak sabar lalu dia mengambill sebilah pisau kemudian memotong tangannya yang mengakibatkan darah mengalir dan tidak berhenti hingga akhirnya dia meninggal dunia. Lalu Allah Ta’ala berfirman:

“Hamba-Ku mendahului Aku dengan membunuh dirinya maka Aku haramkan baginya surga”.

(H.R. Al-Bukhari, Kitab Hadits-hadits yang meriwayatkan tentang para Nabi, Bab Bani Israil)

Rasulullah (saw) Tidak Mau Menshalati Orang yang Bunuh Diri

Diriwayatkan,

عَنْ ابْنِ سَمُرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَتَلَ نَفْسَهُ بِمَشَاقِصَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَنَا فَلَا أُصَلِّي عَلَيْهِ

…dari Ibnu Samurah bahwa seorang laki-laki bunuh diri dengan mata tombak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Adapun aku, tidak akan menshalatinya.” (H.R. An-Nasa’i, Kitab Jenazah, Menyalatkan orang yang bunuh diri)