Pustaka Isa

Pustaka Pribadi Isa Mujahid Islam

Hal-hal yang Harus Diperhatikan ketika Bersedekah

Hilangnya Pahala Sedekah

Allah Ta’ala berfirman:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُبۡطِلُوۡا صَدَقٰتِکُمۡ بِالۡمَنِّ وَ الۡاَذٰی ۙ کَالَّذِیۡ یُنۡفِقُ مَالَہٗ رِئَآءَ النَّاسِ وَ لَا یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِؕ فَمَثَلُہٗ کَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَیۡہِ تُرَابٌ فَاَصَابَہٗ وَابِلٌ فَتَرَکَہٗ صَلۡدًا ؕ لَا یَقۡدِرُوۡنَ عَلٰی شَیۡءٍ مِّمَّا کَسَبُوۡا ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿۲۶۵﴾

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan sedekah-sedekahmu sia-sia dengan menyebut-nyebut jasa baik dan menyakiti seperti halnya orang yang membelanjakan hartanya untuk dilihat manusia, dan ia tidak beriman kepada Allah dari Hari Kemudian. Maka, keadaannya adalah semisal batu licin yang di atasnya tertutup tanah, lalu hujan lebat menimpanya dan meninggalkannya licin. Mereka tidak akan memperoleh sesuatu dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (Al-Baqarah [2]:265)

Sedekah Boleh Disembunyikan, Boleh Juga Ditampilkan

Allah Ta’ala berfirman,

اِنۡ تُبۡدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا ہِیَ ۚ وَ اِنۡ تُخۡفُوۡہَا وَ تُؤۡتُوۡہَا الۡفُقَرَآءَ فَہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ؕ وَ یُکَفِّرُ عَنۡکُمۡ مِّنۡ سَیِّاٰتِکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِیۡرٌ ﴿۲۷۲﴾

Jika kamu memberikan sedekah-sedekah dengan terang-terangan, maka hal itu baik; dan jika kamu sembunyikan itu, dan kamu memberikannya kepada fakir miskin, maka hal itu lebih baik bagimu dan Dia akan menghapuskan dari kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah [2]:272)

Sedekah Tidak Diterima dari Harta yang Tidak Halal

Dalam Hadits Sunan Abi Dawud diriwayatkan,

عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ وَلَا صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ

Dari Abu Al Malih dari Ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah Azza wa Jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul (harta [rampasan perang] yang dicuri) dan juga tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (H.R. Abu Dawud) [1]

Sedekah dengan Harta yang Buruk

Harta sedekah yang keadaannya buruk, maka akan dikembalikan di akhirat dalam keadaan yang buruk juga. Diriwayatkan,

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَبِيَدِهِ عَصَا وَقَدْ عَلَّقَ رَجُلٌ قَنَا حَشَفًا فَطَعَنَ بِالْعَصَا فِي ذَلِكَ الْقِنْوِ وَقَالَ لَوْ شَاءَ رَبُّ هَذِهِ الصَّدَقَةِ تَصَدَّقَ بِأَطْيَبَ مِنْهَا وَقَالَ إِنَّ رَبَّ هَذِهِ الصَّدَقَةِ يَأْكُلُ الْحَشَفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

…dari ‘Auf bin Malik, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Kami di masjid dengan membawa tongkat di tangannya, sementara seseorang telah menggantungkan kurma basah yang rusak, kemudian beliau menusuk tandan tersebut dengan tongkat dan berkata: “Kalau pemilik sedekah ini hendak bersedekah maka ia bersedekah dengan kurma yang lebih baik darinya.” Dan beliau bersabda: “Sesungguhnya pemilik sedekah ini akan makan kurma basah dan rusak di Hari Kiamat.” (H.R. Abu Dawud) [2]

Bersedekahlah Walau Sedikit

Dalam Hadits Sahih al-Bukhari diriwayatkan,

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ النَّارَ فَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Dari Adi bin Hatim, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pernah memperbincangkan neraka, kemudian beliau memalingkan wajahnya dan berllindung diri daripadanya, kemudian beliau memperbincangkan neraka dan beliau memalingkan wajahnya seraya meminta perlindungan daripadanya, selanjutnya beliau bersabda: “Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan setengah biji kurma, siapa yang tak mendapatkannya, ucapkanlah yang baik.” (H.R. Bukhari) [3]

Melayani Tamu lebih dari Tiga Hari adalah Sedekah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ

…dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penjamuan tamu adalah tiga hari, dan selain itu adalah sebuah sedekah.” (H.R. Abu Dawud) [4]

Hendaknya Tidak Menunda-nunda Sedekah

Diriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

…Menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu ‘anhu. Ia berkata,: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan berkata,: “Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?”. Beliau menjawab: “Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si fulan”. (H.R. Bukhari) [5]

Sedekah Selain Harta

Diriwayatkan,

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

…dari Hidzaifah ia berkata, “Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (H.R. Abu Dawud) [6]

Lebih detil lagi diriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ قَالَ تَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ قَالَ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

telah diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. ia pun menyebutkan beberapa hadits, di antaranya adalah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap anggota tubuh manusia memiliki keharusan sedekah pada setiap harinya. Yaitu seperti mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah sedekah. Menolong orang yang naik kendaraan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan, itu pun termasuk sedekah. Ucapan atau tutur kata yang baik, juga sedekah. Setiap langkah yang Anda ayunkan untuk menunaikan shalat, juga sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum, adalah sedekah.” (H.R. Muslim) [7]

Catatan Kaki